
Shaina memeluk tubuh anaknya erat, dia coba mengehentikan tangisannya karena merasa malu dengan Ezra, namun isakan nya masih terdengar.
"Shaina... Sayang, kau di mana?" panggil Fathir yang panik tidak menemukan istrinya di mana-mana.
"Sssssst... Aku lagi tidak ingin bertemu Papa kalian," pinta Shaina, Rangga dan Ezra pin jadi bingung sendiri.
"Ma, sebenarnya ada apa? Selesaikan dulu urusannya sama Papa," pinta Zahwa.
"Aku perlu menenangkan diri dulu Nak, ini tidak mudah, bahkan sangat sulit, Ezra, bolehkah ku pinjam Zahwa malam ini?" tanya Shaina.
"Boleh Ma, tapi mau di bawa ke mana ibu hamil ini?" Ezra mungkin khawatir kalau di ajak jalan jauh, karena Zahwa juga kurang sehat dan masih mual.
"Di sini saja, aku ingin tidur di kamar ini sama Zahwa," ucap Shaina.
"Oooh, baiklah, kalau begitu aku ke bawah dulu, ambil botol minum dulu,"
Ezra turun ingin mengambilkan air minum Zahwa.
"Ma, kalau begitu, aku ke tempat Dodi saja, menginap di sana," izin Rangga.
"Hati-jati ya,""
Rangga pun pergi.
Ceklek
Ezra masuk membawakan botol minum Zahwa.
"Papamu ada di bawah?" tanya Shaina.
"Nggak ada Ma, kalau begitu, aku ke bawah saja ya, selamat malam Zahwa," ucap Ezra seraya melambai. Ini adalah kali pertama Ezra tidur sendirian.
Akhirnya Shaina dan Zahwa pun hanya berduaan, Shaina menceritakan apa yang baru dia dengar dari mulut suaminya sendiri, Zahwa syok dan terkejut.
"Ma, apakah Mama percaya kalau Papa memang tidak pernah membunuh? Atau dia hanya menyembunyikannya saja dari mama, agar Mama tidak marah?" tanya Zahwa.
"Aku juga tidak tau Zahwa, aku juga lagi berpikir, dan Saila, siapa sebenarnya Saila? Apakah dia juga,korban Papamu?"
"Entahlah, tapi Mama harus menyelesaikan ini sama Papa, nanti Papa marah," ucap Zahwa.
"Ya, besok, untuk malam ini, aku ingin di sini dulu."
Mereka pun terdiam dan mencoba untuk tidur.
***
Jam menunjukkan jam 1 malam. Shaina tampak terlelap ketika tiba-tiba nafasnya terasa sesak karena di peluk seseorang.
"Aduuuh, sesak, Zahwa, Mama sesak nih, ke sana sedikit doong,"
Namun krang yang di panggil tidak bergerak.
"Zahwa... Mama nggak bisa nafas nih,"
Shaina pun membuka matanya dan terbangun.
"Beng? Kapan kamu ada di sini?"
Fathir yang tadi malam melihat Ezra turun dari tangga bertanya.
__ADS_1
Tadi malam
"Ezra lihat Mama?"
"Mmm, anu Pa___itu.."
"Kok anu anu, kamu lihat Mamamu nggak?" tanya Fathir.
"Dia___sama Zahwa di atas, kata Mama, malam ini, dia pengen tidur sama Zahwa di kamar Rangga," Ezra tak ada pilihan.
"Oooh, iya nggak papa kok,"
Fathir pun masuk ke kamarnya, rupanya jam 1 tadi dia tidak bisa tidur dan naik ke atas, menyuruh Zahwa turun dan mengantarnya ke kamar Ezra. Dan ternyata Ezra juga tidak bisa tidur nyenyak karena sudah terbiasa berbagi udara dalam satu ruangan.
"Beng... Bangun!" Shaina pun membangunkan Fathir yang baru saja tertidur.
"Ada apa sih Sayang?" sahutnya serek.
"Aku ingin bicara 4 mata malam ini sampai selesai," ucap Shaina.
"Besok saja ya! dari tadi aku tidak bisa tidur, ini baru tidur," sahut Fathir.
"Tidak! Sekarang!"
Fathir pun dengan,susah payah duduk dsn menatap istrinya.
"Ceritakan semuanya dari A sampai Z," pinta Shaina.
"Baiklah,"
Fathir pun mengucek-ucek matanya.
"Begini____"
Semua masa lalu Fathir pun dia ceritakan, tak ada rahasia lagi di antara mereka. Saat itu, saat dia juga merenggut kegadisan Shaina, Shaina merasa malu dan menyuruh Fathir menskip kisah itu😄
***
"Ayo kita ke pasar tradisional!" ajak Zahwa.
