Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Salah Paham Membuat Kaget


__ADS_3

Rangga terus berlari dan masuk ke dalam mobilnya, berputar dengan cepat dan meninggalkan Kafe. Pengunjung yang tadi mengejarnya pun jadi kecewa.


Rangga sampai di halaman kampus Zahwa dan masuk ke dalam kampus, duduk manis di bawah payung dekat kantin. Dia memesan minum dan mulai chat Zahwa.


Kembali duduk dan memperhatikan orang orang berlalu lalang di balik kacamata hitamnya.


Lho? itu kan Bima? ngapain dia di sini? bukankah dia mahasiswa kampus di... Sana?


Tak sengaja mata Rangga menangkap sosok yang akan menjadi kakak iparnya.


Hap


"Hey Bima... kenapa lama tak terlihat? apa kau sudah lupa denganku setelah dapat mangsa baru ha?" ucap Linda sambil bergelayut di bahu Bima.


"Mangsa baru? aaaah itu sudah ku singkirkan, kau tenang saja, sekarang aku kembali." ucapnya.


"Kau jangan mau di bodohi Lin, bulan depan dia akan menikah dengan wanita pilihan Mamanya." ucap Rosa sahabat Linda.


"Apa? kau akan menikah? serius!?" Linda tampak panik dan tegang.


"Aaaah, kau ini, walau aku menikah, aku tidak akan melupakanmu, kau tenang saja."


"Awas kalau bohong!"


Linda kembali menggelayutkan tangannya dan mencuri ciuman di pipi Bima.


"Aaah kau ini, ini tempat umum, coba kau simpan dulu rindumu itu." ucap Bima sambil menyapu pipi yang bekas di cium Linda.


"Kau terlalu sering berpaling dariku, membuat rinduku ini menumpuk tau!"


"Tapi kan ATM mu slalu ku isi, kenapa kau masih merindukan ku? bukankah yang penting isi ATM mu heh?" ucap Bima.


"Itu juga penting, tapi aku juga punya hati Bim."


Rangga sangat geram melihat tingkah laku Bima itu di belakang Zahwa.


Kau akan tau akibatnya, kalau berani bermain dengan kakakku.


Tak berapa lama Rangga melihat dari kejauhan Zahwa yang sedang berjalan sambil menunduk bersama teman temannya.


Rangga pun berdiri dan berjalan cepat menuju Zahwa.


Hap


Dia menggandeng kakaknya itu mesra.


"Hey, Rangga! ada apa? kok kamu kemari?" icap Diba teman akrab kakaknya.


"Aku ingin menjemput kakak cantikku ini, ayo!" jawab Rangga sambil merangkul erat Zahwa.


Mereka yang memang tak semua tau kalau Rangga adalah adik Zahwa heran, mengapa Zahwa mau di gandeng.


Tak luput dari pandangan Bima juga saat Rangga merangkul mesra Zahwa, karena memang mereka belum pernah bertemu sebelimnya.


"Sialan, siapa dia, berani sekali merangkul gadisku." icap Bima.

__ADS_1


"Ha? gadismu? emang masih ada gadis yang kenal dengan Loe, perasaan semua gadis udah lo bolongin semua ha ha" ucap Linda heran, sambil menatap wajah Bima yang terlihat berubah sangar.


Brak


Melerai pelukan Linda.


Tap tap tap


Berjalan penuh emosi ke arah Zahwa dan Zahwa.


Bugh bugh bugh


"Au..." wajah tampan Rangga pun bonyok seketika.


"Rangga! hey Bima... mengapa kau memukuli adikku!"


"Adik? dia adikmu?" Bima pun kaget saat Zahwa menyebut Lelaki itu adiknya.


"Jangan kau berani bermain dengan dua kakakku! Awas kau!"


Bisik Rangga di telinga Bima sangat dekat, sehingga Zahwa pun tak bisa mendengarnya.


"Dua kakak?"


Bima semakin heran di buatnya.


Rangga dan Zahwa pun pergi meninggalkan Bima yang masih terlihat bingung.


