Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Awas Bumil Sensitif


__ADS_3

Ezra dan Zahwa sedang shoping untuk melihat-lihat perlengkapan bayi disebuah pusat perbelanjaan yang padat. Mereka sangat cocok, tangan Ezra yang selalu menggenggam tangan Zahwa terlihat sangat mesra.


"Ezra? antum Ezra 'kan?"


Ketika tiba-tiba seorang wanita cantik menyapanya, Ezra pun kaget saat melihat wanita itu, sehingga dia spontan melepas genggamannya dari tangan Zahwa.


"Eh, Humairo? Udah lama nggak ketemu, apa kabar kamu?" ucap Ezra merasa segan.


"Alhamdulillah sehat, ini lagi ngajak Ummi jalan-jalan aja," ucap Wanita itu.


Ezra yang terlihat salah tingkah membuat Zahwa curiga.


"Ummi... Apa kabar?" sapa Ezra pada seorang wanita yang berada di sisi Humairo.


"Alhamdulillah sehat, kamu udah punya istri?" tanya balik wanita itu.


"Alhamdulillah sudah Ummi, ini, kenalkan Zahwa istri saya," ucap Ezra sambil mengenalkan Zahwa, Zahwa pun salaman dengan sopan.


"Alhamdulillah, kalau Humairo sekarang udah sendiri, oh iya, udah punya anak berapa?" tanya Ummi Humairo.


"Belum Mi, baru mau satu," Ezra mengelus perut Zahwa lembut.


"Sayang kalian dulu nggak berjodoh, karena Humairo salah pilih suami," ucap Umminya sedikit dengan nada kecewa.


"Mi sudah ah, Z'ra, kami pamit dulu ya, nanti kalau sempat kami akan mampir, salam buat Ummi mu ya,"


Setelah mengucap salam Humairo dan mamanya pun pergi.


"Siapa?" tanya Zahwa sedikit ketus, sejak hamil ini, Zahwa memang kurang bisa mengendalikan diri.


"Kami pernah mondok, di pondok yang sama dulu, tapi tentu saja dia di putri, dan aku di putra," sahut Ezra.


"Oooh, mantan Abang ya?" tanya Zahwa tiba-tiba, membuat Ezra kaget dengan pertanyaan itu.


"Bukan, mana boleh pacaran di pondok 'kan?" ucap Ezra sedikit terbata.


"Kenapa Abang kayak gugup gitu? Nggak biasanya, Abang juga terlihat menatap wanita itu lain dari yang lain!" ucapnya lagi.


"Haduuuh, mati kutu, kalau aku jujur, dia pasti bakal marah, kalau nggak ngomong, malah lebih mencurigakan lagi," batin Ezra.


"Bang, kok diem? benar ' kan itu tadi mantan Abang?" tanya Zahwa lagi menodong dengan matanya yang tajam dan menusuk.


"Bukan, nanti aku ceritain ya! Ayo pilih barang dulu!" bujuk Ezra.


"Tinggal jawab aja kenapa? tadi juga waktu dia datang, Abang langsung melepas genggaman tangan Abang, pasti ada apa-apanya," ucap Zahwa lagi.


"Bukan Hwa, tadi ada Ummi, dia itu ustadzah yang ada di pondok kami, aku merasa nggak enak," sahut Ezra seraya meraih tangan istrinya lagi sambil berbisik pelan.


"Oooh, jadi itu Ustadzah Abang, trus Abang jatuh hati dengan anak ustadzah 'kan?" Zahwa terus memberikan pertanyaan yang srakan nggak tau kapan habisnya.

__ADS_1


"Hwa, sudah, ayo kita shoping!" ajak Ezra.


Tap


Tap


Tap


Zahwa menepis tangan Ezra dan berjalan menuju area luar gedung.


"Hwa! Mau ke mana? Kita belum belanja," panggil Ezra.


"Aku lapar, pengen makan," ucapnya sambil terus berjalan menuju parkiran mobil.


"Yapi kita belum beli apa-apa Sayang," ucap Ezra lagi.


"Ca ileeeeh, si ceweknya ngambek kayaknya ni, ayo sama kami aja! di jamin belanja puas, aku rela kok traktir klo cowok nya kaya pangeran arab gini maaaah," goda gadis yang baru datang ke mall itu, membuat telinga Zahwa makin panas saja mendengarnya.


Wanita cantik seksi dan terlihat tajir itu sampai berpaling menatap Ezra, sementara Ezra tak melihat sedikit pun, dia terus mengejar istrinya yang ngambek.