"Sekarang?" tanya Ezra.
"Iya sekarang! Masa besok?" tanya Zahwa lagi.
"Mendadak gitu sayang, aku 'kan belum mandi! Mamdi dulu ya!"
Ezra pun berlari ke kamar untik mandi,sebentar, tak sampai 5 menit dia sudah datang.
"Lho, udah mandi kak? Bentar sekali?",tanya Rangga.
"Kamu 'kan tau, kalau Kakakmu ini nggak bisa nunggu lama, ayo sayang!"
Zahwa hanya tersenyum melihat suaminya yang udah rapi dan wangi hanya dalam hitungan menit.
Mereka pun pergi ke pasar tradisional yang tak jauh dari tempat tinggal mereka. Pasar pagi yang terlihat ramai dan sesak.
"Kamu yakin ingin pergi ke dalam sana, di sana becek dan bau lho sayang, kamu nggak boleh jiji, apalagi terlihat angkuh," nasehat Ezra. Ezra takut Zahwa tidak bisa membawa diri saat di pasar sama, karena di pasar sana dari kalangan standar ke bawah.
"Iya Bang, aku tau kok, aku juga pernah sama nenek dulu ke pasar begini waktu kecil." sahut Zahwa.
__ADS_1
Merwka pin berjalan menyusuri jalan yang basah.
"Emang kamu mau beli apa?" tanya Ezra.
"Jajanan pasar Bang, kayak bubur sum-sum dan sejenisnya," sahutnya.
Sampailah Zahwa di sebuah warung, terlihat makanan yang enak, bakaran dan lain-lain, Bumil ini pun jadi ngiler.
"Bang, mau makan di sini," ucapnya tanpa ragu, dia pun duduk di bangku panjang yang kosong. Ada beberapa ibu-ibu juga yang sedang makan.
"Eeeeeh, maling ya kamu ya?"
Tiba-tiba seorang ibu mengumpat nyaring pada seorang ibu-ibu yang sedang menggendong bayi, yang ada di samling Zahwa.
"Tidak bu, saya tidak ngapa-ngapain," ucap ibu itu.
"Enak aja, aku ngerasa tadi tangan kamu masuk tas aku, ini mana uangku 200 ribu tadi di sin? aku mau bayar makan, tadi aku masukin sini, aku lupa nutup resleting," ucap Ibu itu lagi sambil mencengrkam tangan ibu yang menggendong anak itu pun pucat.
Uangnya seperti apa?" tanya Zahwa.
"2 lembar merah, ini udah nggak ada Mbak, dia ini yang ambil," ibu itu tetap ngotot.
"Maaf bu, itu uang siapa?" Zahwa menunjuk uang 2 lembar kertas berwarna merah ada di bawah kaki Zahwa.
"Ha?" Ibu itu pun mengambilnya dan memasukkannya dalam tas sambil tersipu.
"Oooh iya ya, hi hi,"
"Huuu, ibu ini main tuduh-tuduh saja," ucap yang lain.
Sementara ibu yang menggendong bayi pun menatap Zahwa penuh tanda tanya.
"Bu, sebaiknya ibu pulang saja, tidak apa-apa kok, itu uangnya sudah ketemu,"
Ezra yang dsri tadi menatap Zahwa tau apa yang terjadi.
Selesai makan, mereka pun pergi meninggalkan warung, di ujung jalan, ternyata ibu tadi menunggu Zahwa dan Ezra selesai makan, wanita itu mengejar Zahwa.
"Mbak, mbak, tunggu!" ucapnya.
"Ha, ada apa?" tanya Ezra.
"Aku sungguh berterima kasih pada Nona,", ucap wanita itu.
"Bu, jangan di ulangi lagi ya, kasian anak ibu ini," ucap Zahwa.
"Aku tidak ada pilihan Nona, aku tidak ada,pekerjaan, aki mengemis sudah 2 hari ini tidak dapat."
"Ini, kau datang saja ke sini nanti sore ya, sekarang aku mau belanja dulu," ucap Zahwa memberikan kartu nama.
"Terima kasih Nona.
Mereka pun berpisah.
" Sayang, emang kamu tadi lihat ya saat ibu itu di ambil uangnya?" ucap Ezra.
"Iya, dan aku teringat kisah Papa di masa lalu,"
Ya Kisah yang sama dengan papanya, saat Shaina menceritakan kisah papanya juga adalah maling di masa muda karena faktor ekonomi.
__ADS_1
BERSAMBUNG...