
Mita, Uminya Ezra pun diantar ke tempat peristirahatan terakhir. Ezra pun tampak sangat terpukul atas kepulangan Umminya. Wanita yang sangat dicintainya itu, kini telah pergi selamanya.
Mita dimakamkan di samping makam suaminya Izzam. Zahwa terus merangkul suaminya dan kadang mengelus-ngelus untuk menguatkan suaminya.
"Bang, ayo duduk dulu!" ajak Zahwa.
Ezra pun duduk berjarak tak begitu jauh dari tempat pemakaman, setelah selesai memakamkan sang Ummi, semua orang tampak sudah meninggalkan pemakaman, kecuali keluarga besar Ezra.
"Mas, kita pulang saja yuk! ajak Rina pada Huda.
Ternyata Rina dan Huda sudah berbaikan, tampak juga lerut Rina makin besar.
"Sebentar lagi, tidak enak kalau kita pulang duluan, sementara Kak Zahwa masih di sini," ucap Huda.
"Tapi aku pegel Mas, aku kan sedang hamil," ucap Rina.
"Kamu berbaring saja di mobil, nanti aku akan berbicara dulu sama Kak Zahwa," ucap Huda.
"Baiklah, aku ke mobil dulu ya," ucap Rina.
Rina pun berjalan meninggalkan pemakaman. Setelah dia masuk ke dalam mobil Rina pun berbaring.
"Males banget begini ah, ngapain juga berlama-lama di sini?" gerutu Rina kesal.
Sementara Zila tampak juga masih meneteskan air matanya.
"Kakak, kenapa Kakak secepat ini meninggalkan kami? Arsya dan Arsy pun baru kita temukan," ucap Zila sambil mengelus batu nisan Mita.
__ADS_1
"Sayang... sabar ya!" ucap Hanan suaminya.
Akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah Mita.
"Kak, kayaknya aku pulang ke rumah besar kita saja ya, lagian Rina sedang hamil," ucap Huda.
"Oh iya, tidak apa-apa, kasihan Eina," sahut Zahwa.
"Iya udah, kami pergi."
Akhirnya mereka semua pun pulang. Malam ini akan diadakan tahlilan untuk Uminya Ezra, Si Mita. Semua warga yang ada di sekeliling rumah Mita pun tampak sibuk. Mereka semua tahu bahwa Mita wanita yang sangat baik, sehingga mereka berbondong-bondong gotong royong untuk memasak di dapur.
Zaira, Yola dan Zila duduk di ruang keluarga, saling bercengkrama, Zaira terlihat sangat cantik dengan busana Syar'i nya, Zaira pun menghibur Zahwa agar tidak terlalu sedih, akan kepergian mertuanya itu.
"Zahwa, aku yakin kamu adalah wanita yang sangat kuat, jadi aku percaya kok kalau kamu bisa melewati ini. Lagian Ezra juga butuh kamu, Dia perlu dukungan kamu," ucap Zaira .
"Iya juga sih, tapi aku yakin kamu pasti kuat," ucap Zaira lagi.
Sementara Zila tidak bisa berkata apa-apa, Dia hanya terdiam dan sesekali menyeka air matanya.
***
Hari berganti minggu, minggu pun sudah berganti bulan, dengan sangat terpaksa, pernikahan Yola dan Bima hanya dilakukan di kantor KUA, untuk menghormati Ezra yang sedang berduka.
Tiga bulan sudah Bima dan Yola menikah, mereka tampak bahagia. Di sela-sela kuliahnya, dia akan menyempatkan diri untuk menemani anak tirinya yang bernama Sera, anak yang mungil dan sangat cantik yang sekarang sudah berusia 1 tahun.
Tampak Yola di pagi ini merasa mual, dia pun ingin muntah di wastafel, namun tidak bisa mengeluarkan apapun karena Yola belum sarapan, sehingga keluarlah cairan yang terasa sangat pahit.
__ADS_1
"Sayang... ada apa?" tanya Bima yang mendengar istrinya muntah-muntah.
"Tidak tahu nih Mas, aku merasa sangat mual," ucapnya.
"Sebaiknya kita ke dokter saja!" ajak Bima.
Akhirnya Bima pun membawa Yola ke dokter. Setelah pemeriksaan.
"Selamat, istri anda sedang hamil,"ucap dokter.
"Apa? hamil?" tanya Yola merasa tidak percaya.
Selama ini dia menikah dengan Huda tidak pernah menggunakan KB, namun belum hamil juga.
"Alhamdulillah, Terima kasih ya Allah, "ucap Bima. Seraya memeluk istrinya dan menciumi Yola penuh kasih sayang.
Mereka pun akhirnya pulang ke rumah. Kabar ini pun sampai ke telinga Huda.
" Saat menikah denganku, dia tidak hamil, jadi apa maksudnya ini? Bukankah Bima dan Yola baru saja menikah? kenapa negitu cepat hamil?" tanya hati Huda.
Huda kemudian berpikir, .
"Apa mungkin....?" dia tidak berani melanjutkan kata-katanya.
Mungkin dia berpikir dialah yang mandul. Terus anak siapa yang dikandung Rina?
Rasain Lu Huda😄
__ADS_1
bersambung