
Zahwa sangat senang mendengar Bram yang telepon pun, dia mendekat ke telinga Ezra, untuk mendengarkan telepon dari seberang
"Hello Bram... Bram..." panggil Ezra saat panggilan itu masuk dan di terima Ezra.
"Hello... iya pak, kami ingin mengatakan sesuatu tentang nomor telepon ini, kami menemukannya di bak sampah, beberapa minggu yang lalu Pak, kami tidak tahu pemiliknya," ucap seseorang dari seberang telepon.
"Benarkah?" tanya Ezra.
"Hp ini mati saat ku temukan, dan aku lupa menghidupkannya ,baru hari ini aku ingat kalau aku menemukan telepon ini," ucap pemuda itu lagi.
"Maksud anda, telepon ini ada di bak sampah?" tanya Ezra.
"Iya pak, kami menemukannya ada di bak sampah, di dekat taman."
"Oke baiklah... Apakah bisa mengatakan Taman apa itu? dan berada di kota mana?" tanya Ezra.
"Baik Pak. Saya akan mengirim alamatnya," ucap orang itu.
Tentu saja mereka berbahasa Inggris ya Rider.
Zahwa pun merasa lemas karena ternyata yang menelpon bukanlah Bram, akan tetapi telepon dari seseorang yang menemukan telepon itu ada di bak sampah.
"Gimana Bang?" tanya Zahwa merasa lemes.
"Aku akan ke sana, aku akan menyelidiki tempat telepon itu dibuang, mungkin saja Zaira dan Bram tinggal di dekat situ," ucap Ezra.
"Tapi Bang, aku mau ikut," rengek Zahwa.
"Jangan, lagian kondisi Abang sekarang juga begini," ucap Ezra.
"Apa kita suruh Rangga sama paman Pasha saja yang ke sana?" ucap Zahwa.
"Mungkin aku akan membawa bodyguard ku, dan aku juga akan memasang kaki robot itu lagi, mungkin sekarang kakiku sudah aman kok," ucap Ezra.
"Bagaimana kalau aku saja yang pergi ke Jerman, dan abang sama Arsy tinggal di rumah, Aku akan pergi bersama Rangga dan juga Paman Pasha, " ucap Zahwa.
"Kau ini... tidak, aku tidak mau kau yang pergi, aku yang akan pergi ke sana, mana boleh seorang perempuan pergi keluyuran tanpa suaminya, aku bisa kok. Baiklah aku akan pergi bersama Rangga dan juga Pasha dan dua Bodyguard ku, " ucap Ezra.
"Aku ikut Bang ,aku tidak mau hanya menunggu di sini kabar anakku. Aku ingin ikut please, " rengek Zahwa lagi.
"Sayang, kalau kau ikut ke Jerman, otomatis Arsy juga ikut 'kan? aku merasa trauma membawa anak kita ke Luar Negeri, dan aku juga khawatir kalau Arsy nanti malah sakit, saat ini yang terpenting jaga kesehatan Arsy dan juga kamu Sayang. kali ini Insya Allah aku akan membawa Arsya kembali, aku janji," ucap Ezra.
__ADS_1
Zahwa terlihat sangat cemberut. Dia kemudian mengambil Arsy dan menggendongnya keluar kamar.
"Lho llkok arsy dibawa sih? Sayang dia 'kan masih bobo," ucap Ezra.
"Aku tidak ingin meninggalkan Arsy sendirian di kamar, mulai saat ini, kemanapun aku pergi, akan aku bawa meskipun masuk kamar mandi atau WC sekalipun titik," ucap Zahwa.
Saayang... pasti dia ngambek lagi... gawat bisa tak diberi bekal untuk pergi ke Luar Negeri nih," gumamnya.
Ezra pun menyusul Zahwa yang ada di dapur, dan mendekati istrinya yang sedang duduk di depan meja makan.
"Kalian ada apa? Kok cemberut gitu?" tanya Ummi Mita yang baru selesai menggoreng ikan.
"Iya Mi, aku juga nggak paham sama istriku yang cantik ini, semakin dia marah, semakin cantik aja wajahnya. Pengen deh aku ucil ucil wajahnya itu, lalu aku masukin ke kantong, dan aku bawa setiap saat ke mana aja aku pergi, biar gak ada yang bisa ngambil dariku," goda Ezra.
