Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Mencuri Start


__ADS_3

Zahwa berulang kali pingsan, Mita yang melihat itu sangat iba, teringat saat Dia juga kehilangan Suaminya Izzam, betapa sakit rasanya hati, saat seseorang yang kita sayangi yang sudah menyatu di tulang belulang dalam daging itu di cabut paksa. Sangatlah sakit dan luar biasa.


"Sayang Makan dulu ya!" ajak Mita pada Zahwa sang menantu.


"Mi, aku masih merasa kenyang, bahkan mulut ini tak bisa untuk mengunyah," sahut Zahwa.


"Kamu harus sehat Sayang, lihat Arsy, Dia butuh kasih sayang kamu Nak, jangan kamu menuruti hatimu, kamu harus lihat kondisi sekelilingmu, lihat Arsy, Ezra juga Rangga adik kamu," ucap Mita lagi.


"Iya Mi, hari ini aku perlu berusaha memulihkan tenagaku dulu, besok insyaa Allah aku udah mulai lagi lembaran baru," sahutnya.


"Sayang, tapi bagaimana kalau kamu nggak makan hari ini? kamu cuma minum susu lho Nak," bujuk Mita lagi.


"Mi, aku nggak nisa nelen, rasanya cuma sampai tenggorokan doang, maafkan Zahwa Mi," ucap Zahwa.


Mita pun mendekati menantunya itu dan memeluk erat tubuh kurus Zahwa.


"Baiklah,___ Aunty, nanti tolong bikinkan susu tiap 3 jam sekali ya!" titahnya.


"Iya Nyonya Besar," sahut Aunty.


"Sayang, aku pulang duku, mau ambil baju, entar malam bakal nginap di sini buat tahlilan, kamu harus haniskan susu yang di nikin Aunty ya, biar kamu sehat, kasian Arsy," Mita sengaja menekankan nama Arsy agar semangat Zahwa bangkit.


"Iya Mi, terima kasih Mi," ucap Zahwa sambil salim.


***


"Mas Huda, sampai kapan kita sembunyi sembunyi gini sih?" ucap Rina saat berada di sebuah rumah yang jauh dari kota tempat tinggal Huda.


"Kamu tau 'kan, walau pun aku ini adik kandung Kak Zahwa, namun Dia lebih memihak Yola dari pada aku, kita nikmati saja seperti ini, toh kita sudah resmi menikah, dan bayi yang ada di kandungan mu ini akan menjadi saksi cinta kita Sayang," ucap Huda sambil menggenggam tangan Rina.


"Awas kalau kau gombal ya! Oh iya, bagaimana Rumah yang kau bangun untuk anak kita?" tanyanya.


"Beres, walau pun kecil, tapi itu hasil dari keringatku sendiri, aku menyimpannya rapi, agar Yola tidak curiga, pokoknya kamu harus menuruti kata kataku, agar berjalan lancar, Yola divonis mandul setelah dia keguguran, dan tak bisa memiliki anak lagi," ucap Huda.


"Apakah kau tidak memanfaatkan ku untuk mendapatkan anak saja?" tanya Rina ragi.


"Tidak lah Sayang, kamu jangan curiga begitu, ayo kita makan malam, malam ini jam 12 aku harus berada di rumah lagi, agar Yola tidak curiga," ucap Huda.


Mereka pun mengendarai motor menjelajahi malam yang hening.


"Mau makan apa?" tanya Huda.


"Terserah, aku mau yang pinggiran jalan, rasanya ngiler, pasti gara-gara si jabang bayi ini," ucap Rina manja.

__ADS_1


"Oke, baiklah Ratuku,"


Pasangan selingkuh itu pun mencari tempat yang enak untuk makan malam di pinggiran jalan.


"Itu aja, gado gado, kayaknya enak pakai timun dan toge seger," ucap Rina.


Mereka pun berhenti di warung kaki lima tersebut. Mereka memesan makanan sambil menunggu memesan jeruk panas, karena Huda melarang minim es malam malam.


"Lho, bukankah itu Suami Yola ya?" Gumam sahabat Zahwa, namanya juga Halu, pasti ada mata mata.


"Tapi mengapa ada wanita lain?" tanyanya sendirian.


Dia pun mengambil foto dan menyimpannya.


***


"Rangga, eh panggil apa ya? Aku bingung," ucap Diba, penganten baru ini tampak sangat canggung berada di satu kamar yang sama.


