
"Hey, Ayel! Kenapa kau belum pergi dari sini?" tanya Rangga terlihat kesal.
"Iya, iyaaaa," sahut Ayelen, berjalan dan membuka pintu dan pergi.
"Ma, tai Kak Zahwa telepon da___"
"Maaf, tasku ketinggalan,"
Belum sempat Rangga menyelesaikan ucapannya, Ayelen malah kembali masuk ruangan.
"Dasar cewek sembrono!" ucap Rangga kesal, Rangga bahkan merasa malu dengan pakaian Ayelen yang hanya mengenakan celana jeans dan baju kaos biasa, yang ketat. Ayelen hanya diam di katai Rangga demikian, mungkin karena ada Shaina dia merasa takut, apalagi dia tadi,sudah berkata kurang pantas.
"Ada apa dengan Zahwa?" tanya Shaina setelah Ayel keluar.
"Dia memintaku menyelidiki Huda Ma!"
"Ada apa lagi dengan anak itu, kelihatannya mereka baik-baik saja kok," ucap Shaina.
"Entahlah Ma, aku juga nggak tau, tapi aku akan mencari tau kok,"
"Oooh, oke, sekarang ambil berkas yang akan kita bawa keluar kota!"
Rangga pun menuruti titah sang Mama.
***
"Na na na na na."
Tampak Yola mengendarai motornya di jalanan yang ramai, mau ke mana dia.
"Naaah, gini 'kan enak, motornya udah di ganti dengan yang kecil, klo kemaren kegedeaaan, masa tubuh kurus gini di kasih motor gede, tapi 'kan aku juga yang minta motor itu ya, hi hi hi,"
Gumam Yola sambil terus menyusuri jalanan kota. Dia pun berhenti di sebuah ATM.
"Ambil uang dulu deh, buat belanja Kak Zahwa juga pasti butuh cemilan yang banyak, Busui mah emang pelaper," gumamnya lagi.
Tap tap tap
Dia berjalan mendekati Ruang ATM.
"Lho, ini 'kan motorku yang gede kemaren? Berarti orang ini telah membelinya," gumamnya.
Karena antrian masih panjang, Yola pun berdiri di depan ruangan itu.
Ceklek
"Jadi bener Rin, ini motor pemberian pacarmu?" tanya temannya.
"Iya, katanya ini milik istrinya, tapi karena istrinya kurus kecil, kakinya nggak terlalu nyampe, makanya di kasih ke aku, nggak papalah bekas, ini 'kan juga baru," ucap Rina.
Doooor
__ADS_1
Jantung Yola seakan mau copot, nafasnya naik turun, dia segera mengambil Hp dan menelepon Huda sang Suami.
"Mas, kau di mana? Aku ingin bertemu!" ucapnya.
Rina yang mendengar suara seorang wanita sedang menelepon segera berpaling dan terkejut saat melihat Yola berdiri tidak jauh dari dia berdiri.
"Hey, bukankah kau istri___(pura pura mengingat ingat) ya istri Huda, teman lamaku itu kan?" ucap Rina berusaha menjaga sikap terkejutnya, agar tidak di curigai karena tadi mereka terlanjur ghibahin istri yang kurus.
"Ya, oh iya, dari mana kau dapat motor ini? Ini 'kan motorku?" tanya Yola.
"Ini? Aku___ aku di pinjemin teman, katanya Dia beli dari seseorang, aku nggak tau juga dia beli di mana," ucapnya.
"Jangan bohong! Katakan padaku! Kau pasti menggoda suamiku 'kan?" ucap Yola emosi.
"Yola! Kau dengar aku? Ayo ke Toko, aku sedang di Toko sekarang!" sahut Huda yang masih teleponan, dan Huda mendengar keributan Rina dan Yola.
"Hey, siapa juga yang mau sama Suamimu itu heh, masih banyak lelaki yang lain yang lebih kaya dan tampah," ucap Rina sambil menaiki motornya dan pergi dari tempat itu.
"Eh tunggu! Rin... Kok aku di tinggalin?" Panggil temannya yang tertinggal jauh di belakang, karena Rina lupa saat emosi tadi, langsung tancap gas.
"Awas! Kalau benar motor itu milikku kemaren, aku akan mengucek ucek kepalamu sampai semua rambutmu itu putus semua," gerutu Yola sambil menaiki motornya, dan meluncur menuju Toko, mengambil uang pun tidak jadi karena galau.
