Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Hamil juga.


__ADS_3

Ezra dan Zahwa saling berpelukan dan menangis tersedu sementara. Yola yang baru datang dari kios depan kaget, saat melihat suami istri itu menangis bersama.


"Kak Zahwa... mana Arsya? Kenapa kalian menangis? Bukankah Kak Ezra menjemput Arsya?" sapa Yola.


Ditanya seperti itu. Zahwa semakin menangis. Tak Berapa lama terdengar tangis dari dalam kamar, Yola pun segera mengambil Arsy dan menggendongnya keluar.


"Cup cup cup, Sayang... jangan nangis ya, itu Abamu sudah datang," bujuk Yola pada Arsy.


"Sini!" ucap Zahwa.


Zahwa pun mengambil Arsy dari Yola.


"Assalamualaikum... " ucap Huda yang baru datang.


"Waalaikum salam," ucap penghuni rumah.


"Mas Huda, aku ingin bicara denganmu," ucap Yola kemudian.


"Bicara apa Yola? Ayo kita ke kamar," ajak Huda.


"Di sini saja," ucap Yola.


"Oh baiklah, Apa yang ingin kau bicarakan?" Huda penasaran.


"Aku ingin kak Zahwa dan Kak Ezra mendengar, apa yang akan ku katakan ini," kaya Zahwa lagi.


"Wah serius amat, Ada apaan emangnya?" sahut Huda seraya bercanda.


"Ayo kita duduk di sana," ajak Yola.


Mereka pun duduk di deretan Sofa di ruang tamu itu.


"Sebelumnya, aku mohon maaf karena aku bukanlah istri yang sempurna, aku banyak kekurangan, Mas... Aku... Mau... Kau menceraikan aku," ucap Yola gagap.


"Hah? Cerai? Yola apa maksudmu? Kenapa kau tiba-tiba ingin bercerai dariku? Bukankah hubungan kita baik-baik saja?" ucap Huda.


"Kalau seorang istri yang di madu meminta cerai, berarti ada sesuatu yang dia sudah tidak mampu lagi dia jalani, sudah ceraikan saja dia!" titah Zahwa juga.


"Sayang, kok kamu gitu? Kenapa nggak di cari jalan lain saja?" Ezra nimbrung.


"Bang, kalau aku yang di madu, mungkin sejak dulu aku sudah minta cerai, aku tak sekuat Yola," ucap Zahwa.


Ezra pun terdiam. Kemudian dia menayap Huda, terlihat Huda nampak tersenyum tipis, mungkin karena dia bahagia, Dia bisa bebas dengan Rina, tak tau saja dia siapa Rina.


"Jadi ini sudah keputusan bulat mu?" tanya Huda pada Yola.


"Iya, peluk aku sekali lagi, untuk yabg terakhir kali," pinta Yola.


Yola pun meneteskan air mata saat mengatakan itu.


"Kalau kau masih mencintaiku, kenapa kau meminta cerai?" tanya Huda yang kemudian merasa tak tega saat melihat air mata itu.


"Aku akan berusaha melupakan tentang kita. Mungkin aku akan mencari kos dan melanjutkan Kuliah, dan kemudian pulang kampung menemui Kakek," ucapnya.


"Baiklah, itu terserah padamu."


Huda mendekati Yola dan memeluk juga mencium wajah Yola.


"Maafkan aku juga, yang telah menyakiti hatimu, aku tidk tau ini terjadi padaku," ucap Huda.


Zahwa yang melihat adik dadskannya itu pun merasa kesal mendengar perkatan Huda.


"Itu karena kau tidak bisa menjaga timun mu itu, biar tetap di pohonnya, malah keluyuran ke pohon tetangga," ucap Zahwa ketus.

__ADS_1


"Sayang, kok timun lagi sih," ucap Ezra yang bingung, Zahwa akhir akhir ini sering menyebut timun.


"Timun apaan kak?" tanya Yola yang memang tidak paham.


"Tuh timun yang menggantung..."


Hup


Ezra menutup mulut Zahwa sebelum dia selesai mengatakannya. Namun Yola tersenyum karena sudah paham.


***


Sementara di kediaman Rangga. Rangga masih terlihat uring-uringan di kamarnya. Rangga masih berbaring dan hanya menatap layar ponselnya, dia mencari berita tentang ibu hamil muda, kadang dia bergumam dan berdecak, kemudian tersenyum, juga kadang terlihat kesal.


Diba yang baru masuk ke kamar pun menatap aneh suaminya,


"Gaga, ngapain kamu begitu? nggak kerja?" tanya Diba.


"Sayang... aku mau di rumah saja, aku males," ucapnya.


"Terus kalau kamu males, gimana mau menghidupi anak kita? katanya mau anak banyak?" tanya Diba.


"Aku kan bos, bukan karyawan Sayang," jawabnya.


"Oh iya juga ya, aku lupa, hi hi hi cengengesan Diba.


