Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Malam Pertama yang Syahdu


__ADS_3

Hem hem hem.......


Malam yang indah bagi Zahwa dan Ezra. Setelah hampir 1 jam mereka bergulat, menyicipi indahnya dunia. Mereka pun tampak duduk di sisi kolam renang di belakang Kastel.


Lho, apa mereka mandi malam malam?


"Hwa...apa kau senang?" Tanya Ezra sambil memeluk pundak istrinya yang bersandar padanya.


"He eh," Jawabnya singkat.


Zahwa menggunakan baju kaos pendek dan celana selutut.


"Bang, bagaimana kalau Ummi kemari? Lihatlah Abang nggak memakai Baju!" Ucap Zahwa.


"Biarin, Ummi juga pernah muda kok." Sahut Ezra lagi.


Dan ternyata benar Mita sedang duduk di teras loteng yang mengarah langsung ke kolam renang.


"Hmmm...mereka pasti lagi candu. Terlihat baru kali ini mereka sangat dekat seperti ini." Gumamnya.


Mita pun meneguk kembali kopinya. Teringat kembali kenangan bersama Izzam suaminya dulu.


"Nyonya, mengapa anda bekim tidur? Mari ku antar!" Ajak pembantunya.


"Bi, kalau kelak aku pergi lebih dulu dari mu, aku ingin kau menjaga mereka sampai akhir hayat mu! Berilah mereka kasih sayangmu, perhatian mu ke pada mereka berdua. Sekarang aku sering sakit-sakitan, aku merasa usia ku tak bertahan lama Bi." Icap Mita sedih.


"Nyonya, jangan bicara seperti itu, Nyonya terlalu banyak memikirkan mendiang Tuan besar, baiknya Nyonya berhenti memikirkan beliau." Saran Bibi sangat berhati-hati.


"Hufs...sangat sulit Bi, bahkan aku sering memimpikan beliau akhir-akhir ini."


Mita larut dalam kesedihannya.


Sementara Zahwa dan Ezra tampak masuk ke dalam air dan mandi bersama, Namanya juga kolam renang orang kaya, mereka pun memanaskan suhu air dalam kolam, hingga tak terlalu dingin.


Byur


"Aaaa, Bang, jangan siram kepalaku dooong, masuk ke telinga nih!"


Pekik manja Zahwa. Walau pun masih malu-malu, namun malam ini tampak kecanggungan itu mulai hilang.


"Oh ya! Mana?"


Ezra memeriksa telinga Zahwa dan pura-pura meniupnya.


Hap


Namun Ezra malah menggigitnya dan memainkan lidahnya n*kal.


"Abaaang." Zahwa pun berpaling, namun malah hidung mereka saling bertabrakan.


Akhirnya wajah mereka saling bertemu, Ezra semakin mendekat dan mendekat. Saling berpandangan Zahwa terpaku tanpa sadar kini Ezra telah bermain di b*bir ranum nan merah itu lembut.


...


...

__ADS_1


...


"Sayang...kamu ikut ke kantor hari ini ya!" Ajak Ezra, entah mengapa dia sangat candu dan tak ingin berpisah dari istrinya itu.


"Aku ada urusan di kampus Bang, aku harus menyelesaikannya," Ucap Zahwa sambil mengambilkan nasi untuk sarapan pagi.


"Aku anterin ya, aku tungguin, trus kita ngantor bareng." Paksa Ezra lagi.


"Ezra...kamu ini, istrinya lagi sibuk kok di paksa-paksa, kenapa sih kamu?" Tiba-tiba Mita datang dan dia juga mendengar pembicaraan mereka.


"Mi, maklum lah mi, kan masih baru." Ucap Ezra, namun tegas.


"Iya...tapi nggak gitu juga, kalau begitu, kamu aja nggak usah ngantor, biar buntuti Zahwa aja sekalian tuh bawakan bawaannya zahwa, biar dia nggak cape kalau nanti layanin kamu, ha ha." Mita malah mencandai anak semata wayangnya.


