Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 15


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai diarea proyek lalu Niko disuruh untuk menghadap mandor untuk melamar kerja, dengan salah satu karyawan disana yang bekerjasama dengan Niko


" Bos kalau saya menjadi kuli lalu bos menjadi apa " tanyanya


" Tidak usah memikirkan kan ku .. pikirkan saja nasibmu sendiri " ucapnya


Niko segera masuk kedalam area proyek lalu kaya pun segera diterima oleh mandor itu menjadi karyawan baru, iya pun dengan terpaksa melakukan pekerjaan kasarnya yang belum pernah iya lakukan.


Sedangkan Farel Kini masuk kedalam warung Marni meminta agar iya diijinkan untuk membantu Dia diwarung sambil memata-matai kepala mandor disana.


" Eh... siapa Kau " tanya heran


" Ssttt ini aku Ehan .. aku sengaja nyamar kaya gini untuk memata-matai salah satu karyawan ku " ucapnya pelan-pelan


" Terus apa hubungannya denganku " ucapnya Marni


" Kamu kan orangnya cantik dan baik, jadi ijinkan aku membantumu disini, aku rela ga dibayar ko " jawabnya


" Ga mau " ucap Marni


" Ayo lah... aku mohon.. aku bayar kamu deh " ucapnya


" Aku ga mau uang kamu " tolak Marni


" Ok terus kamu maunya apa " tanya Ehan


" Aku mau kamu pergi dari sini dan jangan ganggu hidupku lagi " usirnya


" Ok , aku akan pergi tapi yang harus kamu tau, kamu berjualan dikawasan proyek ku dan aku akan meyuruh pegawai ku untuk mengusirmu dari wilayahku " ucapnya dengan terseyum jahat dan hendak pergi meninggalkan Marni


" Benar Juga.. dia kan yang punya perusahaan ini " batin Marni


" Kamu ga bisa lagi menolak " batin Ehan


" Tunggu.. " ucapnya mampu menghentikan langkah Ehan


" Apa " jawabnya


" Kamu boleh deh bantu aku disini, tapi aku ga mau bayar gaji kamu " ucap Marni


" Tenang saja, uangku banyak " Cibirnya


Merekapun mulai berdamai dan mencoba bekerja sama dalam melayani pelanggan diwarungnya.


.


...****************...


.


Hari ini Ina merasa sangat tidak enak badan, iya meminta izin untuk tidak masuk kerja. iya pun enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya, iya tidak bergerak dengan selimut tebalnya


Yesi pun merasa heran karena Ina tak kunjung keluar kamar.


" Satria.. Ko Ina ga datang-datang kesini, iya lama dilamarnya tidak seperti biasanya " ucap Yesi


" Ga tau Mah, Satria belum ketemu ina "


" Jangan-jangan ka Ina kesiangan " ucap Siska


" Bisa jadi tuh Mah, mending mamah cek dulu ke kamarnya " ucap Renal

__ADS_1


" Ayah benar... mamah lihat dulu Ina ya " ucapnya


" Biar Satria aja yang lihat keadaan Ina " ucapnya


" Jangan.. biarkan mamah saja " ucap sang mamah langsung pergi menuju kamar Ina


Tok.... Tok... Tok... Tok...


" Ina sayang... bangun nak " ucap Yesi namun tak ada jawaban


Tok.... Tok... Tok... Tok...


" Ina sayang... bangun nak " ucap Yesi namun masih tak ada jawaban


" Astaga, ada apa Ko aku jadi khawatir sama Ina " ucapnya langsung membuka pintu


Ceklek,,


Yesi pun segera masuk kedalam kamar Ina, iya heran saat melihat Ina masih ditempat tidur dengan wajah pucat


" Astaga Nak kamu kenapa " ucap Yesi langsung menghampiri nya dan memegang wajah Ina


" Aku ga papah Mah, cuma kecapean hanya butuh tidur nanti juga sembuh " ucap Ina bangun saat merasakan tangan Yesi diwajahnya


" Kamu demam nak " ucap Yesi tambah khawatir


" Aku tidak apa-apa Mah " ucapnya


" Sebentar mamah ambilkan dulu air untuk mengompres kamu " ucapnya langsung pergi dari kamar Ina menuju dapur


" Mah ada apa " tanya satria merasa heran melihat sang mamah membawa wadah berisi air dan handuk


" Mas cepat Kau hubungi dokter yang selalu menangani Ina jika iya sakit " ucap Yesi pada sang suami


" Ayah Siska pergi duluan ya, teman Siska sudah jemput " ucapnya


" Kamu hati-hati dijalan ya " ucap Renal dan segera menuju kamar Ina


Ina pun dikompres oleh Yesi dengan raut wajah khawatir nya.


