Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Bima Bertemu Yola di Saksikan Zahwa


__ADS_3

Di kamar Zahwa.


"Yola, ingat! kau harus menjauh dari Bima! jangan pernah kau dekati atau memperlihatkan wajahmu di hadapannya!" icap Rangga tegas.


"Mmmm." jawabnya.


Rangga pun pergi meninggalkan kamar Yola.


Sudah satu minggu Yola tidak ke kampus. Dia masih takut kalau bertemu dengan Bima.


Ceklek


Zahwa yang datang.


"Yola, apa kau ingin makan sesuatu?" tanya Zahwa ramah, dia baru pulang dari kuliah.


"Nggak kak." jawabnya tanpa menoleh.


Entah mengapa setiap kali Yola menatap Zahwa rasa b*ncinya muncul, dia berpendapat Bima ingin membu*n*h nya gara gara Bima sudah bertunangan dengan Zahwa.


"Baiklah, aku ingin makan dulu, apa kau ingin ku ambilkan?" tanyanya lagi.


"Tak perlu, Nanti aku bisa jalan sendiri." masih dengan nada biasa.


"Baiklah."


"Tunggu!" tiba tiba Yola mengehentikan langkah Zahwa.


"Ada apa?" tanya Zahwa.


"Aku ingin pisah kamar, aku rasa kita sudah punya Privasi masing masing, apalagi kakak akan menikah." ucapnya.


"Kau ingin pisah kamar? nanti kita minta papa mengurusnya."


"Aku ingin kaka yang pindah!"


Zahwa Terdiam. Kamar ini adalah kamarnya sejak awal, sedang Yola juga diberikan kamar yang ada di samping kamar Zahwa.

__ADS_1


"Mmm, baiklah, aku makan dulu." Zahwa pun meninggalkan kamarnya dengan hati yang bertanya tanya.


"Zahwa udah datang? gimana rencana KKN dan lain lain?" Tanya Shaina yang sedang duduk manis di dapur.


"Udah beres Ma." jawab Zahwa.


"Syukurlah."


"Sore ini Bima mau ke rumah, nggak tau mau ngapain, ibunya yang nyuruh ke mari, katanya sih ada yang ingin di anterin."


"Oooh. Kok perasaan Zahwa nggak enak ya Ma, waktu lamaran itu Ezra anak Tante Mita bilang, kalau aku harus berhati hati dengannya."


"Apa mereka saling kenal?" tanya Shaina heran.


"Kalau tidak salah, mereka satu kampus Ma." Jawab Zahwa.


"Ih ya? apa sebaiknya kamu tanyain cari informasi sama Ezra dulu." Saran Shaina mamanya.


"Tapi aku kan nggak kenal ma sama Ezra, dia juga terlihat dingin."


"Nanti mama nanyain, mudahan mama ingat, karena kadang mama ini pelupa, faktor usia udah nggak muda lagi. Mama mau ke kamar dulu, kamu makan yang banyak, jangan sampai sakit."


"Iya ma. Oh ya ma, tadi Yola bilang mau kamar terpisah dengan Zahwa, nanti mama bilangin papa untuk cari tukang bersih bersih kamar sebelah."


"Oh ya! kalian bertengkar?"


"Tidak ma."


"Oooooh, ya udah,"


Shaina pun pergi meninggalkan Zahwa yang sedang makan.


"Non, maaf, sebelumnya Bibi sungguh minta maaf. saat lamaran itu tak sengaja Bibi mendengar percakapan Den Ezra dengan Den Bima. Kata Den Ezra' Jangan bermain main dengan Zahwa, baiknya kau buang saja wanita wanita mu itu.' Trus Den Bima jawab. 'Kau lihat saja nanti paling juga berakhir di bak sampah' Bibi nggak ngerti apa yang mereka omongin." Bibi menceritakan kejadian waktu itu di dapur.


"Benarkah, mengapa Ezra menyebut namaku? wanita wanita itu? apakah Bima punya banyak wanita?"


"Assalamualaikum."

__ADS_1


Tiba tiba terdengar suara dari luar, Zahwa tau itu pasti Bima, Zahwa belum menyelesaikan makannya. Bibi pun di suruh keluar oleh Zahwa untuk menemui Bima.


"Wa alailkum salam. Masuk dulu Den, Nona muda sedang makan."


"Terimakasih Bi."


Ceklek


Tiba tiba Yola keluar dari kamarnya karena merasa lapar. Dia tidak tau kalau ada tamu, karena memang ruang tamu yang sangat luas dan suara kurang terdengar jelas.


Tap tap tap


Dia pun berjalan menuju dapur yang memang harus melewati ruang tamu.


"Ka...kau?"


Bima kaget saat melihat Yola, begitu juga Yola sangat kaget saat melihat Bima ada di hadapannya.


"Bim...Bima?"


"Bi, Bibi boleh pergi!" pinta Yola.


Yola pun mendekati Bima selepas kepergian Bibi.


"Kau ingin membunuhku? heh, kau akan menyesal." ancam Yola.


"Sedang apa kau di sini?" tanya Bima heran, padahal saat itu dia mengira Yola sudah mati, karena tidak ada kabar berita selama satu minggu lebih.


"Ini rumahku, ya suka suka aku ada di sini."


"Jadi kau saudaranya Zahwa?"


"Ya, dan aku baru tau itu, kau harus menikahi ku, lihat saja nanti, kau tidak akan bisa lepas dariku, aku sudah menulis catatan di suatu tempat, kalau kau mencoba membunuhku lagi, kaulah tersangka utamanya."


Sementara ada sepasang mata menatap ke arah mereka dengan hati teriris.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2