Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Bertemu Mantan


__ADS_3

Dug dug dug.


"Buka!


Suara teriakan diluar yang sangat Ezra kenal.


" Zaira," Lirihnya.


"Ha?"


Ezra dan Zaira pun merapikan pakaian mereka yang belum sempat terlepas.


Cklek


Bruk


Zaira masuk dan menabrak tubuh Ezra.


Bruk


Duduk di Sofa.


"Zaira! Mau apa kau ke mari?"


Tanya Ezra sambil duduk di samping Zahwa dan merangkul istrinya, kayaknya sengaja ingin pamer.


"Aku ingin kau menikahi ku! Dan aku bersedia untuk menjadi uang ke dua."


Wajah Zaira tanpa ekpresi.


"Heh, apa kau masih waras?"


Ezra bicara sinis, dia sangat kesal dengan ulah Zaira.


"Bang!"


Ucap Zahwa menenangkan suaminya yabg terlihat marah.

__ADS_1


"Apa kau lihat aku ini sedang naik-baik saja? setelah apa yang kau lakukan padaku! Kau putuskan hubungan kita tanpa sebab, lalu kan menikah dengan wanita ja-lang ini heh!"


Zaira menunjuk wajah Zahwa penuh amarah.


"Kau jangan kurang ajar, dia adalah istriju, yang ku nikahi dan halal, sedang kan kau? Kau siapa?"


Ucap Ezra kesal.


"Aa...aku mohon! aku juga bisa seperti dia, aku juga bisa mengenakan pakaian yang dia kenakan, apa susahnya heh! Tolong terima aku lagi A!"


Bruk


Zaira bersimpuh di kaki Ezra.


"Zaira, tunggu! Apa yang kau lakukan, kita tidak berjodoh, kau harus menerimanya."


Ezra pun berdiri dan berjalan menjauhi Zaira yang bersimpuh di lantai.


"Aa...jadikan aku yang ke dua, Zahwa, tolong aku Zahwa! aku tidak bisa kehilangan Ezra, aku tidak bisa tanpa dia!"


Kata-kata Zahwa kali ini membuat Ezra melongo. Baru kali ini Zahwa mengucapkan kata-kata yang sedikit pedes, hanya sedikit.


"Aku tidak perduli, meski aku harus menjilati kaki mu atau kaki nya sekali pun, aku tak perduli," Ucap Zaira.


"Zaira! Pergi dari sini! sana pergi! Security, tolong bawa dia!"


Ezra memanggil paman yang ada di depan ruangan itu.


"Aa...jangan! Tolong jangan usir aku, hiks hiks hiks, Aa..."


Zaira terus menangis saat security membawanya keluar dari ruangan itu.


"Zahwa, awas kau! Aku sumpahin kau tidak akan pernah hamil. Hiks hiks. Awas kau!"


Deg


Jantung Zahwa berdegup kencang mendengar sumpah Zaira yang terus menangis.

__ADS_1


"Hwa, jangan di pikirkan! Kau mau makan?"


Ezra mendekati istrinya dan meraih ke dua tangan wanita itu.


"Hmmmm, aku merasa masih kenyang, kenapa Zaira tidak bisa melepaskan abang? Apakah benar Abang benar belum pernah melakukan itu dengan Dia?"


Pertanyaan Zahwa yang membuat sisi hati Ezra terasa sakit.


"Hwa, apakah kau meragukan ku? Kalau kau tidak mempercayaiku, lalu siapa yang akan percaya padaku?"


Ezra melepas tangan Zahwa dan duduk di sofa, merasa kecewa dan kesal.


Hap


"Maaf, cuma becanda, hihi."


Zahwa memeluk Ezra dari belakang pundaknya, dan menengok pipi Ezra dari belakang sambil menggodanya.


"Ayo kita pulang, baiknya kita cari makan!"


Ezra menggandeng Zahwa meninggalkan ruangan itu. Memasuki Lift, ternyata Lift sudah banyak karyawan yang juga ingin turun.


Hap


Ezra menempelkan Zahwa ke dinding dan menjaganya, hingga tak seorang karyawan pun bisa melihat wajah Zahwa.


Sesampainya di bawah. Mereka menuju mobil mewahnya. Dari kejauhan.


"Kalau aku tidak bisa memilikinya, kau pun tidak boleh memilikinya."


Zaira yang masih berada di dalam mobil di parkiran gedung itu pun tersenyum sinis.


Sementara Ezra dan Zahwa sudah masuk dalam mobil dan melaju meninggalkan Gedung di ikuti Zaira yang tersenyum licik.


Apa yang akan di lakukan nya?


...BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2