Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Meminta Hak


__ADS_3

Malam yang semakin larut, tampak Ezra dan zahwa sudah selesai sikat gigi sebelum tidur.


Ezra merasakan gemuruh di dadanya, setelah tadi dia sudah merasakan b*b*r Zahwa yang terasa manis, bayangan itu tak pernah hilang.


Apakah malam ini Kami sudah siap untuk memulai?


Bathin Ezra.


Seminggu sudah mereka menikah, namun mereka masih seperti pacaran pasca menikah. Belum belah Duren.


Ezra sengaja lebih dulu berbaring menunggu Zahwa yang lagi mengganti baju.


Lho? kenapa dia menggunakan baju biasa? Mengapa dia tidak memakai baju sarang burung itu?


Lirih hati Ezra.


Zahwa selesai mengusap minyak wangi ke seluruh baju yang di kenakan nya, sangat wangi semerbak, Zahwa sengaja minta pilihkan minyak harum kesukaan Ezra sama Aisya, tanpa sepengetahuan Ezra saat di mall kemaren.


Bruk.


Zahwa merebahkan dirinya di samping suaminya, d**anya bergemuruh menahan rasa yang yak karuan, dag dig dug


Dooor.


"Harum sekali, harum yang sangat aku suka, kamu membelinya sendiri?"


Tanya Ezra sambil berbalik ke arah Zahwa.


"Tidak, Aisya memberikannya untukku, Bang Ez suka?" Tanya Zahwa, dengan nada yang sangat pelan, seakan dia berbicara dengan bos galak


"Iya Aisya pasti sengaja memberikannya untukmu, tapi apa kau suka baunya?"


"Suka, dan apa pun kesukaan kamu, mulai saat ini, aku juga akan belajar menyukainya," Ucapnya.


Ezra begitu gemes dengan jawaban Zahwa itu.


Hap


Ezra mulai berani, dia meraih tangan Zahwa dan menciumnya.


"Apaaaaaaa, aku boleh bertanya sesuatu?"

__ADS_1


Ucap Ezra sedikit merasa gugup.


"Boleh, katakan saja!" Jawab Zahwa.


"Apa aku boleh meminta hak ku malam ini?" Kata-kata itu meluncur begitu saja di b*birnya, walau pun merasa malu, namun dia sudah tidak sabar untuk menunggu.


"Itu....aku...maaf Bang, aku lagi dapet,"


"Dapet? Apaan tu?" Ezra tak mengerti.


"Tamu bulanan Bang." Jawabnya.


"Ha? Bukankah tadi kita sholat?" Protes Ezra, dia merasa kecewa mungkin ya, hi hi.


"Tamu bulanan itu datangnya dadakan Bang, tapi...bagian lain bo....leh...kooook."


Suara Zahwa terbata.


"Bagian lain? bagian mana yang ingin kau berikan padaku heh? Ini? Ini? Atau ini?"


Ezra menyentuh satu-satu barang yang tidak berkaitan dengan tamu bulanannya.


Zahwa merasa sangat malu. Ketika suaminya itu menyentuh 2 bukit kembar miliknya.


Sedetik kamudian, Ezra sudah menguasai semuanya....😍


...


...


...


Pagi yang indah,Zahwa dan Ezra tampak sudah mandi pagi. Hari ini mereka akan kembali ke indonesia.


"Kakak, Ummi sakit apa?"


Aisya memanggil Mita juga dengan sebutan Ummi.


"Maag nya kambuh, apa kau sudah mengepak semua barang mu? sebentar lagi kita akan ke bandara lho!" Ucap Ezra.


"Sudah kak, liburan kali ini sangat berkesan, sebelum aku kembali ke pesantren, tapi... Aku belum beli oleh-oleh buat teman-temanku kak, gimana ini?" Wajah Aisya cemberut.

__ADS_1


"Alaaaaaah, beli in saja gantungan kunci bertuliskan London, pasti mereka senang kan?" Ucap Ezra.


"Gantungan kunci? Masa cuma itu kak? Ceo muda ini sangat pelit ah." Ucap Aisya.


Dia kan ke London emang benar-benar nebeng 100%, nggak bawa uang sama sekali😁


"Iya, iyaaaa, trus kamu pengen beli in apa?"


"Dompet kecil bertuliskan London. Boleh?"


"Iya. Boleh, berapa buah?"


"100 deh ka."


"100? Emang kamu mau jualan apa!" Ezra kaget, masa gadis ini mau beli 100 buah?


"Ya kan teman-teman Aisya banyak kak, mau kasih Asatidzah juga."


"Haduuuuuueeeh,"


"Emang berapa harga dompetnya?"


"Paling 10.000 an aja kak, kalau pake uang Indonesia."


"Oooh ya udah, beli aja 200 buah."


"Ha? 200 buah, emang mau jualan di pasar?"


Nah Aisya malah membalik kata-kata Ezra tadi. Bikin gemes aja ni anak.


Zahwa pun tertawa kecil.


"Kenapa tertawa?" Tanya Ezra pada istrinya itu.


"Nggak," Zahwa segera menutup mulutnya sendiri.


"Iya aku mau jualan, buat ngembalikin modal beli in kamu tiket dan makan selama di sini." Jawabnya.


Aisya dan Ezra memang sering bercanda, mereka seperti adik kakak beneran, walau oun ada batasannya, seperti tidak pernah peluk peluk, cuma bercanda lewat kata-kata.


"Hi hi."

__ADS_1


Akhirnya mereka berangkat ke Bandara dan mampir di toko oleh oleh sebelum sampai Bandara.


BERSAMBUNG....


__ADS_2