" Mamah , semuanya maaf jika Ina merepotkan " ucapnya


" Kamu ga direpotkan sayang, kamu tangung jawab kami " ucap Yesi


" Sebentar lagi dokternya datang kamu harus makan dulu " ucap Renal


" Ini makananya, aku suapin " ucap Satria membawakan bubur yang iya minta buatkan pada sang pembantu disana


" Tidak usah " ucapnya


" Makan dulu nak Sedikit saja " ucap Yesi mencoba membujuk Ina makan


" Tapi Mah " ucap ina


" Satria pelan-pelan panas.." ucapnya kesal karena tanpa aba-aba Satria langsung memasukan bubur ke mulut Ina yang sedang berbicara


" Masih panas ya maafkan aku " ucap satria


" Kamu makan yang banyak, mamah sedih kalau kamu sakit " ucap Yesi


" Mamah jangan khawatir aku ga papah " ucapnya

__ADS_1


" Sudah makanya aku sudah kenyang " ucap ina


" Masa cuma tiga sendok udah kenyang " ucap Satria heran


" Kamu sebaiknya pergi ke rumah sakit " ucap Ina


" Tidak, aku akan disini menjaga kamu " ucapnya sambil terseyum


" Aku ga papah ko bentar lagi kan ada dokter juga yang meriksa aku " ucapnya


Tok.... Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


" Tuan, Nyoya di luar ada dokter yang mau meriksa nona ina " ucap sang pembantu


" Bawa dokternya kesini " ucap Renal


" Baik Tuan "


Sang Dokterpun segera masuk kedalam kamar Ina, Iya terseyum ketika melihat ina


" Halo dokter ina " Sapanya


" Halo Dokter Imel " ucap nya


" Kamu kenapa.. " tanya sang dokter


" Badanku terasa ga enak dan pegal, aku juga demam dan tubuhku terasa lemas " ucap Ina


" Dok cepat diperiksa Ina nya " ucap Yesi dengan khawatir


" Ibu tenang ya, Saya akan periksa dulu ya." ucap sang dokter


" Iya Dok "


Dokterpun segera memeriksa keadaan Ina sekarang, sang Dokterpun terseyum karena tidak ada penyakit serius yang ada ditubuh Ina, iya hanya kelelahan saja


" Ina, Saya akan menginfus kamu ya, siapa badan kamu tidak lemas terus, dan untuk demamnya saya akan berikan obat nanti setelah makan diminum nya " ucapnya


" Baik Dok " ucap Ina sambil terseyum


" Jadi apa penyakitnya dok " tanya Yesi


" Alhamdulillah Ina baik-baik saja Bu tidak usah terlalu Khawatir, Ina hanya mengalami kecapean dan sebentar lagi juga akan pulih keadaanya " ucap sang dokter


" Alhamdulillah " ucap Mereka merasa lega


" Saya infus dulu ya " ucap sang dokter


" Iya Dok " ucap Mereka


Rehan tampak dengan lega pergi bekerja, sedangkan Satria iya diminta pihak rumah sakit untuk mengoperasi pasien yang akan melahirkan dikarenakan Ina tidak ada jadi iya yang harus menggantikannya.


" Ina.. mamah aku diminta pihak rumah sakit agar segera pergi ada pasien yang harus kita ganti " ucapnya


" Kamu pergi saja, Ina biar mamah yang jaga " ucapnya


" Ina.. aku pergi dulu sebentar tapi aku janji setelah selesai operasinya aku segera pulang " ucapnya


" Iya tidak apa-apa " ucap Ina

__ADS_1


Sekarang Satria pun segera pergi menuju rumah sakit, sedangkan sang dokter pun menunggu hasil infusnya beres, setelah selesai barulah iya seger pergi meninggalkan ina.


Tak terasa Ina pun tidur dengan terlelap, Yesi pun senang melihat Ina yang sudah tampak tidak terlalu pucat, iya pun segera membaringkan tubuhnya di samping ina sambil memeluknya.


__ADS_2