
Shaina pun heran saat keluar dari kamar mandi. Melihat anak dan menantunya terlihat gembira dan cekikikan, dia pun tersenyum bahagia.
"Ada apa? Terlihat senang bener deh!" Ucap Shaina.
"Oh, Mama, nggak kok, ini udah dapet segini, udah cukup 'kan?" tanya Ezra, Ezra pun memperlihatkan botol susu pada mertuanya.
"Kok sedikit banget sih, itu cuma cukup buat Arsya, dia 'kan kuat sekali ASInya, biar kempes tu pyu***nya, pompa lagi gih!" titah Shaina.
Ezra pun menatap Zahwa, untuk meminta izin.
"Moh, sini! Biar aku sendiri," ucapnya, Zahwa merasa malu saat anunya di peras kayak sapi peras aja😃
"Emang kamu kuat? Sini! Nggak papa kok, biar aku merem aja, aku 'kan lagi puasa," ucap Ezra menggoda Zahwa. Wajah Zahwa semakin merona karena tersipu.
"Udah Bang, biar aku saja, bisa kok, sini!" ucap Zahwa lagi. Zahwa pun mencoba bangun.
"Aduuuuh, sakiiiiiit," ucapnya meringis sambil memegangi perutnya yang sakit sekali.
"Naaaah ' kan, udah jangan bawel ah, ini juga punyaku kok, sekarang aja aku harus berbagi dengan mereka, hi hi," Ezra masih saja menggoda Zahwa, Zahwa hanya bisa manyun.
Akhirnya Zahwa pun mengalah, dan kembali berbaring sambil sandaran di ranjangnya.
Ezra mengambil ASI Zahwa sebanyak-banyaknya.
"Selesai,"
Zahwa celingukan, ternyata mertuanya lagi sholat.
"Ada apa Bang, kok tengak-tengok.
Cup
Dengan secepat kilat, ternyata Ezra mencium anunya Zahwa.
"Baaaaang, jail amat sih, iiih,"
Zahwa yang kaget pun spontan mengucek ucek rambut sang suami.
"Ha ha ha, terima kasih untuk semuanya ya sayang," Ezra mencium kening Zahwa. Zahwa hanya mengangguk haru.
"Zra, kamu sholat juga? Ini udah selesai," ucapnya.
"Iya ma."
***
Tampak dua orang perawat berdiri di dekat pintu rungan Arsya dan Arsy di rawat.
__ADS_1
"Udah dapet nggak?" tanya perawat yang ada di depan ruangan itu.
"Belum nih, namanya siapa sih?" tanya Perawat yang di dalam.
"Aku lupa, ada sya sya gitu klo nggak salah," ucap Perawat yang di luar ruangan.
"Iya ini, dapat, ayo!"
Perawat itu oun menggendong bayi dan membawanya keluar dari ruangan itu dengan menggunakan selimut. Mereka berjalan melewati ruang jaga perawat.
"Hei, mau di bawa ke mana bayi itu? Tanya perawat jaga,"
"Ini mau di periksa, mau di bawa ke Lab," ucap Perawat yang menggendong bayi.
"Oooh, baiklah,"
Tanpa curiga perawat jaga pun membiarkan 3 perawat itu membawa bayi mungil tersebut.
Dan Perawat itu pun masuk ke kamar kosong untuk mengganti baju. Mereka bertiga mengganti baju, dan kembali berjalan menuju parkiran. Mereka terus berjalan hingga mendekati sebuah mobil mewah. Seseorang membukakan pintu mobil, ke tiga perawat itu pun masuk dengan membawa bayi tersebut.
"Bagaimana? Apakah ada yang curiga?" tanya seseorang yang ada di dalam mobil.
"Aman Bos," ucap mereka bersamaan.
"Baiklah, ayo kita pergi dari sini, sebelum ada yang menyadari," ucap wanita itu.
Mereka pun meluncur meninggalkan halaman Rumah Sakit. Menuju sebuah Apartemen yang jauh dari Rumah Sakit tersebut.
"Baik Bos, ayo!"
Mereka pun turun dari mobil di tengah perjalanan menuju Apartemen sang dalang penculikan.
"Pak, ayo kita jalan!"
