Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Zahwa Menghilang


__ADS_3

"Sayang, nggak baik begini, nanti kamu sakit, jangan terlalu banyak berpikiran yang nggak baik, kamu lapar'kan? Ayo makan!" bujuk Shaina.


"Aku mau tidur dama mama saja malam ini," ucap Zahwa tiba-tiba.


"Lho, trus Papa di ke manain?" tanya Shaina heran.


"Ya pokoknya malam ini aku mau tidur sama mama, titik," sahutnya lagi.


Masih terdengar isakan tangis Zahwa.


"Baiklah ma, nggak papa kok, biar aku tidur di sofa, eh biar aku tidur di mobil, kalau tidur di sofa malah wanita ****** itu nanti menggerayangi aku lagi," ucap Ezra sengaja meninggikan suaranya agar Zahwa mendengar, namun Zahwa tidak merespon.


"Emang kamu tega membiarkan suamimu itu tidur di mobil, kenyamukan, kedinginan heh?"


Hanya diam tak ada sahutan.


"Z'ra, sudah kamu tidur di sini saja, aku mau ke kamar," ucap Shaina, dia yakin anaknya itu udah melunak.


"Baik ma," sahutnya.


Shaina pun pergi ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya.


Ezra memeluk tubuh sang istri, rasa bersalah karena kecerobohannya sangat takut kalau Zahwa marah lagi. Sambil di belai perut Zahwa, sia pin berkata.


"Anak Abi yang baik hati, tolong bujuk Ummi ya Nak, Abi nggak sengaja ko, Abi takut kalau Ummi marah, Abi takut di tinggal lagi sama Ummi," ucsp Ezra.


Abi ummi? Apakah dia sudah menentukan panggilan itu untuk nanti?


Batin Zahwa sambil terus pura-pura mencoba untuk tidur. Namun, bayangan Saila memeluk tubuh lelakinya itu tak bisa hilang dari pelupuk matanya. Dia sangat cemburu dan meradang, bagaimana bisa lelakinya di peluk mesra di depan matanya sendiri. Hingga terdengar dengkuran kecil dari belakang pundaknya.


"Heh, belum selesai merayu udah tidur aja," Zahwa merasa jengkel, suaminya itu cepat sekali tidurnya, padahal dia sangat senang saat di rayu tadi walau dengan cara berbicara dengan anak mereka yang masih orok.


***


"Zahwa... Di mana kau? mama, Rangga! Apa kalian melihat Zahwa?" sepagi habis sholat subuh rumah di hebohkan dengan hilangnya Zahwa dari rumah.


"Zahwa? Tadi malam kan' tidur sama kamu?" tanya Shaina yang tergopoh-gopoh keluar dari kamarnya.


Rangga dan Huda pun keluar karena mendengar keributan.


"Ada apa Kak?"


Rangga yang slalu pasang badan di depan kalau menyangkut Kakaknya Zahwa, segera turun ketika mendengar nama kakaknya di sebut.


"Zahwa hilang," ucap Ezra.


"Kok bisa orang sebesar itu hilang?" Yola yang baru keluar kamar pun ikut komen.


"Ini semua,gara-gara wanita itu," ucap Ezra merasa masih kesal.


"Wanita itu?" tanya Rangga.


"Aaah, sudahlah,"


Ezra pun berjalan mengambil kunci motor dan berjalan keluar. Mengambil Hp, namun Hp Zahwa juga di tinggal di kamarnya.


"Emang ada apa sih Ma, tolong jelaskan!" ucap Rangga.


"Tadi malam begini... " Shaina pun menjelaskan kesalahpahaman antara mereka.


"Kurang ajar,"

__ADS_1


Bugj bugh bugh.


"Buka! Buka!"


Tanpa babibu Rangga berjalan cepat dan menggedor pintu Saila.


"Rangga, tenang dulu! Sabar!" ucap Huda calon suaminya Saila.


"Wanita ini ******, dia benar-benar menyusahkan orang," ucap Rangga ketus.


"Rangga kamu nggak noleh gitu!" ucap Shaina.


Ceklek.


"Ada apa siiih?"


"Astagfirullah,"


Rangga segera memalingkan wajahnya, ketika melihat Saila hanya mengenakan celana 3 jari di bawah mis V nya, dan kaos ting top, dan tidak mengenakan B-H.


Lain lagi dengan Huda, dia sengaja memandang tubuh indah wanita itu, Huda yang memang minim agama tak dapat mengendalikan dirinya, hingga ada urat yang menegang😁.


"Masuk!"


Shaina pun memdorong tubuh Saila mengajaknya masuk ke kamarnya lagi dan menutup pinti.


"Kamu udah sholat?" tanya Shaina.