"Bim! ada apa? siapa mereka?"


Linda pun menghampiri Bima karena dia melihat Bima menghantam seseorang.


Bima pun pergi meninggalkan lokasi di ikuti Linda.


Saat Linda hendak masuk


Klik


Pintu mobil di kunci dari dalam.


"Hey Bim! aku mau ikut, kenapa di kunci?"


Bima tak menghiraukan teriakan Linda. Dia terus menjalankan mobilnya, dan ternyata dia mengikuti mobil Zahwa dan Rangga.


Bima terus mengikuti sampai di halaman Shaina.


"Jadi benar mereka kakak adik?"


Gumam Bima dari jarak jauh.


Akhirnya dia pun pergi meninggalkan kediaman Zahwa.


"Tapi apa maksud adik Zahwa? 'jangan bermain main dengan dua kakakku' Dua kakak?"


Bima terus berpikir keras. namun tak berhasil menemukan jawaban.

__ADS_1


Bruk


Tiba tiba mobilnya menabrak gerobak bakso di pinggir jalan.


"Sial." Dia menghentak setir dan kemudian tancap gas, dia melarikan diri, kuah bakso pun tumpah ke tanah, karena gerobaknya terpental ke samping.


"Ya Allah, tega amat orang itu, bagaimana ini? semuanya habis tumpah."


Orang-orang pun menolong paman itu.


"Ada apa di sana? orang orang pada bergerombol?" Tanya Ezra yang kebetulan lewat.


Sedang orang orang selesai menolong mereka pergi begitu saja.


Ezra melihat paman bakso terduduk di pinggir jalan seperti sangat sedih.


"Paman? ada apa?" Ezra yang hanya menggunakan motor bututnya, karena memang dia suka bepergian dengan pakaian seadanya itu penuh dengan kesederhanaan.


"Bakso paman tumpah Nak, semuanya habis, lihatlah, pentol bakso paman semua bergelimpangan di pinggir jalan ini."


Kucing-kucing liar pun mulai mendekat dan memakan bakso paman itu.


"Emang semua ini habis berapa paman?"


"Modalnya aja 600.000 Nak, bagaimana aku memberi makan anak dan istri kalau begini."


"Biasa paman dapat berapa kalau semua habis?" yanya Ezra.


Paman itu pun menatap lelaki di depannya dan menatap motor butut Ezra. mungkin di hati paman, kepo amat ni orang😁


"Kalau habis lumayan biasa 1.300.000. Tapi kadang nggak habis dan aku kasih tetangga, paling untung dan sering itu cuma 900.000, buat modal lagi."


ucapnya.


"Berapa no rekening bapa, biar aku ganti full." ucap Ezra.


Sekali lagi paman itu menatap Ezra, mungkin dia curiga orang ini mau heck no rekeningnya. Walau wajahnya sangat tampan, kan ada juga tu penjahat berparas tampan, seperti koruptor. hi hi.


"Nggak usah nak, mungkin aku modal sedikit aja,"


"Kalau paman tidak percaya sama saya, baiklah, biar saya ke ATM dulu, saya kasih cash."


Ezra pun tak perlu menunggu jawaban, dia pergi mencari ATM dan mengambil uang sebanyak 5 juta. membeli amplop dan membuat uangnya.


"Ini pak, mudahan bermanfaat. Maaf cuma segini."


Setelah menyerahkan uang itu Ezra tak menunggu ucapan dan do'a paman bakso, dia pun pergi dengan motor bututnya.


Paman Bakso pun membuka Amplop.


"Allahu akbar. apakah ini asli?" Gumam paman dengan terus memegang uang uang yang ada dalam amplop, dia pun sujud syukur dan berteriak.


"Terimakasih anak muda."


Ezra yang sudah jauh dapat melihat lelaki itu berucap kepadanya walau tak terdengar, Ezra pun meneteskan air mata.

__ADS_1


"Papa...ini untukmu, walau aku mulai lupa wajahmu, mudahan kiriman sedekah ini mengalir kepadamu. Aamiin."


BERSAMBUNG.


__ADS_2