Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Hasil Tes


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu. Saatnya Huda mengambil tes ke Lab untuk mengetahui keadaan dirinya. Dia tergesak gesak pergi meninggalkan rumahnya tanpa pamitan sama Rina. Dia hanya berpesan pada Bibi agar menyampaikan pesan, kalau istrinya bangun, bahwa ada rapat penting pagi ini. Sudah seminggu ini juga Huda tidak pernah berhubungan badan dengan Rina, entah mengapa, dia merasa jijik sendiri. Dia membayangkan bahwa anak yang dikandung Rina bukanlah anaknya.


Sesampainya di rumah sakit. Huda pun menuju ruang Lab dan menemui penjaga di sana.


"Aku ingin mengambil hasil tes Labku di sini," ucap Huda.


"Mana kertas salinan pemeriksaannya, biar aku carikan" ucap perawat itu.


Huda pun pergi menyerahkan kertas yang di maksud. Huda menunggu dengan perasaan tak menentu. Ada harapan yang tidak karuan yang dia muliki saat ini, entah ingin baik baik saja, atau sebaliknya.


Perawat itu pun ke ruangan dan mencari hasil lab milik Huda.Huds pun menunggu dengan harap-harap cemas setelah beberapa saat.


"Mas... ini milik Anda, kalau ada yang ditanyakan, Anda bisa bertanya ke bagian dalam itu, di sana ada dokternya," ucap penjaga.


Huda pun mengerti, segera menuju ruangan dokter yang dimaksud. Setelah masuk ke ruangan dokter. Huda memberikan kertas hasil pemeriksaannya. Setelah dokter itu memeriksa dia menatap wajah Huda lekat.


"Apakah kau siap, untuk mendengarkannya?" tanya dokter.


"Iya dok, saya siap," ucap Huda.

__ADS_1


"Maaf Mas, seperti yang tercantum di sini kesuburan Anda sepertinya mengalami gangguan, atau dengan kata lain tidak subur, hanya beberapa persen saja, jadi untuk hasil yang ini kemungkinan anda tidak bisa memiliki anak, tapi mungkin kalau mau berobat mungkin saja ada jalan, Kalau anda ingin memiliki anak," ucap dokter itu.


Bagai petir di siang bolong, Huda sangat syok 'Bagaimana bisa ia dikatakan mandul, kalau istrinya Rina kini sedang mengandung benihnya?''


"Apakah mungkin ada obat yang bisa memberikan kesuburan padaku?" tanya Huda.


"Anda bisa konsultasi dengan dokter kandungan, karena ini menyangkut dengan reproduksi Anda," ucap dokter.


"Baiklah dok, terima kasih banyak, saya permisi," ucap Huda.


Huda pun pergi dengan langkah gontai, dia meremas kertas itu hingga menjadi remuk di tangannya. Kemudian dia pergi mengendarai mobilnya menuju rumah yang sudah dibeli untuk Rina, namun dari kejauhan Dia sangat terkejut ketika motor Rina ada di depan rumah itu.


Kemudian Hud pun memarkirkan mobilnya di dekat kios ibu yang dulu mengatakan bahwa Rina sering kemari dan membawa laki-laki.


"Tuan muda?" sapa pemilik warung.


"Iya Bu," balas Huda.


"Bukankah tadi Tuan ada di rumah itu?" tanya Ibu.

__ADS_1


"Tidak Bu, mugkin istriku," sahut Huda.


"Tapi tadi Nona sudah ada di sana bersama seorang laki-laki, ku kira adalah kau, karena aku hanya melihat dari pundaknya saja, saat mereka masuk ke rumah itu," ucap ibu.


"Benarkah? baiklah bu, aku mau menitip mobilku di sini, aku akan ke sana," ucap Huda.


Ibu itu pun mengerti, kemudian ibu itu menunggu adegan yang mungkin dia sudah menembak di otaknya. Huda pun berjalan ke depan pintu mendengar suara-suara yang mungkin saja ada di dalam. Namun tidak terdengar ada suara, kemudian dia mengelilingi rumah dan mengintip dari jendela kamarnya, yang tertutup rapat.


Huda mencari celah, agar bisa mendengar sesuatu suara yang ada di dalam sana, benar saja, saat Huda konsentrasi memasang indra pendengarannya, suara lenvuhan dari dalam kamar itu pun terdengar dengan jelas.


"Sayang... pelan-pelan... jangan terlalu... itu aku kan sedang hamil," suara Rina sangat manja.


Dada Huda berdebar, jiwanya seakan gemetar menahan amarah di kepala. Genggaman tangannya kuat, sehingga terlihatlah tangan itu berwarna merah saat dibuka.


"Iya Sayang, kita kan sudah lama tidak kemari, kita sudah lama tidak seperti ini," ucap seorang laki-laki yang ada di dalam rumah itu.


"Kurang ajar, kurang ajar sekali Rina," bathin Huda.


Dia sudah tidak bisa mengendalikan amarahnya. Dia sangat marah, kemudian dia Berjalan ke depan pintu mungkin saja dia akan mendobrak pintu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2