Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Benih Asmara


__ADS_3

Tak berapa lama, Sindy pun datang, dia karyawan yang bertukar tempat degan Lala.


"Waaah Bu Sindy, selamat ya, Anda terlihat keren kalau berpakaian seperti ini," ucap karyawan Toko, yang duku adalah sahabatnya sesama karyawan.


"Nova apaan sih, panggil saja nama, nggak usah sungkan, aku rasa nggak pantes jadi atasan," ucapnya merendah.


"Mudahan kamu jadi atasan yang adik dan bijaksana ya!" ucap sahabatnya itu lagi.


"Amiin, ayo! Kerja lagi, si Nos ada di kantornya, lahi bekerja kita harus serius ya!" ucapnya kemudian.


"Iya Bu Bos!" ucap sahabatnya itu.


Sindy pun tertawa kecil merasa lucu dengan panggilan barunya itu.


"Pak, ada konsumen yang menawar harga barang, aku tidak bisa memutuskannya," ucap Sindy menemui Huda di ruangannya, entah mengapa Huda spontan gitu ngeliat paha mulut Sindy, yang memang Roknya di atas lutut. Kok Huda sekarang berbeda ya? Sindy yang di tatap pun biasa-biasa saja.


"Baiklah, aku akan ke sana."


Huda pun berdiri dan berjalan melewati Sindy.


"Tolong panjangkan rok anda besok!" titah Huda tiba-tiba.


Eeeet, ternyata Author salah sangka😄


"Hmmm," Ia mengangguk, Sindy terpaksa hanya mampu menggumam, dia tidak menyangka, kalau di hari pertama kerja, malah dapat teguran yang tak mengenakkan.


Huda menemui komsumen yang bawel, seorang ibu-ibu yang pakaiannya aduhai, emasnya saja hampir ke sikut, kalungnya buasar kayak rantai pengaman motor di teras Author.


"Tolong di kurangin dong Pa, saya 'kan beli banyak ini, lihat belanjaan saya di nota 12 juta lebih," ucap Wanita kaya raya itu.


"Baiklah, saya potong 500.000___ Sindy, tolong kurangin notanya," titah Huda.


"Iya Pak," ucap Sindy.


"lLho! Kok cuma 500 sih Pa? Tambahin ke' saya belanja di sini, karena kata temen di sini lebih murah, ini kok cima sehitu?" lrotes emak itu.


"Baiklah___,"


Wanita itu tampak girang saat Huda kembali berbalik.


"Sindy, tolong Kau potong 300.000 saja! aku mau pulang sekarang," titahnya lagi.


"Lho, lho, kok tambah dikit sih pa?" protes wanita itu sambil menatap kepergian Huda.


Sedang Huda sudah masuk ke dalam mobilnya dan menghidupkan mesin monilnya.


"Pa... Pa... Tunggu! Kenapa malah sedikit?" teriak wanita itu. Huda pun membuka kaca mobilnya.


"Bu, belnjaan ibu sebanyak 12 juta itu, aku bisa gajih 5 orang karyawan lho bu, dan dengan gajih itu, mereka bisa menghidupi beberapa anggota keluarganya,,harusnya Ibu jangan banyak mengeluh, toh, Ibu masih banyak tuh cuan yang numpuk di badan ibu, mudahan berkah bu, aamiin,"

__ADS_1


Huda pun menutup kaca dan pelan-pelan pergi. Sementara ibu itu tampak merenung dan kembali menuju kasir.


"Mbak, aku bayar semua aja deh, nggak udah di potong," ucap wanita itu tiba-tiba.


"Ha? Beneran Bu?" tanya kasir heran, tadi 'kan dia ngotot mau di diskon, kini malah nggak jadi.


"Nggak papa Mbak, Mbak udah berkeluarga?" tanya Wanita kaya.


"Udah Bu, tapi cerai, menghidupi anak satu," ucapnya. Kasir sudah selesai memberi Nota yang baru, karena nota sebelumnya banyak coretan.


"Terimakasih ya, ini buay anaknya," Wanita kaya itu malah memberi tips pada kasir 100.000.


"Terima kasih bu,"


Wanita kaya itu keluar dan mendekati 3 lelaki suruhan Huda yang tadi membantu mengangkat barang-barangnya ke truk.


"Ini, untuk kalian,"


Eeeeh, malah si ibu kasih tips lagi 50/orang.


JANGAN LELAH BERSEDEQAH, KARENA SEDEQAH AKAN DI LIPAT GANDAKAN 1 BANDING 10.


Sumpah, aku sering mengalami ini. Ketika ku memberi 10. Dapat 100.000 ketika membwri 50.000, di ganti 500.000 oleh teman sekolah yang udah sukses, Author mah cuma recehan belum sukses😁


***


Dret... Dret... Deret...


