
Saat Zaira memanggil Ezra, Ezra pun menoleh. Namun karena sudah terlindung oleh mobil, dia tidak melihat siapa-siapa di belakangnya.
Sementara Zaira sedang menerima telepon dari ibunya d.
''Hello Zaira, kau ada di mana? cepat pulang! Arsya mendadak demam,'' ucap sang mama.
''Benarkah? Baiklah kami akan kembali... Mas Bram, Ayo kita pulang! Arsyad demam, aku harus membawanya ke rumah sakit,'' ucap Zahira.
"Baiklah mungkin besok kita bisa kemari lagi," ucap Bram.
Akhirnya Zaira dan Bram pun kembali ke rumah mungilnya. Sementara Ezra tampak meluncur menuju apartemen lama Bram.
Mata-mata yang selama ini dikirim oleh mamanya pun, tidak membuahkan hasil. Ezra kemudian memasuki area apartemen yang dulu ditinggali Zaira bersama Bramjuga Arsya.
"Maaf... aku ingin menyewa apartemen yang ada di lantai atas," ucap Ezra menyebutkan nomor kamar yang duku di tinggali Bram.
"Maaf tuan, apartemen itu sudah disewa kembali oleh pemilik asalnya," ucap resepsionis.
"Pemilik asal? maksudnya....?" tanyanya tidak mengerti.
"Iya Tuan tadi, malam pemilik asalnya Tuan Bram kembali ingin memiliki apartemen tersebut, tadi malam istrinya yang menelpon kami. Mungkin beberapa hari lagi dia akan segera memindahi tempat itu," ucap resepsionis.
"Benarkah? Apakah aku bisa minta nomor teleponnya? karena ini sangat penting," tanya Ezra.
"Maaf tuan, karena ini privasi, kami tidak bisa memberikan nomornya ke sembarang orang. Nanti kami bisa kena marah, dan mungkin juga kena denda Tuan. Tuan tinggalkan saja nomor telepon Tuan, kalau mereka sudah datang, nanti akan saya kabari tuan," ucap mereka.
"Oke baiklah, tapi aku ingin menyewa satu apartemen di dekat kamar itu," ucap Ezra.
"Boleh tuan, tapi kalau berdampingan sudah ada orangnya tuan. Tapi kalau beberapa meter dari kamar itu ada yang kosong Tuan, Kalau tuan mau, Tuan bisa mengambil yang kosong itu," icapnya lagi.
" lBaiklah, aku mau dan malam ini juga aku menempatinya," ucap Ezra.
Ezra pun menyelesaikan administrasinya. hatinya sangat gembira, entah ada harapan apa yang ada di hatinya. Pokoknya dia sangat senang, dan dia berharap Bram akan secepatnya menempati apartemennya tersebut.
Ezra dan juga Pasha kembali ke hotel sebelumnya, dan mengambil barang-barang dan membawanya ke apartemen yang baru.
"Paman, kita harus membeli CCTV dulu, biar kita pasang di depan kamar kita, agar kita senantiasa tahu pergerakan yang ada di kamar Bram nanti," ucap Ezra.
"Baiklah, Ayo kita beli, kalau perlu kita beli sebanyak-banyaknya," ucap sang paman.
Sepanjang jalan Ezra tampak sangat senang, ada kebahagiaan yang sangat dia rasakan saat ini. Sepertinya dia benar-benar akan bertemu dengan anaknya Arsya.
"Sebentar lagi sayang, kita pasti akan bertemu, aku janji, akan mempertemukan mu dengan ibumu Zahwa," lirihnya.
__ADS_1
***
Zahwa yang sedang duduk santai di depan rumah mertuanya, menemani Arsy kaget saat teleponnya berbunyi. Dia sangat berharap Ezra memberikan kabar terbaik kali ini, dia sangat berharap Arsya benar-benar bisa ditemukan di Jerman, dan dibawa pulang ke Indonesia.
"Hello Sayang... lagi ngapain?" tanya Ezra.
Pembuka pembicaraan itu terdengar manis di telinga Zahwa.
"Abang Bagaimana perkembangannya? Apakah kau sudah menemukan Arsya?" tanya Zahwa.
"Belum Sayang..m tapi kayaknya sebentar lagi aku akan menemukannya," ucap Ezra terdengar antusias dan ceria.
"Benarkah? Apakah sudah ada perkembangannya? atau mungkin sudah ada kabar dari Zaira?" ucapnya.