Mobil pun kembali berjalan dengan kecepatan Full menuju Apartemen penculik. Setelah beberapa waktu, mereka pun sampai di sebuah gedung mewah bertingkat.
Wanita itu turun dan membawa bayi memasuki Lift dan sampai di sebuah pintu Apartemen. Dia tampak mengambil kunci dan membuka Pintu kamarnya.
"Zaira! Kau sudah datang?" sapa sang mama saat wanita itu masuk ke kamar.
"Mama, lihatlah! Anak Ezra, aku akan membesarkannya dengan penuh dendam, aku akan membalas sakit hatiku, dengan anaknya sendiri," ucap Zaira sambil tersenyum licik.
"Ha ha ha, kau sangat pintar Sayang! Sini, biar Mama gendong!" Zaira pun memberikan bayi mungil itu pada mamanya.
"Ma, sekarang bagaimana? apakah kita akan membawanya ke Luar Negeri saja?" ucap Zaira.
"Iya, besok kita akan membawanya, kau beli tiket pesawat Online dulu sana!" titah mamanya.
__ADS_1
***
Sementara di Rumah sakit, tampak beberapa perawat panik karena kehilangan bayi yang ada di ruangan inkubator.
"Bagaimana ini? Apa yang akan kita katakan pada orang tua bayi, ayo kita lihat CCTV dulu, mungkin saja penculiknya masih ada di area Rumah Sakit.
Perawat jaga pun masing-masing melakukan tugas pencarian bayi yang hilang, desas desus pun mulai tersebar.
"Kasian orang tua bayi itu, pasti sangat sedih kalau tau anaknya hilang, kok bisa ya, perawat ceroboh kayak gitu jagain anak orang," ucap keluarga pasien yang lagi nongkrong di antrian pengambilan obat.
"Emang ada apa Bu?" tanya Ezra yang juga sedang antri obat Zahwa.
"Itu, anak orang hilang di ruang inkubator, katanya ada yang nyulik tanpa sepengetahuan perawat jaga," ucapnya.
"Ha? Benarkah?"
Ezra pun berdiri dan berlari menuju ruangan anaknya di rawat.
"Perawat, boleh saya masuk, bagaimana bayi saya? Bayi siapa yang bilang?" tanya Ezra cemas, nafasnya sampai ngos-ngosan karena berlari terlalu kencang.
"Tuan tunggu di sini! Kita akan mencarinya dulu, Tuan tenang dulu!" ucap salah satu perawat.
Ezra dan benerapa bapak-balak dan nenek bayi tampak duduk di depan dengan harao cemas.
"Bu, apakah ibu tau bayi siapa yang hilang?" tanya Ezra ke salah satu emak yang agak tua, yang juga duduk di situ.
"Belum jelas Nak, tapi aku tidak percaya sebelum melihat cucuku baik-baik saja, makanya aku nunggu di sini saja," ucapnya.
"Siapa ya kira-kira namanya?" tanya Ezra lagi, dia sangat takut dan khawatir.
"Kalau nggak salah ada Sya Sya gitu ya, aku lupa tadi," ucap wanita itu lagi.
Ezrs semakin galau, apakah Arsya? Gumamnya dalam hati.
Dia pun berdiri dan menerobos pintu masuk
"Mas, jangan! kalian di larang masuk, kami harus menjaga kemungkinan lain, ayo Mas, tunggu di luar, nanti kami akan memanggil satu-satu orang tua bayi yang masih ada," ucap Perawat.
"Tolong, aku ingin melihat putra dan putriku sebentar saja, aku tidak tenang kalau begini, tolong!" ucap Ezra lagi sambil menyatukan kedua tangannya di dadanya.
"Nggak bisa Mas, tolong mengertilah!" ucap perawat lagi sambil mendorong pelan Ezra ke luar pintu.
"Kak Ezra, ada apa? katanya kakak disuruh nebus obat di Apotik, kok nggak datang-datang? aku hubungi malah ada di sini!" ucap Rangga.
"Rangga, kamu aja yang nebus obat zahwa ya, ini resepnya, nanti aku ceritain, cepat ya!"
Rangga pun mengambil resep dan pergi.
__ADS_1
Ezra terus berjalan mondar mandir kayak setrikaan.
BERSAMBUNG...