
Huda pun mulai goyah, dia bertanya-tanya, selama ini dia dan Yola selama menikah tidak memakai KB, namun Yola tidak juga hamil, tapi saat bersama Bima, baru 3 bulan menikah, Yola sudah hamil.
"Apa mungkin aku yang mandul? tapi kan Rina juga hamil," gumam dalam hatinya.
Kemudian dia pun pergi meninggalkan kamar karena merasa penasaran, dia berniat untuk pergi ke rumah sakit atau ke klinik untuk periksa.
"Mas mau ke mana?" tanya Rina yang baru datang dari dapur.
"Aku mau ke toko," bohong Huda.
"Kenapa tergesa-gesa? bukankah kau belum sarapan? tanya Rina.
"Hari ini aku rasa males untuk sarapan, jadi nanti aku makan siang aja, sekalian," ucap Huda.
Huda pun pergi meninggalkan rumahnya, dan menuju klinik untuk tes laboratorium. Tentang kesuburannya.
"Maaf Mas, aku mau Tes lab kesuburan," ucap Huda.
"Oh baiklah, Tuan mari," ucap penjaga klinik tersebut.
Kemudian Huda pun dibawa ke ruangan khusus, untuk diperiksa. Setelah beberapa waktu Huda pun sudah selesai diperiksa.
"Tuan Maaf, hasil labnya mungkin satu minggu atau lebih," ucap perawat itu.
"Baiklah, terima kasih," ucap Huda.
Huda pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Kini dia sangat penasaran dengan hasil Lab.
Akhirnya dia memutuskan untuk ke toko dan hanya membeli nasi bungkus saja untuk di makan di kantor.
"Selamat pagi Bos,"ucap semua karyawan yang ada di tokonya.
__ADS_1
" Pagi," sahut Huda dengan langkah gongai dan sayu. Huda pun segera masuk ke ruangannya, dia pun memakan sarapannya. Setelah selesai makan, Huda pin tampak termenung, kemudian dia mengambil hp-nya.
"Hello tuan, Aku ingin kau menyelidiki seseorang," ucap Huda.
"Baik bos, apa yang ingin anda selidiki?" tanya orang di seberang.
"Aku ingin kamu memantau, setiap gerak-gerik Rina istriku, kalau ada yang mencurigakan, dan Tolong beritahu aku," ucap Huda.
"Baik Bos," sahut seseorang.
***
Tampak Bram dan Zahra sudah berada di rumah sakit terbesar. slSepertinya Zaira akan melahirkan, karena hari ini ia merasa sakit perut yang luar biasa.
"Sayang... Apa kau sudah siap?" tanya Bram pada istrinya, saat di ruangan bersalin.
"Aku takut Mas, aku merasa gugup," ucap Zaira.
Bram pun setia menemani istrinya. Sementara mamanya Zaira terlihat juga ada di ruangan itu. sepertinya Mama Zaira sudah berdamai dengan anaknya.
"Sayang... sebaiknya kau minta restu ibumu lagi," ucap Bram.
"Mama, ke mari sebentar," panggil Zaira.
"Ada apa? katakan saja?" ketus sang mama, sepertinya Mamanya masih sedikit marah.
"Ma, aku tahu perjuanganmu saat melahirkanku. Tapi tolong Ma, maafkan aku Mah! semuanya sudah berlalu, sekarang kehidupan kita kembali Ma," ucapnya Zaira.
Sekarang Bram menjadi seorang CEO di sebuah perusahaan ternama. Perusahaannya sangat sukses dan mempunyai banyak karyawan, sedang Zaira juga sudah dibelikan sebuah rumah yang sangat besar di kota itu.
"Zaira, sekarang kau tahu seberapa berat aku dulu saat melahirkanmu, sekarang kau merasakan kalau melahirkan itu sakit kan?" ketus sang Mam.
__ADS_1
"Ya Ma, Oleh karena itu, aku minta restu Mama, agar mama bisa mengikhlaskan dan memaafkan kesalahan Zaira. Lagian sekarang Mama juga sudah tua, harusnya kita saling memperbaiki diri Mah ," ucap Zaira.
Mamanya hanya diam dan tampak memasang wajah cembwrut.
Zaira pun memilih diam ketika Bram mengisyaratkan Zaira untuk diam, mungkin Mamanya masih sedikit emosi karena pembalasannya pada Ezrra gagal.
"Mas, sakit... Tolong, panggilkan dokter Mas," ucal Zaira.
Bra pun merasa panik , arena Ini pengalaman pertamanya , kemudian dia berlari memanggil perawat.
Tak Berapa lama, perawat pun datang. Perawat pun memeriksa.
"Nona muda, ini baru pembukaan 4 Nona, Tahan saja ya! mungkin 20 atau 30 menit lagi nona baru melahirkan
.
" Apa? Mengapa begitu lama?" tanya Zaira.
"Karena Emang seperti ini loh," sahut lerawat.
Perawat itu pun kembali pergi keluar ruangan. Setelah lama menunggu, akhirnya waktu yang ditunggu pun sampai.
Tampak Zahwa juga ada di rumah sakit untuk menunggu dan menemani Zaira yang ingin melahirkan. Sementara Arsya dan Arsy ditinggal di rumah bersama Papah dan juga Annty Aunty-nya. Akhirnya Zaira melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik.
"Alhamdulillah, Zaira, Selamat ya, akhirnya kau Melarikan dengan selamat, Lihatlah dia sangat cantik," ucap Zahwa.
Zahwa dengan telaten menggendong bayi itu dan mendekatkan ke arah Zaira, tak ada dendam di antara mereka, mereka sangat bahagia dan mengiklaskan semua yang telah terjadi.
Zahwa kemudian mendekati Mama Zaira dan mencium tangan Ibu Zaira, walaupun Mama Zaira masih terlihat marah, namun dia menyambut tangan Zahwa yang ingin bersalaman dengannya.
Bersambung...
__ADS_1