"Iya Sayang... sekarang aku berada di samping apartemen Zaira," ucapnya.
"Benar kah? Kenapa tidak kau grebek saja kamar itu? dan ambil anak kita secepatnya," ucap Zahwa.
"Tidak bisa Sayang, dia belum pindah ke apartemen ini. Sekarang aku berada di dekat apartemen lamanya, saat tadi aku ingin menyewa apartemen lamanya, kata mereka, Bram dan Zaira kembali menyewa apartemen itu, kemungkinan beberapa hari lagi mereka akan pindah kemari, Sabar... sabar dan berdoalah, semoga ini jalan kita untuk menemui anak kita," ucap Ezra.
"Alhamdulillah ya Allah, mudahan pertemukan aku dengan anakku kembali,"
Tetesan bening pun mengalir di ujung matanya, hatinya sangat senang, walaupun itu hanya sebatas harapan.
"Baik Sayang... aku mau mandi dulu, kemudian aku akan makan siang bersama paman Pasha," ucapnya.
"Waalaikumsalam."
"Ada apa Zahwa? kelihatannya kamu senang sekali, ada kabar apa dari Ezra?"tanya sang mertua.
"Alhamdulillah Mi, ya Allah sebentar lagi Arsya pasti ditemukan, aku yakin," ucap Zahwa.
"Emang ada kabar apa? Apakah mereka sudah menemukannya?" tanya Mita.
"Iya Umi, Katanya sebentar lagi Zaira akan pindah ke apartemen lama," ucap Zahwa.
"Benarkah syukurlah, mudahan Ezra bisa bertemu dengan Arsya.
***
Yampak Huda dan Rina berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan. Rina selalu menggandeng tangan Huda untuk menutupi kesalahannya tadi. Rina terlihat bergelayut manja di tangan suaminya itu.
Sedangkan Huda tampak terlihat dingin, Mungkin dia sudah mencurigai sesuatu.
__ADS_1
Ternyata tiba-tiba...
Toto juga ada di sana sedang bersama seorang wanita cantik. Rina yang melihat pun kaget. Toto juga terlihat kaget, gelagat mereka berdua ternyata tercium oleh Huda yang mengintipnya diam-diam.
"Sayang... aku mau ke toilet dulu ya," ucap Huda. Karena dia ingin mengintip dari jarak jauh.
"Baiklah Sayang... aku tunggu di sini ya," ucap Rina.
Huda pun pergi meninggalkan Rina, namun bukannya Huda ke kamar mandi, akan tetapi dia bersembunyi di balik tiang, dan baju-baju yang ada di toko itu.
Rina mengambil hp-nya dan menchat seseorang. Tentu saja dia sedang menchat Toto.
"Aku ingin bicara denganmu," chat Rina.
"Baiklah, Ikuti aku," ucap Toto.
Toto pun sepertinya izin kepada wanitanya untuk meninggalkan toko itu. Sementara Huda yang melihat dari jarak jauh pun mengikutinya diam-diam, ternyata Mereka pergi keluar toko dan masuk ke area parkiran yang ada di bawah gedung.
"To... Aku tidak menyangka kalau ternyata kau mempunyai wanita lain di belakangku," ucap Rina.
"Apa maksudmu? ucap Toto.
"Bukankah itu tadi wanita mu?" tanya Rina.
"Kau bersama suamimu, Bukankah aku juga boleh bersama wanita lain?" ketus Toto.
"Tapi To..."
"Sudahlah... jangan dibuat ribut begitu dong, Yang penting kan dompetmu selalu aku isi," ucap Toto.
Huda yang mendengar di belakang sana pun merasa geram, namun Huda tetap diam dan ingin mengetahui sejauh mana hubungan mereka.
"Tapi mengapa harus ada di depan mataku?" tanya Rina.
"Mana aku tahu kalau kau juga kemari,"ucap Toto.
"Pokoknya aku ingin kau memutuskan wanita itu!" ketus Rina.
"Sayang..m tidak usah seperti itu, hubungan kita ini kan hubungan yang memang terlarang, Yang penting kan domletmu aku isi toh? kamu juga tidak selalu melayaniku kan?" ucap Toto.
Rina tampak sangat cemberut.
"Nah ini Ini buat kamu," ucapnya sambil memberikan segepok uang kepada Rina. membuat senyum Rina mengembang.
__ADS_1
Huda yang melihat itu sangat geram dia mengepalkan kedua tangannya. Giginya pun berbunyi karena gesekan.
Bersambung...