
Zahwa dan Mita pun sudah di jemput paman Sopir.
"Mi sebenarnya tadi......."
Zahwa menceritakan kejadian saat di Mall, saat dirinya bertemu Bima. Dan menceritakan bahwa siang ini, rencananya begini dan begini.
"Oooh, Syukurlah, tapi bagaimana dengan Yola?" Tanya Mita.
"Walau bagaimana pun, Bima harus mempertanggung jawabkan semuanya Mi, kasian Linda." Ucap Zahwa.
"Baiklah, mudahan ini yang terbaik," Sahut Mertuanya.
Tak terasa mereka sudah sampai Kastelnya.
"Aunty....Tantiiiik."
Zainab anak Ayana pun berlari ke Bibi cantiknya itu.
"Helo sayang, mana mamanya nak?"
Zahwa pun menggendong Zainab yang datang menyongsongnya.
"Ummi nangis, matanya ena debu." Ucap Zainab.
"Oooh? Di mana mamanya Nak?" Tanya Mita, pasti ada sesuatu yang terjadi.
"Amal(kamar)"
Mita lun segera berjalan menuju kamar Ayana, sedang Zahwa sengaja mengajak bermain Zainab di ruang bermain yang ada di samping ruang tamu.
Tok tok
"Assalamualaikum."
Cklek
Mita membuka kamar anak sambungnya pelan.
"Wa alaikumsalam, Ummi?"
Terlihat mata Ayana masih basah, dan sembab.
"Ada apa?" Mita pun mendekat dan membelai lembut pundak Ayana yang sedang duduk di sisi ranjang.
"Mi....hiks..hiks..hiks.." Akhirnya Ayana tidak bisa membendung air matanya lagi, dia pun memeluk Mita dan menangis histeris.
__ADS_1
"Ada apa sayang? Katakanlah! ada masalah apa?" Mita terus membujuk Ayana untuk menceritakan masalah yang sedang menimpa anak tirinya itu.
"Mas Farhan Mi...hiks hiks hiks. Dia selingkuh. Huaaaaaaa." Tangisan Ayana kini benar benar pecah, Seisi kamar itu kini hanya terdengar suaranya, Zahwa yang ada di luar kamar pun kaget, namun dia tetap menemani Zainab bermain.
"Tu kan Enty...mama kena debu, u gkin debunya Anyak cekali..." Icap Zainab sambil menatap wajah Zahwa.
"Iya sayang...Nenek udah obatin kok, Zainab tenang yaaa! biar main sama Aunty saja."
Zainab tampak tenang dan terus bermain dengan Zahwa. Sudah lama bermain Zainab terlihat mengantuk.
"Assalamualaikum."
Ternyata Ezra yang datang.
"Wa'alaikumsalam, Bang Ez? Kok udah pulang?" Tanya Zahwa spontan. Karena sekarang baru jam 1 siang.
"Hmmm, urusanku sudah selesai, aku mau makan siang di rumah saja." Ucapnya.
Dia pun pergi masuk ke kamar dan mengganti bajunya dengan baju kaos biasa.
"Bibi, tolong jaga Zainab dooong!"
2 orang pelayan datang dan mengambil Zainab. Zahwa pun pergi menyusul suaminya ke kamar.
"Bang Ez, Kaka Ayana tadi nangis sama Ummi di kamarnya, nggak tau kenapa." Zahwa menceritakan kejadian tadi, kalau sekarang Ayana sudah tenang, dan suara tangisannya pun tidak terdengar lagi.
Dia pun berbalik dan berjalan ke pintu.
Cklek
Ezra keluar di ikuti Zahwa menuju kamar Ayana.
Tok tok
"Masuk!" Terdengar suara ummi di dalam.
"Assalamualaikum."
Waalaikumsalam."
Ezra,hanya menyembulkan kepalanya.
"Ezra udah pulang?" Ucap Mita pelan sambil berdiri meninggalkan ranjang.Ternyata Ayana sudah tidur setelah menangis tadi.
"Iya Mi, ada apa dengan kakak?" Tanyanya.
__ADS_1
"Ayo kita keluar dulu!"
Mita pun menutup pintu pelan dan berjalan ke Ruang tamu, duduk di sofa.
"Kakak ipar mu Farhan, dia jalan sama wanita lain di Mall." Ucap Mita.
"Hah? Kak Farhan? Tidak mungkin Mi, dia kan Lelaki Alim, p*natik dan baik, mungkin ada orang yang memfitnahnya Mi." Ezra tidak percaya.
"Aku udah lihat kok videonya di Hp Ayana, kebetulan ada teman sekolah Ayana yang lihat, trus di Video in tuh Farhan. Kamu selidiki saja dulu! siapa wanita itu? wanitanya berhijab lho!" Ucap Mita lagi.
"Baik Mi."
...
...
...
Bima terlihat bersemangat sekali untuk menemui Zahwa di sebuah lokasi yang di sematkan Zahwa.
"Nah, kayaknya di sini deh lokasnya."
Bima lun memelankan laju mobilnya. Ketika matanya menatap pada seorang gadis yang berdiri di depan sebuah rumah, seperti bedakan gitu. Dia pun berhenti dan turun.
"Sayang!" Panggil Bima nyaring.
Heh pede sekali dia memanggil istri orang begitu.
"Hey," Balas Zahwa.
Bima pun bergegas turun dan membawa bunga segar di tangannya yang ia sembunyikan di belakang badannya.
"Udah lama sayang?" Tanyanya.
"Mmm, tidak juga, ayo masuk!" Ajak Zahwa.
"Waaah, pasti spesial banget nih, tidak mau ketahuan orang ya? sampai jauh ke mari untuk bertemu denganku."
Ada hati yang lagi terbakar. Seseorang yang sedang kepanasan pun mengepalkan genggamannya.
Cklek
Zahwa membukakan pintu, Dan Bima pun melangkah masuk dengan sumringah, namun tiba-tiba kakinya terhenti di depan pintu.
"Mama? Papa?"
__ADS_1
BERSAMBUNG