Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Tidur Sekamar


__ADS_3

Baju tidur yang di kenakan Zahwa tersingkap, saat memel*k guling, hingga terekspos pah* m*lus nya dan juga wow... baju sarang burung itu di pakai Zahwa. Lingeri berwarna merah.


"Apakah dia mengenakan 2 lapis baju?" Gumam Ezra pelan. Pelan-pelan Ezra pun berbaring di samping Zahwa tepatnya di hadapan Zahwa yang sedang terlelap. Dia menatap wajah cantik Zahwa lekat, tanpa dia sadari wajah Ezra dan Zahwa kini hanya berjarak 2cm.


"Cantik,"Gumam Ezra.


Entah mengapa kini otaknya malah treveling dari tatapan ke wajah Zahwa dan dia menyapu dengan matanya mulai turun turun dan turun sampai bawah.


Perlahan tangannya kini mulai jahil.


Melepaskan pelukan Zahwa dari guling, dengan sangat perlahan, hingga kini guling itu sudah berpindah ke lantai kamar.


"Aku penasaran, seperti apa sih Lingeri itu kalau di pakai?" Gumamnya lagi.


Kini dia mulai memb*ka kanc**g b*ju Zahwa satu persatu.


Bruk.


Tiba tiba Zahwa mengangkat tangannya dan meletakkannya di leher Ezra. Karena memang Zahwa selalu tidur dengan memel*k guling.


"Up."


Ezra kaget dan memekik kecil.


Kini d**a Zahwa tepat berada di wajah Ezra. Gemuruh tu dada sampai hampir meledak.


Entah sudah berada jam dia tidak bisa tidur, dia hanya menatap dua bukit kembar di balut Lingeri, karena kini semua kancing ba** Zahwa sudah berhasil dia lepas.


Dia hanya menatap tanpa berani menyentuh.


"Aku harus ngapain? Bukankah dia halal bagiku, apakah aku harus melakukannya sekarang?"


Bruk


Kini malah kaki Zahwa yang menindih tub*hnya. Kali ini, Ezra benar-benar tidak bisa bergerak. Akhirnya dia hanya terdiam dan terus menatap t*b*h indah istrinya , hingga kantuk menyerang tepat di jam 1 malam, Dia pun tertidur.


Dret dret dret.


Ketika Hp Zahwa bergetar karena bunyi alarm yang di aktifkan.


"Mmmmm...bentar lagi..."


Ucap Zahwa, seakan menunda untuk bangun, dia pun mengambil HPnya dan mematikannya dengan mata masih melek merem.


Hap hap hap


Dia kembali memeluk Ezra yang di kira gulingnya.


Lho, kok guling nggak empuk gini sih?


Bathi Zahwa.


Berulang kali dia ingin memeluk mencari posisi empuk, namun tetap terasa kasar. Dengan sengat terpaksa dia membuka matanya dan.

__ADS_1


"Ha? Siapa dia?"


Zahwa segera duduk dan memulihkan pikirannya.


Ezra? Mengapa dia ada di kamar ini? Bukankah tadi malam aku tidur bersama Aisya?


"Uaaaaah."


Ezra menggeliat.


Bruk


Zahwa pura-pura tidur kembali dengan membelakangi Ezra.


Hap


Tiba tiba Ezra m*meluk Zahwa dari belakang.


Aduuuh, gimana ini?


Lirih hatinya.


Dia menatap tangan Ezra yang melingkar di pinggangnya, dan tak sengaja menatap b*j* nya yang sudah terlepas dari kancingnya.


Ha? Baj* ku? Mengapa semua kanc*ng nya terlepas? Apakah karena lobang kancingnya terlalu besar? Tidak mungkin.


Deg.


Zahwa kini sangat takut, apakah Ezra sudah melihat semuanya?


Zahwa merasakan, pelukan Ezra semakin erat padanya. Bagaimana dia bisa bangun?


Dengan sangat pelan Zahwa pun berbalik dan kini wajah Zahwa dan Ezra saling berhadapan.


"Masyaa Allah, tampan sekali" Ucap Zahwa.


Klik


Tiba-tiba mata Ezra terbuka, karena dia mendengar suara wanita begitu dekat.


Zahwa tak bisa berkutik, dia pun kaget dan tidak sempat menutup matanya untuk pura-pura tidur.


"Kau sudah bangun?"


Ezra memberanikan diri bertanya, walau dia sangat grogi. Di tambah, kini tangannya sedang melingkar di t*buh istrinya itu.


"Hmmm." Sahut Zahwa.


"Sudah sholat?" Tanya Ezra lagi.


"Belum," Jawabnya lagi.


Ezra menatap lekat wajah Zahwa seakan tak rela berkedip, Zahwa pun seakan terhipnotis oleh ketampanan suaminya, hingga Dia juga menatap intens wajah tampan suaminya.

__ADS_1


Dret dret dret.


Suara Hp Ezra kini membuyarkan kedekatan mereka.


"Aisya."


Ucap Ezra saat,melihat layar Hpnya.


[Ada apa?]


[Apa kakak sudah bangun? Aku mau ngambil mukena nih]


[Pakai saja mukena Zahwa di kamar itu]


[Baiklah]


Zahwa sudah duduk dan merapikan rambutnya.


Hap


Tiba tiba Ezra mem*luk nya. Entah keberanian dari mana, kini mereka menjadi satu.


"Apa kau terpaksa menikah denganku?"


Pertanyaan konyol Ezra.


"Tidak," Jawaban singkat.


"Benarkah?"


Ezra terdengar senang.


"Ya," Sahut nya lagi.


"Bolehkah aku melihatnya?"


Pertanyaan apa itu? Melihat apa?


"Melihat apa?" Zahwa malah bingung tak mengerti.


"Melihat yang sekarang kau pakai di balik ba** mu ini."


"Mmm."


Zahwa hanya menggumam.


"Jadi kau pakai ini untukku? Tapi mengapa kau tidur dengan Aisya?"


pertanyaan Ezra tak bisa Zahwa jawab.


Set set set.


Kini Ezra sudah melepaskan b*ju luar Zahwa, nampak lah wanita cantik bak led**s yang penuh pesona. Ezra tersenyum, kini wajah Zahwa bersemu merah menahan malu.

__ADS_1


Ezra mendekatkan waj**nya ke waj*h Zahwa.


...BERSAMBUNG.......


__ADS_2