"Sini!" ajak Rangga.


"Mau ngapain?" tanya Diba


"Sini bentar, lihat! aku lagi baca cerita tentang ibu hamil muda, yang boleh dilakukan, dan yang tidak boleh dilakukan," ucap Rangga Diba pun mendekati Rangga.


"Oooh, lihat, kalau hamil muda, kita tidak boleh sering nganu, ha ha ha..." tawa Diba.


"Hemmmm, wangi banget ini Ga, aku belum pernah cium Parfum seperti ini," ucap Diba sambil menghirup aroma baju Rangga, dengan membenamkan kepalanya di bawah ketek sang suami.


"Wangi? parfum?" Ezra pun mencium bajunya sendiri.


"Ish, mana ada bau Parfum, ini bau apek tau," ucap Rangga.


Baju yang di pakai Rangga 'kan baju yang lama tidak di pakai, yang terjepit paling bawah😁.


"Wangi Ga, besok-besok, pakai yang beginian saja ya!" pinta Diba.


"Ish, jorok kali calon anakku inj," gumam Rangga.


"Apa? Jorok, aku kau bilang jorok?" ucapDiba kesal. Seraya melepas pelukannya.


"Nggak kok, ini... Anu eh tunggu!" Diba sudah berjalan cepat keluar kamar karena ngambek. Rangga pun terpaksa menyusul.


***


Jerman. 07.00


Bram sudah duduk di atas kursi rodanya, sementara Zaira tampak memberi makan Arsya dengan bubur.


3 bulan sudah sejak Bram dan Zaira menikah.


2 bulan juga sejak kejadian Zahwa membawa Bram minggat dari Apartemen itu.


Bram tampak bisa menyuap sendiri makanannya, namun sepertinya otaknya tak konek layaknya orang normal.


" Huak... Huak..."

__ADS_1


Tiba-tiba Zaira tampak mual-mual dan berlari ke kamar mandi.


"Zaira ada apa?" tanya sang mama yang lagi asyik mengoseng sayur.


"Entah ma, aroma osengan itu membuatku mual," sahutnya.


"Kapan kau terakhir haid?" tanya sang Mama.


"Sudah 2 bulan ini aku tidak Haid Ma," ucapnya.


"Berarti saat sebelum Bram keluar kota 'kan?" tanya sang Mama.


"Kayaknya iya ma," jawabnya.


"Jangan-jangan kau hamil," ucap Mamanya.


"Ah masa Ma? Aku 'kan sudah 2 bulan ini tidak berhubungan dengan Bram," ucap Zaira.


"Iya 2 bulan, tapi sebelum itu kalian 'kan berhubungan," ucap Mamanya.


"Iya sih... Huak, Ma, tolong tutup sayur itu, aku sangat mual Ma," ucap Zaira.


"Sebaiknya kau periksa ke bidan," ucap sang Mama.


"Hari ini aku akan ke warung makan dulu, dan siang baru ke bidan."


Zaira pun sarapan dengan hanya menggunakan telur dadar dan kecap juga nasi, dia tidak bisa mencium aroma osengan yang dimasak ibunya. Dia pun menyelesaikan makannya kemudian berangkat menuju warung makan milik Bram.


Sesampainya di warung makan dia memantau kegiatan memasak para karyawan di dapur, dan melayani tamu yang sedang sarapan di sana, tiba-tiba Zaira merasa pusing dia pun seperti terhuyung-huyung.


"Nyonya... ada apa?" tanya seorang karyawan yang melihat Zaira seperti ingin terjatuh.


"Entahlah... aku merasa pusing sekali," jawab Zaira. Zaira pun duduk di kursi yang ada di warung makan tersebut. Karyawan mengambilkan air hangat.


"Ini Nyonya, minumlah!" kemudian Zaira meminumnya.


"Aku akan ke ruanganku sebentar," ucapnya Zaira pun berjalan menuju ruangan pribadinya namun.


Brukh....


Dia terjatuh.


Karyawan pun berlarian untuk membantu Zaira yang pingsan. Zaira di bawa ke Klinik terdekat.


Setelah 15 menit di Klinik, Zaira pun terbangun dari pingsannya.


"Nona, anda sudah bangun?" tanya Bidan.


"Oh, di mana aku?" tanya Zaira.


"Anda ada di Klinik kami, Nona hanya perlu istirahat, karena kecapean, Nona tidak boleh stres, karena kandungan Anda masih muda," ucap Bidan.


"Kandungan? Jadi benar aku hamil?" tanya Zaira.


"Iya Nona, apa Anda belum tau?" tanya Bidan.


Zaira pun tampak membelai perut datarnya, dan tampak senyum mengembang di bibirnya.


Akankah Zaira sadar dan mengembalikan Arsya nanti, setelah kehamilannya🥰


Jangan lupa baca juga


WANITA SATU MALAM ya...

__ADS_1


__ADS_2