
Zaira pun meratapi nasibnya. Dia pun mengingat-ingat sudah berapa banyak dosa yang ia lakukan selama ini. Menculik Arsya. Memisahkan bayi itu dari kedua orang tuanya. Bayi yang masih merah sudah dia pisahkan dari ibu kandungnya, belum lagi penderitaan Zahwa yang setiap hari terus menangisi karena kehilangan anaknya.
Kali ini Zaira benar-benar merasa menyesal. Dia pun menelpon Bram... namun untuk apa dia menelpon Bram? dia juga baru sadar. Bram telah di zalimi olehnya juga. Setiap harinya terus diberi obat yang membuat syaraf-syaraf menjadi rusak. Bram hampir kehilangan ingatannya.
"Ya Allah... ampunkan hambaMu ya Allah..." ucap Zaira dalam hati.
Zaira menatap ibunya yang sedang tidak sadarkan diri di atas brangker.
"Ibu... mungkin ini balasan dari Tuhan untuk kita, yang telah banyak berbuat salah selama ini," lirih Zaira.
Air matanya pun terus menetes. Ingin sekali dia cepat pulang ke rumah, dan memeluk suaminya. Zaira pun mengelus-elus perutnya yang mulai membesar.
"Anakku, Maafkan mama. Mama janji. Mama akan menjagamu dengan baik. Mama juga janji akan minta maaf sama papamu, dan mengembalikan keadaannya seperti semula," ucap Zaira.
Hari semakin senja, malam pun tiba. tampak Mama Zaira sudah mulai siuman. Zaira pun mendekati mamanya.
"Mama sudah sadar?" tanya Zaira mengelus kepala mamanya penuh kasih sayang.
Lidah mamanya seperti bergerak-gerak ingin mengucapkan sesuatu, namun tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Mamanya itu.
"Mama... mungkin ini balasan untuk kita, karena selama ini kita telah berbuat zalim pada orang lain," ucap Zaira.
Mama Zaira tampak meneteskan air mata sambil menggeleng.
"Apa maksud Mama? Kenapa Mama menggeleng?" tanya Zaira yang tidak paham.
Namun sang Mama hanya menggeleng, seperti tidak mengizinkan sesuatu yang akan di perbuat Zaira.
***
Zahwa dan Ezra tampak makan di sebuah warung makan di temani Yola dan juga Fitri, ini kali pertama Fitri bertemu dengan keluarga Yola.
"Ini kakakku Zahwa dan kakak ipar ku Ezra," ucap Yola memperkenalkan keluarganya.
"Saya Fitri, temannya Yola di kos," ucap Fitri
"Oh begitu ya," sahut Zahwa." Ayo Silakan dimakan, makan semua yang ada di meja ini, ini semua pesanan Yola loh," ucap Zahwa
"Kenapa kalian memesan makanan sebanyak ini?" tanya Fitri heran.
"Aku tidak tahu, tadi semua ini Yola yang pesan kok, matanya Dia ingin membawa temannya kemari. Kukira ada beberapa teman, ternyata cuma bawa satu orang," ucap Zahwa heran.
"Iya kak, aku hari ini pengen traktir makan Fitri, Dia kan lagi ulang tahun hari ini," ucap Yola.
"Oh... jadi kamu ulang tahun? Selamat ya... mudah-mudahan diberi kesehatan selalu diberi rezeki yang banyak," doa Zahwa.
"Oh ya Kak, Mulai bulan depan kami akan pindah kos, aku ingin lebih dekat lagi dengan kampus, terus Fitri juga bisa satu kamar dengan aku. Jadi kami bisa bertukar pikiran. Kami juga bisa belajar bersama, walaupun kami beda jurusan, mungkin kami bisa saling membantu," ucap Yola.
"Itu terserah kau saja Yola, kami hanya memberi dukungan penuh untukmu," ucapnya.
"Oh ya Kak... gimana kabarnya Huda dan Rina? Sudah lama aku nggak pernah mendengar kabar mereka," tanya Yola.
__ADS_1
"Untuk apa kamu menanyakan kabar mereka?" ucap Zahwa.
"Tidak apa-apa kok, cuma pengen tau aja," ucap Yola.
"Nggak usah lah kamu tahu kabar mereka, nanti malah kamu kepikiran lagi, kamu fokus aja dengan semua yang sekarang kamu jalani," ucap Zahwa.
"Oh ya Kak .. kemarin aku ketemu sama Bima," ucap Yola lagi.
"Bima? di mana?" tanya Ezra.
"Di kampus aku," jawab Yola.
"Ngapain dia ke kampus kamu?" tanya Ezra.
"Nggak tahu juga sih, dia nemuin teman-temannya gitu, saat di taman. Tapi...."
"Tapi apa?" tanya Zajwa.
"Dia ngelamar aku Kak," ucapnya.
"Ngelamar? serius?" Tanya Zahwa kaget.
"Iya, katanya, dia akan menunggu aku ketika iddah aku sudah selesai," icap Yila.
