Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Bram menceritakan Arsya ke Ezra


__ADS_3

Rina terus berjalan menuju parkiran motor tanpa menoleh. Jantungnya pun dag dig dug tak karuan. Dia sangat takut kalau Rangga atau Diba mengenalinya.


"Rin, ada apa? Kok kamu seperti ketakutan begitu sih?" tanya teman Prianya yang di ketahui adalah selingkuhan Rina, dan Dia adalah pacarnya sebelum dengan Huda.


"Ada Adik ipar Gue, cepet-cepet!" titah Rina masih panik.


Rina dan Lelaki itu pun pergi meninggalkan warung makan tersebut.


"Ga, kayaknya aku tadi lihat Rina deh bejalan keluar," ucap Diba lada Rangga.


"Masa? Dia 'kan sedang pulang kampung? Masa ada di sini?" tanya Rangga heran.


"Iya juga ya, tapi kok mirip banget ya? Mana wajahnya di tutupin tas lagi, kaya nggak ingin ada yang lihat gitu," ucap Diba.


"Ayo makan! Nggak usah urusin mereka, hidup mereka itu sangat ribet, cape kita," ucap Rangga.


"Iya sih, tapi kasian 'kan Yola di bohongin terus?" ucap Diba.


"Mungkin itu karma bagi Dia, Dia 'kan nusuk Kak Zahwa dari belakang, sampai Kak Zahwa aja syok berat saat itu, untung Kak Zahwa kuat imannya, coba kalau nggak? Pasti Dia bunuh diri atau apalah," tambah Rangga lagi.


"Nggak mungkin Zahwa begitu, aku udah berteman lama, Dia sangat sabar seperti Mama Shaina. Sayang aku nggak sempat belajar dari Mama, kamu juga terlambat nikahin aku hi hi," candanya.


"Kalau aku punya kesempatan ke dua, kamu baru lahir aja langsung aku nikahin 'ntar, nggak nunggu Mama sakit lagi," celetusnya.


Mereka pun selesai makan, Rangga dan Diba berdiri menuju kasir untuk bayar makanan mereka, dan juga membayar semua makanan pelanggan yang saat itu sedang makan di restoran itu.


Set set set


Rangga bingung saat membuka dompetnya, ternyata uangnya tidak cukup untuk membayar makanan semua tamu yang ada di restoran tersebut,


"Ada apa?" tanya Diba.


"Uangku nggak cukup untuk bayar mereka semua, kamu punya uang cash?" tanya Rangga.


"Tuan, bagaimana? Jadi nggak nih di traktir? Makanya, kalau lagi seneng jangan terlalu heboh, bahkan sampai lupa isi kantong berapa?" teroliak seorang pengunjung, yang merasa terhina saat Rangga bilang tadi akan mentraktir semua orang.


"Aku nggak bawa uang, biasanya 'kan kamu yang bayarin, lagian tadi juga Kamu yang ingin traktir aku makan,aku 'kan nggak kerja, mana ada aku uang, bagaimana ini?" kasir pun bingung melihat tingkah mereka berdua.


Kemudian Rangga berbisik pada Diba.


"Iya, bagaimana, aku udah tambah 3 porsi lho, karena ada yang traktir, harus tanggung jawab," ucap teman di sebelahnya juga.

__ADS_1


"Sayang, pakai kartumu tadi dulu ya! nanti aku ganti, di sini nggak ada ATM soalnya," ucap Rangga.


"Oh iya, aku lupa, sebentar."


Diba pun mengeluarkan Black card miliknya, yang baru diberikan Rangga padanya,


"Ini pakailah, ini juga punyamu kok, nggak usah diganti, lagian yang cari uang juga kamu, jangan sungkan," ucap Diba seraya menyerahkan black card miliknya.


"Tenang, kalian boleh makan sepuasnya, aku memang nggak bawa uang cash, tapi aku bawa ini," ucap Rangga sambil mengangkat black cardnya tinggi.


"Waaah black card cuy, benar-benar orang kaya Dia," ucap orang yang berada di pojokan samping lainnya. Karena merasa tidak,senang saat,ada orang tadi mengejek Rangga.


"Heh, begitu aja bangga," cibir orang yang pertama menghina Rangga tadi.


Rangga pun membayar semua makanan yang ada di situ, dan total bayar sebanyak 9 juta rupiah.


"Terima kasih banyak ya! Do'akan anak kami sehat, daaah," ucap Rangga lagi.


"Iya, kami doakan, mudahan anak dan istri mu sehat, sampai lahiran, semangat, terima kasih ya," ucap seseorang juga.


Dan Rangga pun pergi meninggalkan restoran tersebut sambil menggandeng Diba. Ada beberapa yang mengejek dan mengatai pelan."Lebai." Namun ada juga yang memuji pasangan yang lagi romantis itu.


Ezra dan Zahwa juga keluarga yang lain sudah menyebarkan berita ke seluruh dunia tentang Arsya dan juga Zaira. Erita-berita dunia kini sudah menerbitkan wajah Arsya dan juga Zaira, sebagai DPO.