"Helo, siapa?" tanyanya.


"Aku Rina, kamu di mana sekarang?" tanya Rina.


"Lagi di jalan, baru pulang ngantor," jawabnya.


"Bisa ketemuan nggak, untuk makan siang," ajak Rina.


"Mmmmm, gimana ya? Kamu di mana?",tanya balik Huda.


"Aku baru selesai berurusan dengan polisi, aku sumpek banget nih," ucap Rina lagi.


"Baiklah, tapi hanya makan ya? Soalnya aku terburu-buru," ucap Huda.


"Oke, aku tunggu di depan kantor polisi ya!"


Telepon pun ditutup. Huda melajukan laju kendaraannya menuju kantor polisi yang memang satu arah menuju jalan pulang.


***


"Pak Ezra, Meeting hari ini akan di mulai jam 2 siang, berkas semuanya sudah saya siapkan," ucap sekretaris Ezra saat Ezra baru sampai di kantornya. Dia baru saja mengunjungi proyek baru, dia membangunnya diam-diam untuk hadiah buat Zahwa, sebuah Toko besar yang dia persembahkan untuk Zahwa.

__ADS_1


"Oooh, baiklah, kalau begitu aku akan makan siang dulu," sahut Ezra.


Ezra pun berjalan keluar dan menuruni lifh. Menuju mobil mewahnya. Semua karyawan terkesima dengan ketampanan anak Izzam tersebut.


"Makan di mana ya? Sebenarnya aku males banget makan di luar sendirian begini," gumamnya.


Ezra sudah terbiasa makan di rumah bersama istri tercinta, yang membuat dia kangen rumah, Zahwa, yang slalu mengambilkan nasi, lauk pauk, bahkan ketika dia mau nambah pun di ambilkan.


Akhirnya Ezra mengeluarkan Hp nya dan menelpon seseorang.


"Sayang, kembar lagi ngapain?" tanya Ezra.


"Mau ngapain lagi mereka kalau tidak tidur," sahut Zahwa.


"Aku lagi cari makan nih, males banget makan sendirian begini, kalau bukan proyek besar, aku males ngantor, pengen sama Si Kembar dan mencium wangi tubuh mereka Hemmmmmmmh," terdengar Ezra seperti mencium hitu, mempraktekkan apa yang dia ucapkan.


"Jadi Abang sekarang cuma kangen sama Si Kembar nih? udah lupa sama yang lahirin?" sahut Zahwa seakan cemberut dan merajuk.


'Aduuuh, salah lagi gue' Lirih hatinya.


"Ya nggak lah Sayaaaang, kalau sama kamu itu aku nggak bisa ungkapin, aku merasa cintaku terlalu dalam, hingga aku nggak bisa jelasin dengan kata-kata," ucapnya kemudian.


"Mmmm, bisa juga ngegombal___ eh udah Banh, Arsya bangun nih,"


"Hmmmmmh, semakin rindu aku kalau dengar suara tangisnya," ucap Ezra lagi, sementara Zahwa sudah mengucap salam dan menutup telepon.


"Lho, kok udah ditutup?" tanya Ezra sambil memandangi HPnya.


"Apa memang begini ya wanita, kalau udah punya anak, nggak terlalu perduli sama suami?" batinnya lagi.


Ezra pun berhenti di sebuah warung makan yang besar dan mewah.


"Ini 'kan mobil Huda? Apakah dia sedang makan bersama Yola?" tanya Ezra penasaran.


Ezra pun berjalan memasuki warung makan dan menyapu ruangan dengan matanya.


"Itu Dia, tapi___ kok wanita itu tidak pakai kerudung?"


Ezra kaget saat melihat Huda sedang asyik ngobrol dengan seorang wanita yang membelakangi pintu masuk warung makan tersebut.


"Rin, sekarang anaknya di mana?" tanya Huda.


"Ikut sama Neneknya, aku males bawa-bawa, sebenarnya pengen aku serahkan sama Bapaknya, tapi wanita ****** itu menolak, dengan alasan, tidak bisa ngerawat anak," sahut Rina.


"Huda, kalau saja dulu aku menerimamu, tentu aku sudah bahagia bersama kamu, sayang, kau sudah menikah, bahkan aku hanya telat 1 hari," ucapnya, mata Rina menatap tajam ke wajah Huda. Ezra yang melihat Huda dengan wanita lain pun tidak jadi mendekatinya, dia memutuskan duduk di pojokan.


"Siapa wanita itu? masa iya Huda punya wanita lain?" gumamnya pelan.


Tatapan Rina yang lembut seakan ada harapan Rina untuk kembali pada Huda.

__ADS_1


BWRSAMBUNG....


__ADS_2