Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Menatap Jasad Zahwa Pilu.


__ADS_3

Ezra di perbolehkan menengok Zahwa yang sedang koma di ruangan VIP ya. Ezra juga akan segera pondah ke kamar istrinya itu untuk perawatan. Fathir sengaja memindahkan ruangan Zahwa ke ruangan Vip yang luas.


"Hwa...sadarlah! Ini aku suamimu, ayo sayang! Bangunlah!"


Ezra memegangi ke dua pipi istrinya dan mengecup mesra bibir itu.


"Maaf Tuan, apakah anda suaminya?"


Tanya seorang suster.


"Iya," Jawab Ezra tanpa menoleh.


"Bisa kita bicara sebentar?"


Ezra yang duduk di kursi roda pun mengangguk.


"Kita bicara di sini saja," Sahutnya.


"Baiklah, begini Tuan, karena benturan yang sangat kuat, dan saat itu istri anda tidak memakai safety belt. Maka kepala istri anda sedang dalam masalah yang serius."


"Jadi kami harus,bagaimana? Apakah harus kami bawa ke luar Negeri? Apakah ada Rumah Sakit yang bisa menyembuhkannya?" Ezra sangat khawatir dengan kondisi Zahwa hidup namun tak berdaya seperti mayat.


"Tidak ada Rumah Sakit yang bisa menangani kasus seperti ini Tuan! karena ini kerusakan Jaringan di kepalanya. Kita tunggu saja, mungkin akan ada keajaiban." Ucap Asisten Dokter.


"Baiklah," Jawab Ezra terasa lemes.


Setelah selesai, Ezra pun kembali menatap istrinya.


"Hwa bangunlah! Aku akan menantimu sampai kapanpun, aku janji, kelak kau bangun, aku lah orang pertama yang kau lihat Sayang," Ucapnya lagi.

__ADS_1


"Sayang, apa kau lapar?"


Mita membawakan sepotong roti kesukaan Ezra. Roti isi kacang ijo.


"Mi, aku merasa kenyang, rasanya nafsu makanku pun sudah hilang bersama Zahwa," Jawabnya.


"Sayang, kamu harus jaga kesehatan, sampai Zahwa siuman, Bagaimana kau akan menunggunya, sedangkan kau sendiri sakit."


Rayuan Mita ternyata menyentuh hati Ezra, dia pun mengambil Roti itu dan mulai menyantapnya, sambil meminum air putih.


...***...


Detik, menit dan jam terus berlalu. Seminggu sejak kejadian itu, tampak seorang gadis duduk di teras rumah mungil yang tak begitu jauh dari sungai.


"Nduk, apa kau lapar?"


Wanita itu menggeleng.


"Tapi aku takut Pa! Kita 'kan tidak pernah berurusan dengan polisi, bagaimana kalau nanti malah kita yang jadi tersangka, ngeri Pa!" Ucap Istrinya.


"Lalu bagaimana dengan Dia? Apakah kita akan tetap menampungnya?sudah satu minggu dia bagai mayat hidup begitu bu!" Ucap suaminya.


"Nduk! rumahmu di mana?"


Ibu itu pun kembali mendekati gadis malang dan menanyakan alamatnya. Sekali lagi gadis itu menggeleng.


"Duh Gustiiii... Gimana iki?"


Ibu menepuk jidatnya, hingga menimbulkan suara yang nyaring.

__ADS_1


"Bu, kalau kau tidak mau lapor polisi! Ya tanggung resiko aja buat menjaganya. Mungkin nanti dia akan ingat siapa dirinya.


Setelah beberapa hari gadis itu di rumah ibu, di pinggir sungai.


"Bu, anterin aku ke pasar."


Ini lah kali pertama gadis itu bersuara.


"Kamu sudah ingat segalanya?"Tanya ibu.


"Belum namun aku menemukan ini di saku celana jeans ku yang ibu cuci, mungkin aku bisa mengambil uang, mudahan saja aku ingat pin nya."


Ibu pun bersiap untuk membantunya pergi ke pasar.


Setelah perjalanan menggunakan sepeda milik ibu, mereka pun sampai di pasar yang lumayan ramai, setelah bertanya ATM buat narik uang, Gadis itu pun menyuruh ibu tunggu di depan ATMnya.


Cklek


Gadis sudah keluar dan terlihat membawa uang yang banyak.


"Ibu, ini buat ibu, aku mohon maaf, aku sudah ingat semuanya, aku akan pulang, maaf merepotkan ibu."


Gadis itu pun menyerahkan segepok uang sekitar 2 jutaan untuk ibu.


-"Nduk, nggak usah, kami ikhlas kok." Ibu menolak.


"Nggak papa kok Bu, mudahan Ibu sehat slalu aamiin."


Gadis itu meraih tangan ibu dan menyerahkan uang tersebut. Dia pun permisi dan berjalan meninggalkan Ibu yang terlihat meneteskan air mata.

__ADS_1


"Ezra... apakah kau sudah meninggal? Atau kau juga selamat? Heh, aku penasaran dengan istrimu itu, aku akan mencari tau keberadaan kalian."


Ternyata Zaira selamat dari kecelakaan maut itu.


__ADS_2