Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Perangkap buat Yola


__ADS_3

Ezra kembali dengan membawa bubur kacang pesanan Ummi nya, dia sendiri yang membeli dari warung tak jauh dari Kastel nya.


"Mi ini." ucap Ezra sambil menyodorkan wadah bubur pada umminya.


"Aaaaaaa, aaaaa..."


Terdengar lirih suara dari belakang mereka. Ezra dan Mita pun kaget dan berbalik bersamaan.


Bruk


Bubur yang hampir di buka Mita lun tumpah ke lantai karena tersenggol Ezra.


"Zahwa!"


Ezra dan Mita bersamaan menyebut nama wanita yang kini terlihat bergerak. Mereka pun mendekat tanpa memperdulikan bubur yang kini berantakan di lantai.


"Sayang, kau sudah bangun?" Ezra membelai rambut istrinya.


Zahwa sudah berada di kamar khusus wanita yang boleh masuk kecuali Ezra. Jadi sekarang Zahwa hanya menggunakan baju kaos dan celana panjang biasa tanpa jilbab.


"Zahwa, kamu sudah sadar?" Mita pun ikut mendekat dan menggenggam tangan mantunya itu.


"Bang Ezzzz, di mana ini? kenapa kepalaku pusing sekali?" tanya Zahwa, dia hanya menyapu ruangan dengan matanya, karena kepalanya terasa berat tak bisa di gerakan.


"Kita di rumah sayang, kamu masih ingat kan? Kita pernah terluka?" tanya Ezra lagi.


"Terluka?___ oh iya, bukankah saat itu kita masuk ke sungai? Apakau Bang Ez tidak apa-apa?" Zahwa memindai suami dadakannya itu tajam.


"Mmm... Aku... Hwa___ kakiku di aputasi." ucap Ezra jujur.

__ADS_1


"Ha? Kenapa?" tanya Zahwa kahet.


"Karena kakiku tak bisa diselamatkan, sudah 3 bulan lebih kamu koma sayang, syukurlah kau sudah sadar." Ezra memeluk tubuh Zahwa erat, Zahwa pun membalasnya.


"3 bulan? Selama itu?" tanyanya lagi.


"Iya, tapi... Ada kabar gembira juga kok," ucapnya lagi.


"Apa?"


"Kau sedang hamil sekarang." bisik Ezra.


"Ha? Bagaimana mungkin?" Zahwa kaget.


"He eh." sahut Ezra sambil tersenyum.


"Apakah kau melakukannya saat aku koma?" bisik Zahwa malu-malu.


"Baiklah, Ummi mau ke belakang dulu, biar Bibi yang bersihin ini." ucap Mita.


Dia pun pergi meninggalkan kamar Ezra dan Zahwa. Mereka berdua saling berpandangan.


"Bang, maafkan aku." ucap Zahwa merasa sedih.


"Tidak papa kok Sayang, oh iya, kamu mau makan apa? kemaren Ummi lho yang ngidam, dia yang makan rujak dan juga makanan lainnya, bahkan Ummi ngiler dan tidak bisa tidur kalau apa yang dia ingin saat itu tidak dituruti." Ezra sangat bersemangat menceritakan kejadian sejak istrinya itu koma.


"Oh ya, kok bisa,"


"Ya bisa doong, semua atas kehendak Allah."

__ADS_1


"Oh iya, Mama sama Papa mana?" tanyanya.


"Oh iya, biar kita telepon mereka dulu ya."


Ezra pun mengambil Hpnya dan mulai menekan nama Mertuanya.


Setelah menceritakan pada Mertuanya kalau Zahwa sudah siuman, dia pun menutup telepon kembali.


Hap


Ezra kembali memeluk istrinya, Tubuh yang slalu wangi, karena di seka 2 kali sehari, dikasih wangi-wangian, hingga Ezra sangat betah tidur di samping istrinya itu.


...***...


"Aku sudah tau di mana Mama dan Rangga di rawat," ucap Yola.


"Benarkah? Sekarang ayo kita ke sana!" ajak Mai/Zaira.


"Tidak! Kau katakan dulu, siapa dirimu sebenarnya!" ucap Yola.


"Aku takut kau mendustaiku." jawab Mai.


"Ini, lihatlah!" Yola memperlihatkan saat dirinya dan Fathir menjenguk Shaina di sebuah ruangan.


Kayaknya Yola juga tertipu nih, pasti Fathir ada rencana buat menangkap Mai dan Yola.


"Baiklah, aku... Adalah Zaira." ucap Zaira.


"Apa? Za___Zaira mantan Ezra?" bagaimana mungkin? wajahmu?"

__ADS_1


"Aku oplas di korea."


BERSAMBUNG...


__ADS_2