
Ezra dan Zahwa kini sudah di satu selimut yang sama, perlahan tapi pasti Ezra mulai menyantap makanan seger nya bak kucing ketemu ikan Nila yang besar dan gurih.
...***...
Dret...dret....dret...
Telepon Ezra bergetar.
"Bang, ada telepon tuh."
Zahwa yang masih duduk di atas sajadahnya pun membangunkan suaminya, Ezra tertidur lagi saat habis sholat subuh karena sangat mengantuk, walau Zahwa sudah melarangnya, namun Ezra beralasan kepalanya terasa pusing, karena pertempuran tadi malam membuat Ezra terasa sangat lelah.
"Uaaaaah."
Ezra menggeliat dan mulai membuka mata.
"Helo, ada apa Mi?"
"Kamu hari ini nggak ke kantor? trus file untuk rapat hari ini mana?"
Telepon Umminya dari seberang sana.
"Astagfirullah, aku lupa mi, sebentar aku ke kantor."
"Nggak papa nggak ngantor, asal filenya kamu kirim, biar Ummi yang menghadiri rapatnya ya!"
"Ummi di mana?" Tanya Ezra.
"Ini udah di kantor kok, para klien udah datang."
"Astagfirullah, baik Mi, biar aku kirim Filenya, maaf Mi..hi hi."
Ezra merasa bersalah membiarkan Ummi nya yang sudah menua itu menghadiri rapat penting.
"Iya...cepetan ya! kamu bisa nyambung lagi acara santap menyantapnya, ha ha." Ummi nya malah tertawa sambil mencandai anaknya.
"Iya Mi."
Klok
"Ada apa Bang?"
"Hari ini ada rapat di kantor, aku lupa, habis ke asyikan sama kamu siiih. ha ha." Ezra tertawa lepas seakan tiada ada beban.
"Kita ke kantor yuk, biar aku ikut juga!" Pinta Zahwa.
"Nggak cape?"
Ezra menatap wajah Zahwa sambil sedikit menggoda dengan senyuman nakalnya.
"Nggak lah, emang ngapain cape? ayo! sekalian cek out."
"Oke, bentar."
Ezra berdiri dan menuju kamar mandi. Begitu juga Zahwa berdiri ingin merapikan mukenanya.
Bruk
__ADS_1
"Aur...Abang, apaan sih?"
Tiba tiba Ezra malah kembali nempel di belakang Zahwa dan memeluki tubuh kurus itu.
"Nggak mau lepas nih, kita nggak usah ngantor ya? kan udah ada Ummi." Pinta Ezra.
Drettt...dret...dret...
Hp Ezra kembali berdering.
"Helo, Mi!"
"Ezra, mana Filenya? aduuuh, istirahat bentar napa sih? ini udah rapat nih sayaaaang heeeeh."
Mita sangat gregetan dengan penganten baru ini, gemes banget kayaknya.
"Oh___i____ya Mi, lupa hi hi, bentar."
Ezra kembali mengambil laptop dan mencari filenya, memang Ezra sengaja membawa laptop buat memeriksa pekerjaannya tadi malam, eh ternyata bukan memeriksa laptop malah terjebak oleh sarang burung waletnya Zajwa😁
"Tu kan Bang, kenapa Abang lupa? aku jadi malu nih ketemu Ummi.."
Zahwa malu-malu, ingin rasanya dia bersembunyi dan tak ingin bertemu ibu mertuanya itu.
"Kamu siiih, bikin aku mabuk kepayang, coba kamu jangan menggoda akau gitu, otskku jadi bleng tau!"
Tanpa bersalah Ezra malah menuduh istrinya yang menggodanya.
"bang, baju ini siapa yang bawa?"
"Ya aku," Jawabnya.
"Hehe, iya aku deeeh, nggak papa kok, nanti pulang kita mampir di toko baju, kamu neli semua yang kamu mau."
Ezra kembali menatap laptopnya. sedang Zahwa melipat mukenanya dan memasukannya kedalam tas untuk di bawa pulang.
Tap tap tap
Zahwa mendekati kamar mandi, mungkin pengen pipis atau apalah. Ezra menatap Zahwa dengan tatapan aneh, tersenyum penuh tanda tanya, dia terlihat tergesak-gesak melakukan pekerjaannya.
Bruk
Ketika Zahwa ingin menutup pontu kamar mandi, tiba-tiba pintu di dorong dengan sangat kuat, hingga Zahwa pun mundur beberapa langkah.
"Abaaaang, apaan sih?" Zahwa sangat greget melihat suaminya itu tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu dengan senyum lebar.
"Mandi bareng yuk!" Ajak Ezra.
"Sudah mandi, ngapain mandi lagi?" Jawab Zahwa.
"Ayo lah!"
Ezra pun masuk dan mencengkram tangan istrinya lembut. Zahwa tak bisa berkutik di buatnya.
Sat sit sut...
Satu ronda lagi 😄.
__ADS_1
***
"Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam, Ezra? kok kemari?"
Mita yang sedang duduk di ruangan derektur kaget saat Ezra dan Zahwa tiba-tiba dayang ke kantor.
"Iya Mi, bagaimana rapatnya?" Tanya Ezra.
"Alhamdulillah, emang kenapa kamu ke sini?" Tanya Ummi nya.
"Nggak papa kok, Zahwa pengen lihat-lihat kantor ini, mungkin dia pengen masti-in nggak ada ruangan rahasia di dalam ruangan Direktur ini hi hi."
"Abang!" Sanggah Zahwa merasa mali.
"Oooh, silahkan! Zahwa emang kamu harus curiga, curiga berarrti cemburu, cemburu kan artinya sayang, iya kan?" Tanya Mita sambil menatap wajah Mantunya.
"Mm, iya Mi." Zahwa gugup dan merasa malu di tanyain kayak gitu.
"Jadi Ummi udah siap-siap nimang cucu kan?" Mita malah menggodanya lagi.
"Siap Mi...biar bikin yang banyak, ha ha ha."
Ezra malah sengaja menggoda Zahwa, hingga kini wajahnya bersemu merah kayak udang rebus.
"Mmm, oke, Ummi mau pulang nih, kalai kalian selseai, janhan sampai meninggalkan jejak ya."
"Ha?" Zahwa melongo mendengar perkataan Mertuanya.
"Siap Mi..."
Ezra malah siap-siap mulu.
Cklek
Mita pergi meninggalkan ruangan itu.
"Apa kau paham maksud Ummi?"
Ezra mendekati Zahwa yang sedang duduk santai di sofa.
"Ha? emang Ummi bilang apa?"
Zahwa malah pura-pura nggak ngerti.
"Ummi bilang, kalau udah selesai, jangan meninggalkan jejak, harus di bersihin sampai bersih Hmmmm.."
Ezra meletakkan lututnya di sisi Kanan Zahwa. sementara Lutut satunya sedikit di letakkan nya di pangkuan Zahwa. Wajah mereka saling bertemu.
Hm....Hm....Hm
Satu ronda lagi kali ya.
Dug...dug...dug...
Tiba-tiba Pintu ruangan itu di gedor-gedor sangat keras.
__ADS_1
...BERSAMBUNG.......