Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Kalung cantik untukmu


__ADS_3

Rangga berlari menuju Apotek untuk mengambil obat Zahwa, sementara Ezra sangat khawatir dan was-was, menunggu perawat memberi kabar.


"Baiklah, kami akan memberitahukan bayi siapa yang telah hilang hari ini, karena terlanjur ketahuan, nama bayi yang telah di bawa orang tanpa sepengetahuan kami adalah atas nama Arisya Astanti, kalian boleh pergi," ucap perawat itu.


"Aku mau melihat putra dan putriku dulu!" ucap Ezra menyahut.


"Maaf Tuan, kami akan menertibkan ruangan, hanya 3 perawat yang sekarang boleh masuk ke ruangan ini," katanya lagi.


"Aku belum yakin, kalau aku tidak melihatnya," ujar Ezra mendesak.


"Betul!" sahut yang lain.


"Baiklah, kami akan mengizinkan kalian hanya 2 menit, hanya untuk memastikan bahwa bayi kalian aman, kami akan memanggil nama bayi dan ibunya, satu persatu," ucap perawat.


Mereka pun merasa sangat senang. Satu persatu mereka di panggil ketika tiba antrian Ezra, dia pun masuk.


"Arsya! Arsy! apakah kalian baik-baik saja?" Tampak dua bocah itu tertidur pulas di Boksnya masing-masing. Ezra mengambil HPnya dan memfoto ke dua buah hatinya itu.


Ezra lega, akhirnya dia pun pergi ke kamar dan menceritakan pengalamannya hari ini pada Mertua dan Istrinya.


"Bang, kita pulang saja yuk! Aku takut, aku merasa khawatir kalau terjadi apa-apa sama anak kita. Kira rawat di rumah saja mereka Bang!" ucap Zahwa.


"Iya, hari ini aku akan membicarakannya dengan dokternya, kita akan beli inkubator dulu untuk mereka berdua, karena mereka lahir prematur."


Ezra pun duduk di kursi dekat Zahwa.


***


Yola tampak sedang duduk manis di teras rumah, dia sudah menyelesaikan kuliahnya, hanya menunggu KKN.


"Yol, jalan yuk!" ajak Huda.


"Jalan? Mana boleh?" sahut Yola, sambil terus memandangi layar HPnya.


"Sebentar saja kok, temenin aku mau beli HP trus ke kantor mengambil berkas." ucapnya.


Huda sudah bekerja lagi di perusahaan kecil yang di belinya pakai sisa uang penjualan perusahaan yang terdahulu.


"Nanti mama nanyain," ucap Yola.


"Tak apalah, kita 'kan saudara? apalagi kita pernah tertukar, dan sekarang status kita itu tidak masalah, karena walau aku sudah di temukan, namun ayah dan ibuku juga sudah tidak ada 'kan?" ucap Huda lagi.


"Baiklah, sebentar saja ya? Aku mau lihat Perusahaan yang kau rintis itu." Sepertinya Yola sudah tidak marah sama Huda.


Huda pun tersenyum, Dia berjalan mendekati mobil sambil menunggu Yola ganti baju.


"Boleh nggak ya menikahi Yola? Kami pernah tertukar dan dia menjadi anak Papa, dan aku menjadi anak orang tuanya Yola," gumamnya.


"Ayo!"


Tiba-tiba Huda sudah berada di dalam mobil di belakang Huda.


"Kok di belakang Yol? Aku 'kan bukan sopir mu?" tanya Huda heran.


"Di belakang aja, nanti nggak enak kalau Mama tau, ayo! Yang penting kita pergi," ucap Yola lagi.

__ADS_1


"Ya beda laaaah, kalau kau di sampingku 'kan bisa saja kau akan menjadi teman hidupku, se_la_manya, hi hi," ujar Huda lagi sambil cekikikan.


"Ih, apaan ih, kita 'kan saudara angkat," ucap Yola.


"Tapi 'kan kita bukan kandung?" sahut Huda.


"Tau ah, oh iya, memang kita mau ke mana?" tanya Yola basa-basi.


"Ke mana pun kau mau, akan ku bawa, meski pun kau meminta masuk ke hatiku," gombal Huda lagi, sambil tersenyum, namun dia merasa lega, setidaknya dia sudah mengungkapkan isi hatinya, yang selama ini dia pendam.


"Gombal, apaan sih?"


Yola pun memalingkan mukanya lalu mengambil HPnya dan mulai Chat seseorang.


"Sayang, kamu sedang apa?" Yola.


"Baru bangun tidur, ada apa?" Viki


"Nggak papa, besok kamu libur 'kan?" Yola


"Iya, emang kenapa?" Viki


"Kita jalan yuk!" Yola.