Tuit tuit


Setelah Ezra membuka lintu karak jauh.


Bruk


Zahwa menutup pintu dan membantingnya.


Ezra pun masuk dan menghidupkan mesin mobilnya, meluncur di jalanan yang mulai sepi, karena jam kerja.


"Sayang, mau makan apa?" tanya Ezra lembut.


"Lurus aja, nanti aku liat-liat dulu," sahutnya.


Setelah setengah jam berlalu, namun Zahwa tak kunjung menentukan tempat, Ezra pun tambah bingung di buatnya.


"Sayang, makan di mana?" tanya Ezra hati-hati, karena dia tau mood Bumil ini sedang tidak baik-baik saja.


"Nggak jadi, kita langsung pulang saja, aku mau masakan Ummi," ucapnya dengan wajah sewot.


"Lho, kok gitu? Bagaimana kalau Ummi nggak masak hari ini?" ucap Ezra heran dengan tingkah wanita hamil di sampingnya ini.


"Ya aku tungguin sampai Ummi selesai masak," ucapnya.


"Baiklah," Ezra mengalah karena ingat pesan Mita mamanya,


"Wanita hamil itu harus di turuti kemauannya, kalau tidak, kau akan menyesal dan menerima hukuman tidak di hiraukan istrimu jingga berhari-hari, Ummi dulu waktu ngidam kamu juga gitu, tengah malam minta makanan ini dan itu, untung masih ada yang jualan,"


Nasehat mamanya waktu itu.

__ADS_1


Tak berapa lama, mereka oun sampai di kediaman Ezra. Zahwa turin di depan rumah, sementara Ezra memarkirkan mobilnya ke samping rumah .


"Seandainya dulu Humairo menerima lamaran kamu, pasti sekarang Humairo sudah mempunyai anak dengan Ezra, malah dia menerima Ustadz Hamka, dan sekarang malah di cerai karena dia lebih memikih istri mudanya," ucap Ummi Humairo.


Zahwa terdiam di depan pintu rumah. Kakinya tak bisa bergerak.


"Mungkin mereka tidak jodoh Mbak," ucap Mita.


"Humairo sudah memohon untuk tidak di cerai, tapi istri mudanya tidak mau, karena Humairo tak kunjung memberi anak, padahal hasil tes, Humairo tidak bermasalah dengan kandungannya, mungkin karena belum rezeki punya anak aja," ucap Umminya lagi.


"Ummi, jangan ungkit itu lagi, itu adalah masa lalu," sahut Humairo.


"Tapi Mbak, kalau masih ada jodoh dengan Ezra, kita bisa mencobanya lagi kok," ucap Umminya lagi. Membuat Mita kaget dengan kata-kata ustadzah yang ada di depannya.


"Mi," ucap Humairo tak menyangka dengan kata-kaya Umminya senekat itu.


"Oh Mbak, sekarang mereka sudah berkeluarga, dan sebentar lagi aku akan nimang cucu___"


"Sayang! Kok bengong berdiri di situ?"


Suara Ezra di depan pintu mengagetkan Mita dan di pun otomatis memotong kata-katanya. Mita berdiri dan mendekati pintu.


"Zahwa? Kok nggak masuk?" ucap Mita sedikit kaget dan takut juga cemas.


Zahwa pun saliman dengan Mita dan masuk tanpa menoleh ke dua orang tamu yang ada di ruang tamu itu.


"Ada apa Mi?"


Ezra dan Mita pun masuk, Ezra kaget saat melihat Humairo sudah sampai duluan ke rumahnya.


"Oh, Ummi? Maaf, aku ke kamar dulu," pamit Ezra.


"Lho? Kok terburu-buru? kami sengaja mampir ini," ucap sang Ummi Humairo lagi.


"Maaf, istri saya sedang tidak enak badan Mi," ucap Ezra, padahal sedang nggak enak hati😁


"Waduuuh bakal perang badar ini ah, sebenarnya apa yang di dengar Zahwa tadi ya? sehingga dia diem begitu di depan pintu? " lirih hati Ezra.


Ceklek.


"Sayang, kok langsung masuk kamar? Nggak jadi makan, ayo kita ke dapur?"


Tak ada sahutan.


"Sayang!"


Ezra mendekat dan memaksa Zahwa berbalik ke arahnya.


"Nah kok nangis?" batin Ezra, kalau sudah begini dia tidak berani lagi berkata apa-apa.

__ADS_1


Bumil sensitifnya kebangetan.


BERSAMBUNG...


__ADS_2