***
"Bang Ez, kok senyum-senyum sih? Ada apa? Aku tau, Abang pasti sedang merencanakan sesuatu, karena Abang nggak bisa merahasiakan ekspresi mu itu Bang," ucap Zahwa, saat melihat suaminya senyum senyum sendiri, sambil menatap Zahwa yang baru keluar kamar mandi.
Hap
"Kemasi barang-barang kita, besok kita akan keluar Negeri, untuk liburan, aku menang banyak bulan ini, perusahaan ternama memberikanku royalti yang lumayan, ajak Yola juga Huda sekalian ya! Mama juga beserta 3 Aunty yang akan menjaga si kembar saat kita bulan madu, ini bulan madu yang ku rencanakan, nggak yang kayak dulu, bulan madu dadakan, hi hi."
"Hah, benarkah? Ke mana?" sahut Zahwa antusias.
"Amereka," ucapnya.
"Emmmmmmch, terima kasih Sayang," ucap Zahwa sambil membalas pelukan suaminya dan menciumi pipi Ezra berulang kali.
"Aku akan kasih tau Mama dulu,"
Ezra pun melepas pelukannya, Zahwa mengambil baju ganti dan segera menemui Mamanya.
"Ada apa?" tanya Shaina saat Zahwa mendatangi kamarnya.
"Besok kita keluar negeri ya Ma! kita refresing." ucap Zahwa.
"Kok mendadak sekali? Tapi maaf, Mama nggak bisa kayaknya, Mama merasa kecapean habis dari perjalanan keluar kota," sahutnya.
"Yaaaah, nggak rame deh Ma," rengek Zahwa memales.
"Nggak pala kkk, kalian saja, trus si kembar bagaimana?" tanyanya.
"Bawa Aunty 3 orang Ma, Yola sama Huda juga."
__ADS_1
"Oke, happy Family ya, maaf, Mama nggak bisa ikut, badan Mama pegel semua ini."
"Iya deh Ma, mudahan Mama cepat sehat, atau aku undur saja liburannya ya?" ucap Zahwa lagi.
"Jangan dong sayaaang, lagian 'kan Ezra yang ngajak kamu, kamu harus taat pada suami," nasehat Mamanya.
"Baiklah kalau begitu,"
Zahwa pun keluar dan kembali ke kamarnya.
***
"Kamu jangan cemberut gitu dooong Sayaaaang, bener kok, motornya aku jual sama seseorang kemaren, kamu mau bukti? Biar aku telepon pembelinya," ucap Huda membujuk Yola yang sedang merajuk karena curiga hubungan Rina dan Huda.
"Nggak usah Mas, baiklah, awas kalau Mas bohong! Aku mau pulang dulu, mau cari cemilan buat Kaka Zahwa,"
"Oke sayang, emch," Huda mencium pipi istrinya lembut dan mesra.
Yola pun pergi namun hatinya masih dongkol dan tak percaya, akhirnya dia mengurungkan lergi, dia memesan taksi, dan menyembunyikan motornya di rumah krang dekat pertokoannya.
"Kita mau ke mana Nona?" tanya Sopir taksi
"Kita di sini saja, nanti akan ku bayar,mau ful seharian, karwna ada yang ingin ku selidiki," jawabnya.
"Naik Nyonya, 500.000 ya Nona, jalk sehari penuh," ucap sopir.
"Iya, satu juta pun akan ku bayar," ucapnya. Sang Sopir terlihat tersenyum puas.
Tak berapa lama, mobil Huda tampak keluar dari halaman parkir Toko.
"Pak, ikuti mobil itu! Tapi jangan dicurigai ya!" perintah Yola.
Tanpa babibu Sopir pun melaju.
"Mas, makan siang di rumah atau di mana?"
Yola mengirim lesan lada Huda.
"Maaf Sayang, aku ada pertemuan sama pemilik bangunan yang ingin membeli bahan lada kita siang ini, aku makan di luar saja," balasnya.
"Baiklah," jawab Yola.
Tak berapa lama, Huda tampak memasuki sebuah bangunan Hotel, dan turun dari mobilnya.
"Pak, ini Dp, tunggu aku di sini," Yola menyerahkan 300 uang kertas pada Sopir.
Yola mengikuti Huda yang masuk ke Hotel tersebut, dia pun mengaktifkan kamera Hpnya.
Suaminya menaiki Lifh lantai 5. Yola pun naik lifh yang ada di sebelahnya.
Saat Lifh terbuka dan Yola berhati-hati menyembulkan kepalanya keluar lifh, betapa terkejutnya di saat melihat Huda sedang di sambut mesra oleh Rina di depan kamarnya, Huda mencium pipi Rina lembut, Huda pun ikut masuk.
__ADS_1
BERSAMBUNG...