"Anu, aku besok disuruh bersihin halaman Sayang, nggak bisa, minggu depan aja ya! Nanti Mama marah lagi, maaf ya!" Viki.


"Ya udah, daaah," Yola


Kayaknya Yola habis Chat pacarnya ya. Dia pun tersenyum-senyum sendiri.


"Yol! Ngapain Loe cengengesan gitu, emang hal lucu apa yang kau baca?" Huda penasaran dengan tingkah Yola.


Mereka pun terus melaju dan berhenti di sebuah pusat perbelanjaan.


"Ngapain ke mari?" tanya Yola.


"Ya mau Shoping lah, mau apa lagi? Ayo! Aku belikan sesuatu apa aja yang kamu mau," ucap Huda.


"Emang kamu ada uang? Kamu 'kan baru merintis perusahaan itu?" tanya Yola lagi, sambil turun dari mobil peninggalan Papa Fathir.


"Ya adalah, masa aku berani bawa wanita ke mall, kalau aku nggak bawa uang, ayo!"


Huda ingin menggandeng tangan Yola, dengan menyodorkan tangannya.


"Nggak boleh, nanti ada temen Mama yang lihat." jawab Yola, sambil berjalan mendahului Huda.


"Aaaaah," desah Huda sambil menghempas tangannya yang tidak disambut Yola.


"Kamu mau beli apa?" tanya Huda.


"Nggak ada apa-apa, aku sudah memiliki semua yang aku mau," jawabnya.


"Kita beli cincin ya? biar jadi kenangan, mungkin saja nanti kau atau aku yang lebih duluan pergi," ucap Huda.


"Masa cincin? Apa nggak ada benda lain?" tanya Yola.

__ADS_1


"Gelang? kalung?" tanya Huda.


"Mmmmmm, terserah kau lah!"


"Ayo!" Huda menarik tangan Yola menuju Toko Perhiasan. Yola pun terpaksa mengikuti.


"Ayo pilih!"


"Ini 'kan kenangan? Jadi kau saja yang memilih untukku," ucap Yola.


"Aku 'kan nggak pandai memilih perhiasan?" ucapnya.


"Namanya juga pemberian, aku akan menerimanya," jawab Yola lagi seraya duduk di kursi yang di sediakan penjual toko.


"Mau cari perhiasan untuk tunangan Tuan?" tanya karyawan Toko.


"Oooh, mau lihat-lihat dulu mbak, kalau yang kecil-kecil dan unik yang bagaimana? Seperti kalung aja," ucap Huda.


"Di sini Tuan, ini berbagai macam perhiasan," ucap karyawan Toko.


"Yang itu aja, kupu-kupu."


Huda pun membeli kalung berliontin kupu-kupu cantik. Setelah membeli kalung, Mereka pun membeli berbagai macam cemilan yang ada di pasar itu, dsri kentang goreng, siomay dan empek2.


"Yola, sini!" Yola pun menoleh saat dia sedang asyik memakan kentang gorengnya.


"Ini," Huda mengusap bibi Yola yang terlihat ada saos nempel di situ, mengusap dengan telunjuknya, lalu telunjuk itu dia isap sendiri.


"Ih jorok ah," komentar Yola saat melihat adegan itu.



***


"Yola, hari ini temenin aku nyervis mobil Papa ya!" ajak Huda.


Hari ini adalah jari Ahad, Huda, Rangga sedang libur, kalau Rangga walau pun libur, dia akan tetap berada di kantornya untuk memeriksa berkas, kalau Huda pekerja santai, sia tidak akan membuang waktunya kalau lagi libur, dia hanya bersantai.


"Jam berapa? Soalnya hari ini aku ada acara mau ke rumah temen," ucapnya.


Padahal hari ini Yola bermaksud ke rumah Viki.


"Sekarang sja yuk! Biar kita makan nasi uduk saja," ucap Huda lagi.


"Baiklah."


Mereka pun pergi berdua, kali ini Yola tampak duduk di depan. Sepanjang jalan dia hanya membuka Chat nya dan tampak manyun.


"Tunggu!" ucap Yola tiba-tiba, ketika melewati Losmen yang ada di pinggir jalan.


"Ada apa?"


Huda heran saat tiba-tiba Yola membuka pintu dan turun dari mobil. Yola tampak berjalan laju mendeksti seseorang.


Bugh bugh bugh.

__ADS_1


Yola memukul dua orang pejalan kaki yang tampak bermesraan, Huda pun tambah bingung dan panik, kemudian dia turun menyusul Yola.


BERSAMBUNG...


__ADS_2