Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Pelukan Misterius


__ADS_3

Mereka sudah sampai di Tanah Air tercinta.


"Hwa. Mulai sekarang aku akan memanggilmu Hwa," Kata Ezra.


"Terserah Bang Ez saja." Kawab Zahwa


"Apa kau ingin ikut ke Rumah sakit? Atau kau ingin pulang saja? mungkin saja kau kecapean kan?" Ucap Ezra


"Mana boleh Bang aku pulang? aku juga belum mengucapkan salam sebagai menantu kemaren, karena Bang Ez langsung bawa kabur begitu saja kan?" Sahutnya lagi.


"Hi hi, iya ya,baik lah, tapi kalau nanti kau merasa cape katakan saja ya! Biar di jemput paman sopir." Ucap Ezra.


"Hmm."


Zahwa hanya mengangguk. Ezra terus merangkul pundak istrinya itu. Walau pun belum belah duren, namun dia telah berkelana ke semua penjuru t*buh itu, tadi malam.


Tak terasa mereka pun sampai ke rumah sakit.


Tap


Tap


Tap


Ceklek


"Ummi..."


Hap


Ezra menggenggam tangan Ummi nya yang tak berdaya. Zhwa pun meraih tangan kanan Ummi Ezra dan mencium nya.


"Ummi, maaf, zahwa baru bisa mengucapkan salam perkenalan pada ummi." Ucap Zahwa sambil mencium takzim tangan ibu mertuanya itu.


"Sayang, aku sangat senang, akhirnya kalian menikah, Aku sungguh tak menduga, sebenarnya anak ini sudah sangat lama ku tawari untuk melamar mu menjadi menantuku, namun dia menolak."


Cerita Mita, membuat Zahwa kaget dan menatap muka Ezra. Ezra pun jadi salah tingkah.


"Ummi, itu kan dulu, sekarang lihatlah! aku sudah membawa menantu idaman Ummi ke hadapan Ummi kan?" Ucap Ezra sambil membelai belai punggung tangan Ummi nya.


Mita pun tersenyum.


"Menantu idaman? Bang Ez berlebihan, aku hanya wanita biasa yang banyak kekurangan Bang," Sahut Zahwa merasa malu.


"Itu kata Ummi lho, bukan kataku." Ucapnya lagi.


"Benar kok, kamu adalah menantu idaman." Tambah Mita sambil menatap penuh kasih sayang ke wajah Zahwa.


"Ummi...anak Ummi yang banyak kelebihan, aku sangat beruntung bisa menikah dadakan sama dia Mi." Zahwa memuji Ezra, yang membuat Ezra menatap penuh makna ke arah Zahwa.


...


...

__ADS_1


...


Hari ke 2 Zahwa di Rumah Sakit.


"Assalamualaikum..."


"Wa alaikum salam, Mama, Papa."


Hap


Zahwa berlari dan memeluk Shaina yang membesuk Mita.


"Sayang, apa kabarmu? Bagaimana bulan madunya? Sukses?" Tanya Shaina.


"Sukses? Emang ada bulan madu yang gagal ya Ma?" Tanya Zahwa heran.


"Hi hi maksud Mama... Mama bisa secepatnya nimang cucu kan!"


"Uhuk uhuk."


Ezra yang berdiri di samping Fathir pun keselek air liur saat mendengar Mertuanya menyebut cucu.


Bagaimana mau nimang cucu? belah duren juga belum!


Lirih Ezra di hatinya.


"Ha ha, Mamamu ini sungguh ingin serba instan,Zahwa." Sahut Fathir.


"Mama ah, baru juga satu minggu udah nanya ke sana. Oh iya, bagaimana kabar Yola?"


"Sayang, kamu hari ini ikut pulang aja ya! Biar bisa istirahat." Titah Mita sama Zahwa.


"Tapi bagaimana dengan Ummi? Kasian Ummi," Sahutnya.


"Nanti Ayana dan Bibi juga kemari, Aunty Zila juga kok, jangan khawatir!"


"Baiklah Mi."


"Ezra juga pulang saja."


"Iya Mi, aku akan pulang sebentar, nanti ke mari lagi."


Setelah ngobrol banyak, Shaina dan keluarga pun pamit pulang, kebetulan Ayana sudah sampai Rumah Sakit.


"Mi, aku pulang dulu, nanti sore ke mari lagi."


"Iya."


"Cepat sembuh ya Besan, biar kita bisa nimang cucu sama-sama." Bisik Shaina, namun masih terdengar oleh Ezra yang masih di samping ummi nya. Dia pun tersenyum geli.


...


...

__ADS_1


...


Zahwa dan Ezra sudah,kembali ke rumah Zahwa.


"Bang, ini kamar kita selama di sini, kalau ada apa-apa Bang Ez bisa panggil Bibi kalau aku tidak ada ya?"


Hap


Ezra memeluk mesra Zahwa dari belakang. Zahwa yang sedang merapikan baju dalam lemarinya pun kaget.


"Hemmm, aku masih merindukanmu, kita belum selesai, dan belum bisa bikin cucu buat Mama dan Ummi."


"Hmmm." Hanya gumaman kecil yang keluar dari mulut Zahwa.


"Aku mau ambil minum dulu ke dapur."


Zahwa melerai tangan suaminya dan berjalan keluar kamar menuju dapur.


"Bi....kok sepi? Kemana Bibi ya?"


Zahwa pun mengambil gelas yang ada di atas meja makan dan mencucinya.


Hap


Pelukan hangat dan mesra kembali melingkar di perutnya.


"Bang Ez, nanti kelihatan yang lain, tolong lepaskan! aku cuci beberapa gelas ini dulu, baru aku bawakan teh hangat ke kamar." Ucap Zahwa.


Namun tak ada sahutan, namun pelukan itu semakin erat dan terasa hembusan udara menerpa leher Zahwa yang mengenakan kerudung.


"Bang!" Ucap Zahwa.


Tak ada sahutan juga. Perasaan Zahwa tiba-tiba tidak enak.


Settttt


Zahwa menengok ke belakang.


"Aaaaaaa."


Pranggggg


Cangkir yang di cuci Zahwa pun jatuh berserakan di lantai.


Dengan cepat Zahwa melepaskan pelukan dari tangan itu.


"Zahwa..ada apa?"


Ezra pun berlari ke dapur karena mendengar teriakan Zahwa.


"Bima?" Ezra kaget karena melihat ada Bima di dapur, sedang Zahwa terlihat berdiri dan bersandar di dinding dekat Wastafel.


Hap.

__ADS_1


Zahwa langsung menarik tangan Ezra dan meninggalkan dapur.


...BERSAMBUNG........


__ADS_2