Sejak kepergian Shaina satu minggu lalu, mereka sudah hidup bersama satu kamar yang sama, walau karena merasa aneh, Rangga pun sengaja tiap malamnya tidur di lantai.


"Panggil aja sesuka hati kamu, aku nggak papa kok," sahut Rangga sambil mengambil baju koko karena malam ini acara 7 harian mamanya.


"Iya... Apa ya? Bagaimana kalau gaga?" tanya Diba.


"Gagah ganteng, hi hi," Diba malah tertawa dan menutup mulutnya.


"Eh apaan sih, lucu, tapi keren juga kok, tapi bener nggak aku ganteng?" goda Rangga balik bertanya.


"Iya, bahkan sangat ganteng, aku aja sangat kaget saat kamu mau nikahin aku, eh tapi bener nggak diam diam kamu menyukai aku diam siam heh," tanya Diba sengaja usilin.


"Siapa bilang? Ini demi Kak Zahwa kok, kalian 'kan sangat akrab?" ucap Rangga membela diri.


Hap


"Ini apa? Sayangkuuu, no HP siapa itu?___,"


Diba pun memanggil no itu.


"Eh lho lho... Kok Hpku yang bunyi."


Rangga hanya terdiam dan menatap Diba entah takjub bingung atau kaget, karena ketahuan.


"Kamu 'kan istriku sekarang, suka suka aku doong mau namain apa," ucapnya lagi.

__ADS_1


"Ciye ciye ciyee... Nggak ngaku, nama ini udah ada di sana sebelum kita nikah lho! kami lihat kok waktu di kantor Kak Ezra," ucap Diba lagi.


Rangga pun tak berkutik dan hanya berdiri memandang wajah istrinya yang imut kaya berbie itu.


"Nah kaaaan! Nggak bisa jawab, sebenarnya kamu suka aku sejak kapan?" tanya Diba lagi sambil sengaja menengok wajah Rangga sangat dekat.


"Eh, siapa bilang aku menyukai kamu, udah ku bilang, ini untuk Kak Zahwa," Rangga tetap tak mengaku.


"Masa sih Gaga nggak suaka sama aku yang super imut ini?" ucap Diba lagi semakin mendekat wajah Rangga.


Rangga merasa sangat malu, maklum jiwa collnya kini terhinakan karena tertangkap basah menyukai orang yang lebih tua darinya.


"Nggak ada ah," Rangga pun ingin berbalik.


Hap


"Jadi benar kamu tidak menyukai aku? Jadi ini hanya karena Kak Zahwa mu, jadi kau mau menikahi ku?" Kali ini Diba serius seakan ingin memasuki lubuk hati Rangga terdalam, mungkin ada kecewa di hati Diba. Rangga hanya diam dan berdiri, tidak jadi berpaling


"Baiklah, mungkin saja kau ada seseorang di luar sana yang cantik yang lebih muda dariku, katakan saja, aku tidak apa apa kok," Diba pun berpaling dan berjalan menuju pintu kamar.


Hap.


"Ya, aku memang menyukaimu sejak kau masih mondok dan sering menginap di rumah kami, ya aku sangat kagum mulai saat kau SMA dulu, dan sampai kau kuliah, aku mencoba memendam rasa ini," ucap Rangga sambil memeluk Diba dari belakang. Diba pun terdiam dan tersenyum luas, ternyata tak sia sia sandiwaranya tadi, berpura pura marah.


"Ha ha ha, kena deh! aku tau, kau memang mencintaiku, walau pun kau tidak mengakuinya aku tetap percaya, aku hanya menguji mu," ucap Diba.


"Heh dasar kau ini," Rangga si coll pun melepas pelukannya.


Hap


Namun Diba menangkap tangan Rangga dan menarik tangan itu biar tetap memeluk pinggangnya, Diba pun berbalik, kini tidak ada jarak antara Diba dan Rangga. Mereka hanya saling menatap tanpa kata.


Cup


Tiba tiba Diba mencuri start Rangga, menc***m kilat pipi Rangga lalu berbalik berlari menuju pintu dan keluar kamar. Rangga hanya tersenyum.


"Dasar,"


Gumam Rangga sambil geleng geleng kepala.


Jangan lupa mampir


WANITA SATU MALAM

__ADS_1


__ADS_2