
Huda bingung apa maksud ibu kios tersebut. Dia Coba mencerna perkataan ibu itu, namun tidak mengerti juga, ingin bertanya tapi takut. Namun akhirnya dia pun penasaran.
"Maksud ibu apa ya?" tanya Huda.
"Masa kamu nggak tahu?" ucap Ibu warung.
Huda hanya mengernyitkan alisnya tanda bingung.
"Yang rumah baru itu 'kan rumah istri kamu 'kan?" tanya ibu warung lagi.
"Iya Bu," sahut Huda.
"Sering tuh aku lihat ada cowok keluar dari rumah itu," ucap Ibu warung.
"Masa Bu? mungkin nganterin paket Bu," ucap Huda lagi.
"Tapi kelihatannya sering, dan laki-lakinya pun itu-itu aja," ucap Ibu.
"Oh gitu ya Bu, Terima kasih ya bu, nanti biar aku tanyain," kata Huda.
Huda pun membayar belanjaannya pada ibu tersebut. Huda kembali ke mobilnya dan pergi meninggalkan kios tersebut.
"Masa, Rina membawa laki laki lain ke rumah kami?" ucap Huda.
Huda pun, sudah sampai di depan rumah Rina. Huda membuka pintu kemudian masuk ke dalam mencari Rina, ternyata Rina masih mandi di kamar mandi.
"Rina... Kau sedang apa?" tanya Huda.
"Aku baru saja mandi Mas, tadi aku BAB," ucapnya.
"Baiklah, Cepat ya, biar kita beres-beres. Hari ini juga kita akan pindah rumah, ke rumah utama," ajak Huda.
"Iya Mas, sebentar," sahutnya.
Setelah 10 menit, Rina pun keluar dari kamar mandi, hanya dengan menggunakan handuk saja. Huda yang melihat itu merasa tertantang. Jiwa mudanya bergejolak, Huda pun sudah mendekat dan mencium aroma sabun yang dipakai oleh Rina, namun Rina mengelak dan berjalan cepat menuju lemari, mengambil baju dan berganti pakaian.
"Rina... kenapa kau menghindar?" tanya Huda.
"Kita 'kan mau beres-beres Mas, cepat nanti kita terlambat," sahut Rina.
"Tidak biasanya kau seperti ini, ada apa?" tanya Huda.
Huda pun memikirkan kata-kata Ibu warung tadi.
"Tidak ada Mas, aku mau ganti baju dulu, baru kita beres-beres," ucapnya.
"Apakah kau menyimpan lelaki lain?" tanya Huda.
Rina pun terhenti dan kaget.
"Apa benar yang dikatakan orang itu?" ucap Huda lagi.
"Dikatakan orang? orang siapa?" tanya Rina
"Aku mendengar... bahwa sering ada tamu laki-laki yang ke mari, siapa dia?" tanya Huda
"Oh... itu, itu orang Mas, cowok pengantar barangku, Aku 'kan nggak berani keluar. Jadi kalau aku mau beli sesuatu, aku suruh saja dia yang mengantarkannya kmari," ucap Rina.
__ADS_1
"Cuma itu? tanya Huda,
"Iya Mas, Mengapa kau cemburu seperti itu?" tanyanya.
"Baiklah aku akan percaya, tapi... awas kalau sampai ketahuanku, kau akan tahu akibatnya," ketus Huda.
"Mas, kau itu jangan termakan omongan orang, mungkin orang-orang di sekitar sini iri dengan hubungan kita, kau 'kan kaya, masuk ke sini pakai mobil mewah, pastilah mereka iri padaku," ucapnya.
"Ya sudah, ayo cepat kita segera berkemas."
Huda pun mengambil tas besar, koper dan membantu Rina membereskan baju-bajunya. Sementara Rina tampak mengelus dadanya.
"Untung saja aku bisa mengelak," ucapnya dalam hati.
***
Yola sudah berada di kosan barunya, dia menyewa kos kecil yang dekat dengan kampusnya. Dia juga membawa sebuah motor yang dihadiahkan Zahwa untuknya. sementara uang belanjanya akan ditransfer oleh Zahwa. Zahwa menjamin 100% hidup Yola.
Zahwa sebenarnya sangat sedih saat Yola pamit. Namun ia bertekad untuk hidup di kosan sampai kuliah selesai, dan akan bekerja di perusahaan Ezra.
Yola terdiam sesaat melihat barang-barang yang harus dirapikan ke dalam lemari. kemudian dia pun duduk di pojokan kamar. Bersandar. Tiba-tiba.
"Assalamualaikum," ucap seseorang.
"Waalaikumsalam," sahut hYola.
"Mbak... boleh aku masuk? tanya orang itu.
