Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Minta Pertanggung Jawaban


__ADS_3

"Aku ingin kau melakukan sesuatu, dan ini menjadi rahasia kita berdua," pinta Zahwa.


"Apakah sangat serius?" jawab Rangga,


"Sangat serius, dan ini menyangkut hidup seseorang."


"Baiklah, apa yang harus aku lakukan Kak?"


"Aku ingin kau mengikuti kemana pun Yola pergi, tolong aku! atau pinta lah pada orang lain untuk memata-matainya, tapi ingat! harus orang luar, orang yang tidak mengenal kita, apakah kau mau membayar untuk intel? kau kan kaya, hi hi!"


Sempat sempatnya Zahwa sedikit bercanda untuk menghilangkan tegang di otaknya.


"Emang ada apa dengan Yola?"


"Apa kau bisa berjanji?" Zahwa mengulurkan jari kelingkingnya.


"Janji."


Rangga menyambutnya, kelingking mereka saling terpaut.


"Yola hamil."


"Ha?"


"Ssssst."


"Bagaimana bisa?" Rangga sangat terkejut.


"Aku ingin kau menyelidiki, siapa ayah dari bayi yang ia kandung." ucap Zahwa.


"Dari mana Kakak tau kalau di hamil?" Rangga penasaran, kakaknya itu serba tau.


"Tadi siang dia mencoba mengg*gurkan kandungannya dengan mel*mpat dari ranjangnya, dan pingsan."


Zahwa pun menceritakan kejadian tadi pagi.


"Astagfirullah, jadi Yola tidak tau, kalau Kakak sudah mengetahuinya?"


"Tidak, aku ingin mengetahuinya sendiri, aku tidak mau menanyakannya, kecuali dia bercerita."


"Baiklah, sekarang di mana dia?"


"Kita perlu pasang CCTV tersembunyi di depan kamar, agar kita tau kapan dia akan pergi. Oke, sampai di sini saja, kita sambung dengan Chating saja ya."


Zahwa pun turun .


"Kak Zahwa!"

__ADS_1


Yola tampak terkejut saat Zahwa menuruni tangga, sepertinya dia akan pergi, terlihat,pakaiannya yang rapi.


"Mau ke mana? ini hampir maghrib lho!"


"Ada yang harus aku kerjakan kak sebentar."


"oooh, jangan lama lama."


Zahwa bergegas ke kamarnya dan menelpon Rangga.


Rangga pun segera mengambil kunci dompet untuk mengikuti Yola.


Yola sudah pamit sama Shaina dan Fathir di dapur.


Sementara Rangga sengaja mendahului Yola pergi keluar pagar dan mengintip dari jarak yang lumayan jauh.


[Kak Zahwa, sampaikan izinku pada Mama dan Papa, aku terburu buru ya.]


[Iya, hati hati.]


Tak berapa lama Yola terlihat menaiki gojek yang sudah di pesannya. Meluncur.


Rangga pun mengikuti dari jarak yang cukup jauh. Yola berbelok dan Rangga mengikuti.


Berhenti di sebuah Rumah megah.


Yola tampak menelpon seseorang berulang ulang dan tampak berbicara dengan seseorang.


Memesan taksi dan masuk dalam taksi, berhenti tak jauh dari pertengkaran Yola.


"Kita mau ke mana Tuan?"


tanya sopir taksi.


"Kita di sini saja, kau pura pura saja menunggu seseorang."


jawab Rangga.


"Oooh, baik."


Walau sopir terlihat bingung, namun akhirnya dia menuruti.


"Ini."


Rangga memberikan 5 lembar kertas berwarna merah.


"Apa ini tuan?" Tanya sopir.

__ADS_1


"Ini untuk kerja denganku 2 jam paling lama ya."


"Terimakasih."


Rangga mulai menajamkan pendengarannya.


Sementara Bima dan Yola.


"Kau harus bertanggung jawab! aku hamil, dan ini anakmu!"


Suara Yola semakin meninggi karena Bima tak mau mengakuinya.


"Tidak mungkin ini anakku, kita melakukannya hanya 2 kali Yol, kau jangan membod*hiku cih."


"Aku tidak pernah melakukannya dengan siapa pun kecuali denganmu Bim, kalau kau tidak mau menikahi ku, aku akan melaporkan mu ke polisi."


ancam Yola.


"Yola! tunggu dulu! aku syok, aku juga baru tau kalau sebenarnya kau dan Zahwa kakak adik, bagaimana ini? tinggal beberapa hari lagi aku akan menikahi Kakakmu,"


"Kau putuskan saja hubunganmu dengan Zahwa, kau harus menikahi ku."


"Bagaimana kalau kita g*gurkan saja bayi itu?"


"Apa? jadi kau ingin kita memb*n*h bayi ini?"


"Ya."


"Tidak!"


"Lalu bagaimana dengan pernikahan ku dengan Kakakmu? perusahaan ku akan bangkrut kalau kami tidak menikah."


"Apa bedanya menikah denganku? aku juga dari keluarga Itu kan?"


"Beda Yol, kami sudah bertunangan dan menyebar undangan."


"Aaaah, baiklah kalau itu mau mu, aku akan melaporkanmu!"


Yola berbalik.


Hap


Tiba tiba Bima mencengkram tangan Yola. Yola pun di tarik ke dalam pagar kasar.


"Lepaskan! apa kah kau akan membunuhku lagi seperti waktu itu? lepaskan! Aku sudah menyimpan surat wasiatku, kalau sampai terjadi sesuatu denganku, maka mereka akan tau, kaulah penyebabnya."


Bima terus membawa masuk Yola.

__ADS_1


Sementara Rangga tampak khawatir, Akhirnya dia menelpon Zahwa.


BERSAMBUNG...


__ADS_2