
Anggara dan beberapa orang kepercayaannya berkumpul di ruangan pribadi Anggara. Tampak Anggara sedang meeting bersama orang kepercayaannya itu, ada lima orang yang berada di ruangan itu, mereka sedang mengatur siasat untuk menyerang perusahaan Ezra.
"Jadi bagaimana bos? apakah kita akan menyerang sekarang?" tanya bawahannya.
"Iya, minggu depan kita akan beraksi," ucap Anggara.
"Tapi apakah rencana kita ini akan berhasil, Bos?" tanya bawahannya lagi.
"Kita sudah sejauh ini, dan kita juga sudah mengatur nya dengan rapi, semua rencana kita pasti akan berhasil," ucapnya.
"Baik Bos, kami akan melaksanakan perintah Bos, sekarang kami pamit dulu, Bos," ucap kepala komplotan itu.
"Baiklah," sahut Anggara.
Keempat orang kepercayaan Anggara pun meninggalkan ruangannya. Tak berapa lama, masuklah seorang perempuan yang sangat seksi dan menggoda.
"Bagaimana? apakah sudah siap?" tanya anggara pada wanita itu.
"Ya, aku sudah... sangat siap, kita akan meluncurkan aksi kita," ucap Wanita itu.
"Baiklah, aku mohon maaf, karena telah melibatkan mu dalam urusan pribadi ku," ucap Anggara.
"Tidak apa-apa sayang, semua yang aku lakukan ini demi kamu, demi kebahagiaanmu, kalau kau merasa senang, aku pun akan ikut senang," ucapnya.
__ADS_1
"Baiklah, kalau rencana ini berhasil dan kita bisa menghancurkan perusahaan nya, maka aku akan menikahi mu segera," ucap Anggara.
"Terima kasih Mas, sekarang apa yang harus kita lakukan?" ucap wanita itu.
"Monita, sekarang aku lagi pengen," ucap Anggara.
"Ah kau ini," sahut genit Monita.
"Ayooo!" ajak Anhgara.
"Ini kan lagi di kantor Mas," ucap wanita itu.
"Tidak masalah, ini kantor pribadi ku," ucapnya sambil tersenyum aneh.
***
Di kediaman Zahwa, pagi ini si kembar tampak berlarian di ruang tamu, ditemani oleh Yola yang sedang liburan,. Tampak Yola duduk di ruang tamu sambil main game di hp-nya. Sesekali menatap kearah si kembar untuk menjaganya, karena zahwa sedang mandi. Sementara Ezra sudah berangkat ke kantor pagi-pagi sekali.
"Onti onti..." ucap Arsy bergelut menja di asuhan Yola. Yola pun mengangkat gadis cantik dan mungil itu, tak berapa lama, arsya pun datang tiba-tiba mengambil hp Yola dan melemparnya. karena dia marah cemburu.
"Arsya... Nggak boleh gitu!" ucap Yola.
Arsya memang agak pemarah, mungkin karena mulai bayi sampai usia 7bulan di asuh oleh mama Zaira yang sering marah marah.
__ADS_1
"Sayang... kok gitu? kamu marah ya? cemburu ya? Ngegemesin banget sih," ucap yola seraya menarik tangan Arsya dan juga membawanya ke pelukannya, kedua si kembar itu pun kini berada di pelukan Yola. Mereka tampak sangat gembira.
Tampak dari atas, Huda berjalan dengan santai, menuruni anak tangga dengan membawa ransel penuh baju, Yola yang mendengar tapak kaki pun menoleh ke arah tangga. Kemudian dia berpaling ke arah lain, karena tahu itu adalah Huda mantan suaminya.
Sementara Huda yang melihat kelakuan Yola hatinya terasa teriris, wanita solehah itu kini berada dihadapannya. Namun sejak Bercerai, Yola benar benar sudah berubah, dia sangat menjaga pandangannya.
"Yola, kau di sini?" tanya Huda.
"Iya," sahut Yola tanpa menoleh sedikit pun ke arah Juda.
"Apakah kau begitu benci padaku? Hingga kau tak mau menatapku lagi," ucap Huda.
"Tidak, aku tidak mau membenci siapa pun, namun ini sudah jalan yang ku pilih, aku akan menjaga pandanganku," sahutnya dengan masih hanya menatap si kembar.
"Oooh, aku akan pulang ke kampung, ke tempat kakek mu," ucap Huda.
"Ooh, salam untuk Beliau, bulan tadi aku baru ke sana," sahut Yola.
"Ooh, baiklah aku permisi."
Huda pun pergi meninggalkan Yola. Tak sedikit pun Yola menatap punggung Huda.
"Sebenarnya, aku pun sakit," batin Yola.
__ADS_1
Bersambung...