"Belum Tante, aku baru bangun," sahutnya.


"Ayo sholat dulu! nanti berpakaian yang rapi, baru keluar ya!"


Shaina pun keluar dan menutup pintunya lagi.


"Dia itu calon Kakak iapr kamu, kamu harus menghormatinya," ucap Huda sambil duduk di sofa dengan merentangkan tangannya.


"Nanti kalau Abang menikah, abang bawa saja wanita itu pindah dari sini, beberapa kali dia menggoda Bang Ez, atau jangan-jangan dia naksir Bang Ez?" ucap Rangga.


"Sudah ah, ayo Rangga, kamu makan dulu sana! baru cari kakakmu Zahwa ya!" pinta Shaina.


"Nggak mungkin lah dia naksir orang yang sudah beristri, lagian aku sama Ezra masih tampanan aku kaleee," ucap Huda asal.


Rangga pun ke dapur dan makan.


***


"Linda, gimana kandungan kamu?" tanya Zajwa.


Ternyata Zahwa ke kontrakkan Linda, istri ke dua Bima.


"Kadang nyeri, ini udah 8 bulan, sebentar lagi aku bekal punya anak, aku bingung bagaimana merawatnya, Bima juga tidak perduli dengan kami, oh iya, bagaimana kabar Yola?" tanya Linda.


"Yola sudah bercerai dengan Bima, Bima sekarang bangkrut, dan katanya sekarang mereka hidup di rumah kecil, kamu jangan khawatir, hiduplah dengan baik, dan jaga anak ini dengan baik, nanti setelah lahir, kalau kau ingin merawatnya silahkan, tapi nanti Rangga akan memberikan pekerjaan di kantornya untukmu, kamu jangan khawatir." bujuk Zahwa.


"Kamu kok sendirian?" tanya Linda.


"Iya, mereka lagi sibuk ngantor hari ini, lagian dulu juga aku sering sendirian kok,"


Walau Zahwa ada masalah dengan suaminya, namun dia tidak mau sembarangan menceritakan itu pada orang lain.


"Aku berterima kasih banget, selama di sini aku di biayai sampai ini, aku tidak menyangka, orang yang dulu ku bully malah membantuku, aku sangat malu," ucapnya.

__ADS_1


"Jangan sungkan, oh iya, udah siang nih aku mau pulang dulu ya!"


Zahwa pin pamit, dia menaiki motornya.


Namun, dari arah yang jauh di sana ada Bima yang juga ingin menjenguk Linda.


"Zahwa? Kebetulan sekali ini,"


Bima pun tersenyum licik, dan membelokkan kendaraannya ke sisi bangunan yang terlindung dari Zahwa. Sementara Zahwa menghidupkan motornya dan melambai ke arah Linda.


Zahwa melaju kendaraannya di jalanan yang memang agak sunyi.


Bruk.


Bima sengaja menabrakkan motornya dengan sangat keras ke arah Zahwa, hingga Zahwa tak bisa mengendalikan oleng motornya dan terjatuh menabrak trotoar. Dia pun pingsan.


Bima tersenyum.


Semua orang pun mendekat, mereka hanya pengguna jalan, tak ada saksi mata.


Bima pun juga mendekat.


"Awas-awas, astaga, dia Zahwa keluargaku, ayo! Tolong angkat dia, grab mana?"


Bima mencari grab untuk membawa Zahwa. Entah mau di bawa kemana.


Setelah Grab ketemu, Zahwa pun di masukkan ke dalam mobil.


"Bawa kemana ini Mas?" tanya sopir.


"Yo#, biar aku di depan." ucap Bima seraya menaiki motor bututnya.


"Aku akan minta tebusan untuk ini, kalian akan membayar mahal untuk semua ini Fathir," ucapnya.


***


"Bagaimana? Apa ada kabar dari Kak Zahwa?"


tanya Rangga saat kembali ke rumah jam 1 siang.


"Tidak ada, ke mana dia?" jawab Shaina panik.


"Kak Ezra mana?" tanyanya lagi.


"Masih belum pulang, mungkin dia lagi mencari, tidak biasanya Zahwa bersikap begini," ucap Shaina semakin khawatir.


Dret dret.


Hp Rangga bebunyi.


"Hello, Linda? Ada apa?"


"Ini Dompet Kakakmu Zahwa ketinggalan," ucap Linda.


"Ha? Apakah tadi Kakakku ke sana?" tanya Rangga


"Iya, dia udah pulang, ku telpon nggak ada yang ngangkat," jawab Linda


"Jam berapa di sana?" tanya Rangga lagi berharap ada kabar baik.


"Udah lama, jam 9 tadi dia udah pulang kok!" jawab Linda

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2