"Bos lihat! Bukankah ini adik ipar Bos yang Bos ceritakan itu?" tanya Asisten Bram.


Bram pun mendekat dan menatap layar ponsel Asistennya.


"Iya benar, bukankah ini Tuan Ezra? partner bisnis kita 'kan?" tanya Bram tak p Zercaya.


"Iya Bos, pantas saja anaknya mirip dengan lucky 'kan?" tanya Asisten.


"Iya benar, aku akan meneleponnya," ucap Bram seraya mengambili


Mnjhy6 Hpnya yang ada di dalam saku celananya.


"Hello, Tuaassignment xwwxww8xcwdwayat ;co 0i9prok Ezra,0 bisakah kita bertemu siang ini? Kalau Anda tidak sibuk" ucap Bram.


"Siang ini? Apakah ini penting Tuan Ylii vsuf?" tanya Ezra.


"Iya... mungkin sangat penting. Aku membaca erita tentang kehilangan anak Tuan, dan aku akan membantu, mungkin ini akan berguna," ucap Bram.

__ADS_1


Bram ingin memberi kejutan pada Ezra dan mengatakannya saat bertemu saja.


"Ooh... Benarkah? Baiklah kalau masalah itu, aku akan slalu siap untuk menemui siapa saja, yang bisa memberiku titik terang," ucap Ezra.


"Iya Tuan, kirimkan saja alamatnya, nanti aku susul ke sana," ucap Bram.


"Baik, terima kasih," ucap Ezra.


Mereka pun menutup teleponnya.


Ezra dan Bram pun janjian di sebuah warung makan untuk membicarakan masalah kabar yang disebarkan Ezra kemaren, melalui koran koran online internasional, ezra sangat senang dan merasa bahagia, Dia pun menceritakan kepada zahwa, bahwa mungkin Bram mengetahui sesuatu tentang Arsya dan Zahira, Zahwa sangat senang. Dia pun meminta ikut namun ezra tidak memperbolehkan nya, karena Ezra merasa cemburu kalau Bram menatap zahwa dengan tatapan misterius.


"Kamu tunggu di rumah aja ya! nanti setelah selesai bertemu dengan Bram, aku akan segera menelpon mu," ucap Ezra membujuk.


"Tapi bang... aku mau langsung mendengar dari mulutnya sendiri, tolong bang, aku kecap Ezra ya! Tsel


"Tidak usah sayang... kalau apa yang kita dengar tidak sesuai dengan harapan kita, nanti kamu malah syok dan pingsan, kamu tunggu aja ya!" Ucap Ezra lagi.


"Ya baiklah. Tapi cepat ya! telepon aku kalau kalian sudah selesai bicara," ucap Zahwa lagi.


"Oke Sayang... Emch."


Ezra pun mengecup jidad sang istri sambil berjalan menuju dapur untuk sarapan.


Jam menunjukkan jam 01.00 siang, Ezra pun meluncur menuju sebuah warung makan karena dia sudah janjian dengan Bram untuk membicarakan masalah Arsya. Setibanya di warung makan, Ezra turun dan memesan tempat kemudian dia menelpon Bram, selang 30 menit, Bram pun datang Ezra sangat senang melihat kedatangan bram.


"Selamat datang Tuan Bram, silahkan duduk...." Bram pun duduk ditempat yang sudah disediakan, dan mereka pun duduk bersama.


"Sebelumnya aku mohon maaf, karena telah mengganggu waktu Anda tuan Ezra. Mungkin kabar yang kubawa ini sangat membantu anda," Ucap Bram.


"Benarkah? Coba tolong ceritakan, aku sudah tidak sabar untuk mendengarnya, " ucap Ezra lagi.


"Dua bulan silam, aku tak sengaja bertemu seorang wanita di klub malam. Dia sabenarnya kekurangan di bidang ekonomi. Dia pun berencana menjual dirinya dan keperawanannya. Setelah itu aku pun membawanya ke Apartemenku, dan kemudian aku menggaulinya malam itu, dan benar, dia seorang perawan asli. Besoknya aku pun menikahinya. Kami menikah tapi dia punya syarat, aku harus membawa ibu dan juga adiknya ke tempat kami, aku pun setuju. Nah hari itu kami menikah dan pindah ke Apartemenku. Kami hidup satu atap dengan ibu dan adiknya, namun aneh, adiknya itu masih berusia balita. Bayi kecil usia 5 bulan, Aku pun heran sedang Ibunya sudah berusia 50an, jika itu adalah anak istriku, sedangkan istriku juga masih perawan, aku pun bertanya-tanya hingga akhirnya dia menceritakan bahwa anak itu adalah anak dari mantan kekasihnya, yang telah meninggalkannya dan menikah dengan orang lain...."


"Benarkah siapa wanita itu? " Ezra tak sabaran.


"Nama anaknya Lucky, dan istriku Zaira, "


Dor...


BERAAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2