
Udah senin nih, kasih Vote nya dong buat nana😍
Rangga berhasil keluar dari kamar Wulan, dia pun segera menelepon polisi dan menyuruh menggeledah kamar hotel yang sekarang di diami Wulan. Wulan yang berada di dalam kamar tampak sedang berbaring dan menatap langit-langit kamar.
"Alangkah beruntungnya aku ini," lirihnya pelan.
"Kalau sama Angga, aku slalu di manfaatkan nya, sedang sama Rangga, belum apa-apa aku sudah di beri uang yang banyak hanya untuk menemaninya tidur," lirihnya.
Karena merasa mengantuk, akhirnya dia pun tertidur dan terlelap dalam mimpi indahnya.
***
"Nona bangun! Hey bangun!"
Ketika suara kasar terdengar di telinga Wulan. Wulan oun kaget dan membuka matanya.
"Siapa kalian? Kenapa kalian bisa masuk ke kamar ini?" tanya Wulan.
"Kau di tangkal atas tuduhan pencemaran nama baik dalam penjebakan!" ketus polisi itu.
"Penjebakan? Maksud Bapa apa?" tanya Wulan heran.
"Kami sudah menemukan CCTV,dan juga alat perekamnya Pa," ucap bawahan polisi.
"Baiklah, Ayo Nona, ikut kami ke kantor polisi!" ajak kepala Polisi.
"Pak, saya tidak salah Pak, apa salah saya, apa maksud ada CCTV? merekam? Siapa yang meletakkan semua itu?" ucap Wulan panik.
"Aku yang metakkan semua itu," ucap Rangga tiba-tiba.
Rangga masuk ke ruangan itu dengan menggandeng istrinya yang sedang hamil besar.
__ADS_1
"Rangga? Jadi kau?"
"Ya, aku adalah adik Zahwa, atau adik ipar Ezra, ternyata tidak begitu sulit untuk menjebak wanita sepertimu, Wulan! yang penting kau mendapatkan uang," ucapnya.
"Rangga! Kenapa kau tega melakukan ini padaku?"
"Seharusnya aku yang bertanya. Mengapa kau tega menjebak kakak ipar ku, Ezra? sehingga kakakku Zahwa sangat terluka saat itu," ucap Rangga.
"Itu karena Angga menyuruhku, aku tidak tahu apa-apa, aku hanya disuruh, dan Angga ingin membalaskan sakit hati ibunya, karena saat itu Ayahnya dibunuh oleh ayahnya Zahwa!" ucap Wulan.
"Itu adalah masa lalu mereka, dan kak Zahwa tidak tahu apa-apa. Pak, bawa saja dia ke kantoe polisis, kita akan bertemu di kantor polisi nanti," ucap Rangga.
Wulan pun dibawa oleh Polisi dengan cara dipegang tangannya karena Wulan terus meronta.
"Rangga, aku harus membuat perhitungan denganmu!" teriak Wulan berulang ulang.
"Berperilaku baiklah. Mungkin aku akan memaafkan mu, dan akan membebaskan mu kalau kau mengakui kesalahanmu," ucap Rangga lagi.
***
Ezra Zahwa dan juga Rangga menuju ke kantor Polisi untuk menemui Wulan dan Angga, karena Angga juga sudah dibawa ke kantor Polisi, untuk menyelesaikan semua permasalahan yang beberapa minggu ini terjadi.
Setelah sampai di kantor polisi. Mereka pun dipertemukan dengan Ezra dan juga Angga.
"Angga, Aku tidak tahu mengapa kau begitu dendam pada Zahwa, Rangga sudah mengatakan, kalau kau memiliki dendam pribadi, terkait masalah yang pernah menimpa ayahmu, dan juga ayahnya Zahwa. Tapi mereka sama-sama sudah tiada," ucap Ezra.
Sementara Angga hanya terdiam, dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
"Angga, sebaiknya kita berdamai. Permasalahan ini hanya menghancurkan bisnis kita, sekarang ini saham mu dan juga saham ku sangat bagus, dan perusahaan kami sekarang lagi naik daun, jadi kalau kita sampai berseteru karena ini, dan sampai tercium media, maka Perusahaan kita juga lah yang akan hancur."
"Kau tidak tau seberapa sulit ibuju melqlui harinya," ucap Angga.
__ADS_1
"Namun kita tidak tau apa apa? Sekarang kita adalah rekan bisnis. Kalau kita bertengkar dan menghancurkan bisnis kita, tidak ada yang menang, kau ataupun aku kita akan sama-sama bangkrut," ucal Ezra.
"Aku rela bangkrut demi membalas semua ini."
"Itu adalah masa lalu. itu adalah urusan ayahmu dan ayah Zahwa, sedangkan Zahwa dia tidak tahu apa-apa masalahnya," ucapnya.
"Tapi kalian hidup enak, hidup mewah."
"Angga, Nak!"
Panggilan seorang wanita tua renta mengagetkan Angga.
"Mamah, kenapa kau ke sini?"
"Aku yang membawanya," ucap Zahwa.
"Nak, sudahlah, aku sudah memaafkan mereka, aku sudah tua Nak, kalau kau di penjara, di akhir hayatku. Bagaimana aku hidup?" ucap wanita tua itu.
"Mamah," lirih Angga.
Setelah bujuk rayu mama Angga. Akhirnya Angga meluluh. Dan akhirnya perdamaian kelurga Angga dan juga Ezra.
***
Angga dan Ezra tampak menghadiri meeting di luar kota. Akhirnya Angga juga menikah dengan teman Zahwa yabg sholehah dan mengenakan cadar. Itu agar Angga bisa di bimbing dan meluluhkan kekerasan hatinya. Atas Permintaan mama Angga. Wanita sholehah itu di pinang oleh Zahwa untuk Angga.
...TAMAT...
Terima kasih semua
Yuk mampir di karya lainnya.
__ADS_1