Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Arsya di Culik


__ADS_3

Zahwa sangat panik, bahkan Dia beberapa kali mau loncat saja untuk segera turun ke bawah.


Dia terus menangis sambil di peluk oleh Ezra


"Sayang, sebentar lagi kita sampai, kau tenang dulu!" ucap Ezra berulang-ulang sambil terus mengelus pundak istrinya.


"Huaaaaaaa, Arsyaaaa, Arsya ke mana Bang? Huaaaaa...." Dia terus menangis, karena kereta sengaja mereka sewa untuk berdua saja.


Akhirnya mereka pun sampai, Zahwa dan Ezra terus berlari mendekati Gazebo yang di sewa Ezra untuk istirahat Aunty dan rombongan saat berjalan-jalan.


"Aunty, apa yang terjadi? Mana Arsya? jangan bilang, kalau Dia tidak ada, aku tidak akan bisa memaafkan kalian!" ucap Zahwa.


Aunty dan Sasa oun hanya menunduk, sambil memeluk Arsy yang juga terus menangis.


"Maaf, Nyonya muda, kami tadi sedang asyik duduk di teras, sambil melihat orang-orang berlalu lalang, namun tiba-tiba Arsy menangis bingga kami masuk, namun Aesya sudah tidak ada, ada penculik yang sengaja masuk lewat jalan belakang gazebo ini Nyonya muda," ucap seorang Aunty dengan wajah tetap menunduk dalam.


"Tidak! Tidak mungkin, ayo cari! mungkin saja dia berguling dan terjatuh ke belakang bangunan ini," ucapnya sambil berlari mengelilingi bangunan gazebo tersebut. Dia terus menangis, begitu juga Ezra segera mengiringi istrinya sambil menggendong Arsya.


"Bang... Baaaaang... Ini salahmu aku tidak mau menerima ini, ini semua karena Abang mengajak aku liburan ke mari, aku mau Arsya Baaaang, hiks hiks,"


Zahwa terus menangis dan tak mau di bujuk dengan apa pun, orang yang melihatnya pun jadi bingung dan menatap ke arah mereka serentak.


"Sayang, ayo kita cari dulu, kita harus berusaha sebelum berputus asa," ucap Ezra sambil merangkul sang istri.


"Tuan, kami mohon maaf, sungguh, maafkan kami," ucap Aunty.


"Kalian, kalian lalai hiks hiks hiks, kalian... "


Bruk


Zahwa pingsan, untung saja Arsy sedang di pangkuan Ezra, kalau saja di pelukan Zahwa pasti sudah jatuh tu si gemoy.


"Ezra pun melapor ke pos, kemudian dia mencek CCTV yang ada di area Gazebonya.


"Lihat! Itu mereka, mereka masuk lewat pintu belakang," ucap Ezra, namun wajah mereka tak terlihat, karena menggunakan pasmina panjang yang di lilitkan ke leher dan menutupi separo wajah. Sementara Sasa di luar ruang kendali tampak panas dingin dan mondar mandir.


"Sa, kamu kenapa? Kok gugup gitu sih? Kenapa kamu berkeringat dingin?" tanya Aunty


"Oh tidak, aku hanya sangat khawatir, bagaimana nasib Arsya, aku sangat menyesal tidak bisa menjaganya, hiks hiks hiks," Sasa pun pura pura memeluk salah satu Aunty dan menangis.

__ADS_1


"Sudahlah Sa, jangan sampai menambah sedih Nyonya Muda, kalau dia terbangun, kita berempat sama-sama salah," ucap Aunty lagi.


Tampak CCTV menunjukkan kalau penculik sudah pergi jauh meninggalkan gazebo.


"Ayo kita pulang ke Hotel!" ajak Ezra dengan langkah gontai berjalan menuju mobil yang di sewanya dan di setirnya sendiri, setelah membuka pintu, dan menyerahkan Arsy pada Aunty terlama yang bekerja padanya, Dia pun kembali ke mobil ke Gazebo dan menggendong Zahwa yang masih pingsan.


"Sayang, maafkan aku, maafkan aku," ucap Ezra berulang kali. Sambil menggenggam tangan istrinya, Zahwa yang di sandarkan di sandaran kursi depan tampak lemes, setelah di pasangkan pengaman, mereka pun berangkat, Arsy tampak rewel dan sesekali menangis, mungkin Dia pun merasakan kesedihan karena kehilangan si kembar. Mereka pun sudah sampai ke Hotel.