Zahwa pun tampak tersipu, namun dia gengsi untuk tersenyum.
"Ih buaya juga Dia kalau sudah menggoda, bisa juga ya ternyata anak Umi ini ngegombal, kayak Papanya dulu tuh," ucap Mita.
"Emang bener Mi Papah dulu suka ngegombal? Tapi bener lho Mi, kalau Zahwa semakin marah, wajahnya seperti bulan purnama saja," tanya Ezra.
"Iya, sering malah, sering usil, banyak sih keusilan Papa mu dulu sama
"Tadi ada telepon dari Hp Bram Mi, namun Hp itu ditemukan di bak sampah, terus aku mau ke Jerman menyusul tuh HP, siapa tahu aku bisa menemukan pemiliknya, mungkin sengaja dibuang di bak sampah, aku akan menyelidikinya, tapi Zahwa mau ikut, kalau Dia ikut otomatis Arsy juga ikut, aku merasa trauma nih, bawa anak ke Luar Negeri, "ucap Ezra.
"Oh jadi tadi orang yang nelpon, Eh gimana sih? aku nggak paham," ucap Mitq.
"Iya Mi, ada orang nelpon nemuin tuh HP, dan HP itu nelpon ke hp-ku, ternyata HP itu milik Bram. Aku nggak tahu kenapa HP itu dibuang, atau terjatuh, atau gimana, aku nggak paham. Makanya aku ingin mencari ke sana langsung," ucap Ezra.
"Oh begitu ya...Ya silakan, kamu sama siapa? kamu 'kan sedang sakit juga?" tanya Mita.
"Aku akan pergi dengan paman Pasha dan juga Rangga, itu permintaan Istriku yang cantik ini, Oke aku sanggupin, tapi dia enggak boleh ikut," ucap Ezra.
"Iya kamu enggak usah ikut, nanti kamu kecapean, jaga arsy saja di rumah, biar diam di rumah umi aja ya! nggak usah pulang ke sana, di sana juga ada Juda dan Rina 'kan?mh ucap Umi lagi.
"Iya Mi.. aku akan tinggal kok," sahut Zahwa sendu.
***
Huda baru datang dari Toko dan langsung masuk dapur karena merasa sangat lapar.
"Bi, Rina mana? Tolong panggilkan!" titah Huda.
__ADS_1
"Iya Tuan... Anu Tuan, aku mau ngomong sesuatu," ucap Bibi.
"Silahkan Bi, jangan lama-lama, aki laper sekali ini," sahut Huda.
"Sebenarnya tadi Bibi mendengar Non Rina..."
"Mas Huda? Sudah datang?" sapa Rina.
Tiba-tiba saja Rina datang dan membuat Bibi kaget dan merasa takut. Rina pun menatap Bibi tajam.
"Bibi kenapa? Kok kaget gitu sih, kayak lihat hantu aja?" ucap Rina.
"Oh tidak Non, tadi Bibi mau panggil Nona muda, namun keburu Nona turun duluan," ucap Bibi.
"Bibi mau bicara apa sih? Ayo, jangan sungkan," ucap Huda.
"Tidak Tuan, nanti saja, sekarang Bibi mau ke depan dulu, ada yang mau Bibi ambil," ucap Bibi.
"Mau bicara apaan sih Dia?" tanya Rina.
"Entah, ayo makan! Aku sudah lapar nih," ajak Huda.
Mereka pun makan bersama. Rina lebih dulu menyelesaikan makannya, namin.
"Aduuuh, perutku sakit," ucapnya sambil memegangi perutnya yang sakit.
Rina pun masuk ke dalam WC dengan tergesak-gesak. Dia lupa meninggalkan Hpnya di atas meja.
Pesan masuk. Dari nomor seseorang tanpa nama, namun sempat terbaca oleh Huda.
"Sayang... Kangen nih, besok....-
Hanya sampai situ Huda bisa membacanya. Huda pun mengambil Hp itu ingin membuka Hp tersebut.
"Di kunci? Kenapa di kunci?" gumam Huda merasa kesal.
Ceklek.
"Kenapa Hp mu di kunci?" tanya Huda.
BERSAMBUNG...
__ADS_1