"Oke! Mau kok! Hari ini aku nggak usah ngantor, tapi ikut Zahwa ke kampus," Ucap Ezra lagi.


"Ha? Bang ada-ada aja sih, kalau Abang nggak kerja, gimana mau belanjain aku dan bayar kuliah ku Bang," Canda Zahwa lagi.


"Hwa, kamu lupa ya, aku ini pemiliknya, bukan karyawannya!" Ucap Ezra sambil menangkap tangan istrinya dan menatap wajah Zahwa sambil sedikit tersenyum menggoda. Jantung Zahwa berdetak keras.


"Hm hm, sepertinya ada yang lupa kalau di sini dapur umum ya Bi?" Ucap Mita.


Kebetulan Bibi yang lagi mencuci piring pun tersenyum.


"Iya Nya," Jawabnya.


"Maaf, "


Zahwa pun melerai cengkraman tangan Ezra pelan. Ezra pun melepasnya.


Hap


"Mi...kami udah selesai, kami akan bersiap berangkat."


Tiba-tiba Ezra meraih tangan Zahwa dan membawanya berjalan menuju kamarnya.


"Iya, hati-hati." Ucap Mita.


Cklek


Bruk


Hap


"Hwa...."


Ezra benar-benar di mabuk kepayang, begini ya, pacaran setelah menikah, begitu indah dan mesra.


"Abang...ada apa, kok aneh?"


Zahwa merasa Suaminya ini terlalu lebay atau gimnaaaa.


"Aku.hemmmm."


Ezra menc*imi leher istrinya yang harum, rambut yang masih sedikit basah. Zahwa pin terdiam, tak ada penolakan.

__ADS_1


Tok tok


"Accalamualitum."


Cklek


Ezra dan Zahwa kaget ketika Zainab gadis kecil itu masuk ke dalam kamar mereka.


"Sayang...ada apa, mana mamanya?" Tanya Zahwa.


Sementara Ezra hanya berdiri saja, karena merasa tegang dan tak karuan, jantungnya yang sudah berpacu pun tak begitu saja bisa langsung turun dan terhenti.


"Lapeeer," Ucap gadis cilik itu.


Zahwa pun menggendongnya.


"Serahkan saja sama Bibi di dapur ya, trus cepat balik sini!" Ucap Ezra.


Zahwa pun pergi ke dapur dan di dapur sudah tidak ada siapa-siapa lagi. Terpaksa Zahwa mengambilkan nasi dan menyuapi gadis itu.


Di kamar, Ezra bolak balik berjalan kayak gosokan.


"Aduuuuh, Zahwa mana sih, kok lama banget, tegang nih." Gumam Ezra.


Cklek


Akhirnya dia tidak tahan menunggu.


Tap tap tap


Dia menuju dapur, dan begitu kesal dirinya saat melihat Zahwa menyuapi anak kecil itu.


"Zahwaaaaa, kok kamu....?" Dia tak melanjutkan ucapannya.


"Bang, maaf, Bibi dan Ummi pergi ke pasar, aku tidak mungkin meninggalkan Dia dalam keadaan lapar kan?" Wajah Zahwa terlihat,menyesal dan memohon maaf.


"Ya Sudah, selesaikan saja."


Ezra pun kembali ke kamarnya.


Selesai menyuapi Zainab, Zahwa pun pergi ke kamar Ayana.


Ternyata Ayana masih berada di dalam selimutnya, dia masih syok dengan hubungannya dengan Farhan, sudah 2 hari ini Farhan berada di luar kota, katanya sedang ada pekerjaan, Ayana pun belum menanyakan perihal wanita yang ada di video itu.


"Ayo!" Ajak Ezra sambil membawa satu ransel di tangannya.


"Lho! Bawa apa itu Bang?" Tanya Zahwa.


"Malam ini kita nginap di hotel, biar nggak ada yang ganggu." Ucap Ezra


"Ha?"


"Ayo!"


Ezra menarik tangan istrinya membawanya ke mobil.

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


__ADS_2