"Emang sekarang dia gimana sih? aku nggak pernah melihat wajahnya lagi," ucap Zahwa.
"Ngapain kamu pengen lihat wajahnya?" sahut Ezra spontan, Dia pun menatap istrinya itu tajam, cemburu kali ya.
"Hi hi, nggak kok Bang, canda doang," ucap Zahwa seraya memeluk pergelangan tangan Ezra sambil cengengesan.
"Iya Kak," sahut Fitri.
"Terus kamu jawab apa?" tanya Zahwa.
"Aku bingung, aku juga belum jawab apa-apa, lagian iddah ku 'kan masih berapa ya? aku lupa," ucap Yola.
"Kalau nggak salah kamu sudah selesai iddah deh," ucap Zahwa.
"Masa sih Kak? Aku lupa," ucapYola lahi tampak nerpikir.
"Aku enggak menghitung sih, terserah kau saja, kalau kamu merasa cocok lagi dengan Bima, kalian boleh menikah lagi kok, dengan dia, katanya sekarang dia punya perusahaan kecil-kecilan, itu usaha Dia sendiri, ibu dan ayahnya juga sudah punya usaha baru," ucap Zahwa.
"Nantilah kak, akan aku pikirkan lagi," ucapnya.
"Eh dari mana kamu tau? Kalau Bima punya usaha sendiri?" tanya Ezra merasa cemburu dan curiga lagi.
"Kata Rangga lah Bang, Rangga juga di ajak kerja sama, tapi Rangga menolak, cuma Rangga kasih pinjaman modal buat Dia," ucap Zahwa.
Tak berapa lama, mata Yola tertuju ke halaman parkiran mobil.
"Tuh... Bukankah itu Rina istri Huda?" tanya Yola.
__ADS_1
"Mana?" tanya Zahwa.
"Itu... Sama siapa ya dia, kok gandengan sama cowok?" heran Yola.
"Iya juga ya," jawab Zahwa.
Sementara Rina dan Toto yang ada di parkiran tidak menyadari kalau di dalam restoran itu ada Zahwa dan Yola. Mereka pun dengan santai masuk ke dalam dan memesan makanan, tanpa melihat kiri kanan Mereka tampak asik berbicara.
"Kemarin kan kamu belum kasih bonus ke aku, sekarang aku terima nih, Mana bonusnya? Kemarin kan karena ada kejadian itu, jadi nggak sempat minta," ucap Rina.
"Enak aja loe, Loe kan tahu gue ada di kolong, Eh malah di atas enak-enakan, aku panas tahu nggak, dengernya," ucap Toto.
"He he he, aku lupa, aku lupa kalau di sana ada kamu," ucap Rina.
"Makanya hari itu aku nggak mau ngasih kamu bonus," ucapnya.
"Eh kok bisa gitu? sebelum itu kan kita sudah nganu, Tetap saja kau harus bayar," ucap Rina.
"Eh Rin, Emangnya loe itu lubang semut apa?" ucap Toto.
"Lubang semut apaan?" Rina tak mengerti itu.
"Lubang semut kalau dimasukin terus keluar Nanti dibayarin," ucap Toto berbisik di telinga Rina.
Saat Rina konsentrasi mendengarkan bisikan dari Toto, matanya memandang lurus ke depan, alangkah kagetnya dia saat melihat di meja ujung ada Zahwa dan juga Yola, untuk melarikan diri itu tidak mungkin, kemudian Rina pun punya siasat.
"To, ternyata di sini ada kakakku, Kamu harus pura-pura menjadi sepupuku, ayo!" ajak Rina.
Toto yang bingung pun hanya mengikuti arahan Rina. Rina berjalan menuju meja Zahwa.
"Kakak... kakak makan di sini juga?" tanya Rina.
Rina kali ini tidak bisa lagi menghindar.
"Sama siapa kamu?" tanya Zahwa.
"Ini kakak sepupu jauh aku, kami baru ketemu hari ini, tidak sengaja tadi, saat aku mau belanja di minimarket, karena merasa bosan, eh malah ketemu dia, terus dia bilang mau traktir aku makan. Sekalian aja Aku ajak ke sini, ini kan tempat makan favorit aku," ucap Rina pintar berkata-kata.
"Oh... gitu ya, Ayo makan di sini saja,- ajak Ezra.
Mereka pun makan berdekatan. Setelah selesai makan.
"Kak kayaknya aku duluan aja ya pulang," ucap Rina.
"Silahkan," ucap Zahwa.
Sementara Yola hanya diam tanpa berkata apa-apa.
Rina dan Toto pun pergi meninggalkan warung makan tersebut, di parkiran.
"Hebat kamu... hebat Rin ,Pintar sekali Kamu bersandiwara," puji Toto.
__ADS_1
"Ya Iyalah hebat, kalau nggak hebat, nggak jadi istri bos kan?" ucap Rina sambil tersenyum bangga.
Bersambung...