"Oh silahkan, Yola kenalkan, namaku Fitri, Aku ada di sebelah, kalau kau perlu sesuatu," ucap wanita itu.
"Namaku Yola, aku baru pindah ke sini, karena aku ingin dekat dengan kampus," ucap Yola.
Perkenalan singkat itu membuat Yola merasa senang. Karena baru saja pindah sudah mendapatkan teman baru, Yola hanya bercerita sedikit, begitu juga Fitri bercerita tentang kehidupannya.
Saatnya makan siang, Yola sudah selesai merapikan pakaiannya dibantu oleh Fitri. Saatnya makan siang tepat jam 02.00 siang
"Fit... aku mau salat dulu ya, setelah ini kita makan siang di luar yuk! ajak Yola, maaf Yola Aku makan di kos aja, aku masih punya nasi kok," ucapnya.
"Nanti aku main ke kamarmu deh, Aku mau sholat dulu," ucap Yola.
"Ya... aku juga mau sholat," ucap Fitri.
Fitri pun kembali ke kamarnya dan Yola juga mengambil wudhu dan sholat 4 rokaat. Selesai Sholat Yola berdo'a panjang, dan merapikan mukenanya.
"Assalamualaikum..." salam Yola di depan kamar Fitri.
"Waalaikumsalam," terdengar Fitri masih mengunyah makanannya dan menjawab salam.
Dia pun membukakan pintu, Ayo masuk! ucapnya.
"Kau sedang makan?" tanya Yola.
"Sudah selesai kok," ucapnya kemudian.
Yola pun masuk dan duduk di sisi ranjang milik Fitri. Fitri pun duduk di depan meja kecil tanpa sengaja saat mengambil air minum, Fitri menyenggol tutup nasi, karena Fitri belum selesai makan. Nasi itu pun terbuka.
Yola Pun spontan menatap piring itu. hanya nasi putih dan di sampingnya ada secuil garam. Yola sangat kaget. Dengan tersipu Fitri pun menutup piring itu. Sementara Yola pura pura tidak melihat dan berpaling ke sisi lain.
__ADS_1
"Kita makan di luar yuk, temenin aku, aku tidak terlalu hapal jalan di sini, aku yang traktir, sebagai ucapan terima kasihku padamu," ucap Yola.
"Aku sudah makan Yola, bener, udah kenyang kok," ucapnya.
"Nggak boleh nolak rezeki, ayo!" Yola pun menarik tangan Fitri, saat mau keluar kamar.
"Nah... Kebetulan kau ada di sini, aku ingin menerima bayar kos mu yang sudah 2 bulan kau tunggak," ucap Ibu Kos.
"Bu, tapi... Aku belum di kirimi uang oleh bapak," ucapnya takut takut.
"Aku juga perlu uang untuk makan, sudah 2 bulan kamu nggak bisa bayar," ucap bu kost.
Yola hanya terdiam. Dia tidak tau harus apa. Mau menolong takut Fitri malu, karena mereka belum kenal tabiat satu sama lainnya.
"Tolong Bu, Bapa belum panen sayur. Minggu depan, akan saya bayar Bu," ucapnya lagi.
"Janji terus!" ketus ibu kos.
"Bu, tunggu saja sampai minggu depan," ucap Yola ikut nimbrung.
"Sudah berapa minggu saya tunggu, awas ya! kamu juga, jangan sampai nunggak," ucap ibu itu menunjuk wajah Yola.
"Ya Allah, ternyata kehidupan di luar sangat keras," batin Yola.
"Maaf ya...," ucap Fitri.
"Kenapa minta maaf, ayo!"
Yola pun pergi bersama Fitri mengendarai motor Vario terbarunya. Sesampainya di sebuah warung makan yang mewah, Yola pun berhenti.
"Di sini mahal Yol," bisik Fitri.
"Tenang saja, aku bayarin, kamu boleh pilih apa saja," ucap Yola.
Mereka pin duduk dan memesan makanan.
"Kamu cuma pesan ayam goreng? Di sini ada banyak makanan laut yang enak 'kan tuh, lihat menu," ucap Yola.
"Ini aja," ucapnya.
Yola lin inisiatif memesan beberapa makanan yang menggiurkan. Saat makanan datang.
"Ini, semua yang ada di sini, kamu boleh nikmati," ucap Yola.
Fitri pun tersenyum.
"Terima kasih Yol," ucap Fitri.
Ada butiran bening mengalir di ujung matanya. Yola pun ikut terharu dan memeluk gadis di depannya, Dia juga mengeluarkan air matanya.
Huak... Huak... Huak...
Tiba tiba ada suara bayi menangis tidak jauh dari Yola makan.
Yola menoleh.
"Bima?" lirih hatinya.
__ADS_1
Ternyata yang menangis adalah anak Bima.
Bersambung...