***


"Arsya.... Nak, jangan pergi, Nak... Arsya...," ucap Zahwa seperti mengigau, namun matanya sudah terbuka walau masih redup.


"Sayang, ayo minum dulu!" Ezra pun dengan cekatan mengambilkan minum dan menyuguhkannya pada Zahwa.


"Bang... Arsya Bang...," Zahwa seperti menggapai gapai dengan ke dua tangannya, namun terlihat lemes dan tak bertenaga.


"Iya Sayang, polisi sedang menyelidiki sekitar CCTV yang ada sepanjang jalan 2 wanita itu pergi, kita tunggu kabar dari mereka ya! insyaa Allah ketemu, karena semua takdir hanya Allah yang menentukan," Ezra terus menghibur sang istri yang tak berdaya.


Hari ini, sudah seharian Zahwa tak mau makan, sesekali Dia hanya mau minum, itu pun sedikit.


"Aku mau ke bawah dulu ya! Mau cari cemilan," ucap Sasa.


"Oke," Sasa pun pergi tergesak-gesak, pasti bukan ingin mencari cemilan, pasti ingin menghubungi Zaira cs 'kan?


Sasa sudah berada di bawah, dan mengambil teleponnya.


"Hello, bagaimana? Kalian di mana? Berhasil 'kan? sekarang kalian pergi yang jauh, mereka akan mencari kalian bahkan sampai ke lobang semut sekalipun," ucap Sasa.


"Iya, kami ini sudah di kereta, menuju kota, kami akan segera naik pesawat dan mendarat ke jerman, dan kami akan menetap di sana, uangmu akan aku transfer nanti, sekarang, kami perlu menyelamatkan diri dulu," ucap Zaira.


"Oke, baiklah, jangan sampai ingkar ya!"


Sasa pun menutup telepon dengan senyum merekah di bibirnya. Dia berjalan mencari cemilan agar tidak di curigai. Setelah menemukan yang di inginkan nya, Dia pun kembali ke atas.


"Hmmm terlihat enak ini, apakah ada lambang Halalnya?" tanya Aunty.


"Ya iya laaaah, ini 'kan terbuat dari kentang, masa haram sih?" ucap Sasa.


Mereka pun memakan kentang goreng kripsy, saat ini, Zahwa sangat tertekan dengan kehilangan Arsya, bahkan tak ada yang Dia kerjakan, apakah dia mengalami baby blues setelah melahirkan? Seperti Shaina dulu juga begitu saat stresnya.

__ADS_1


"Sayang, apakah kita pulang besok?" tanya Ezra.


"Aku tidak akan pulang, sampai aku menemukan Arsya Bang!" ucapnya, kembali air matanya mengalir.


"Baiklah, apakah kita perlu mengabari Ummi dan Mama juga?" tanya Ezra lagi.


"Jangan! Mama akan sakit hati sangat sakit, kalau kabar ini dia dengar, kalau Ummi, terserah kau, asal jangan Mama tau," ucapnya.


"Yola, di mana Yola?"


Ternyata mereka melupakan adiknya yang sedang bermain di Teman bermain itu, karena juga sedang mengalami syok berat saat,kehilangan Arsya.


Ezra pun mengambil Hpnya, tak ada panggilan.


"Bang, jemput Yola! Dia pasti panik."


Ezra coba menghubungi telepon Yola namun tidak aktif.


"Bang, bagaimana ini, apakah Yola melakukan sesuatuya Allah, apa lagi ini? Yola juga sedang patah hati, karsna suaminya berselingkuh, aku takut Yola nekat Bang."


Ezra pun menyambar kunci dan nerjalan keluar.


Tok tok


Pintu terbuka


"Aunty, tolong jaga Zahwa, aku perlu mencari Yola, tolong jangan biarkan kamar Zahwa kosong ya!" ucap Ezra.


"Baik Tuan,"


Ke 3 Aunty oun pergi ke kamar Zahwa dsn menghibur Zahwa.


***


"Nona, jangan lakukan itu! turunlah Nona, kasian keluargamu Nona, turun!" teriak beberapa orang yang sedang melihat Yola berdiri di atas jembatan tinggi, sepertinya Yola ingin melompat.


"Nona..., Jangan! Turun! Cepat! Ingat keluargamu Nona," ucsp merka lahi saling bersahutan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2