Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Huda mulai curiga


__ADS_3

Huda Yang merasa Curiga dengan Rina saat mendapati HP istrinya itu dikunci, Dia pun bertanya saat Rina keluar dari kamar mandi.


"Kenapa hp-mu dikunci? " tanya Huda.


"Itu kadang-kadang aku kunci, karena kadang aku lupa membawa ke kamar, terkadang saat aku makan di dapur, aku meninggalkannya begitu saja, aku tidak mau foto-foto kemesraan kita dilihat oleh orang lain," sahut Rina.


"Sekarang Coba buka! aku mau lihat,"ucap Huda.


Rina pun tanpa gugup.


"Sebentar, aku mau lihat pesan dulu, tadi aku sedang membeli makanan go food, mungkin orangnya lagi nanyain," ucap Rina berbohong.


Dengan cepat Rina pun membuka HP dan menghapus pesan yang baru masuk dari Toto, hati Huda yang semakin penasaran pun merebut HP yang ada di tangan Rina.


Rina kaget, namun dia sudah selesai menghapus pesan masuk dari Toto.


"Aku mau lihat Siapa sih yang chat kamu tadi. aku sempat membaca loh," ucap Huda.


Rina pun kaget.


"Chat yang mana? tidak ada chat masuk kok," jawab Rina.


"Mana chat yang ada di sini tadi, aku melihat ada chat masuk barusan," Ucap Huda.


"Nggak ada kok," sahut Rina lagi.


"Kamu pasti menghapusnya 'kan?" bentak Huda.


"Tidak ada Mas, aku cuma ngecek pesanan go-food ku. Emang pesan yang mana yang sempat Mas lihat? " tanya Rina.


"Aku lihat kok tadi sekilas, ada yang bilang sayang gitu. Kamu jangan bohong! Mana mungkin aku salah lihat," ketus Huda.


"Tidak ada kok Sayang... udah ah, ayo makan lagi! nanti siang aku ikut ke toko ya, sekalian kita jalan-jalan, sehabis pulang dari toko," bujuk Rina, agar hati suaminya membaik.


Huda pun dengan wajah ditekuk, kembali memakan sisa makanannya yang masih tersisa, dan berdiri meninggalkan meja makan tanpa sepatah kata pun,


"Aku yakin... ada sesuatu yang dirahasiakan Rina padaku, Oh iya tadi Bibi mau ngomong apa ya?" tanya Huda dalam hati.


Kemudian Huda mencari Bibi ke depan, namun tidak terlihat.


"Bibi juga ke mana ini? kok belum datang?" gumam Huda.


Huda pun berjalan ke atas, memasuki kamarnya, kemudian berbaring.


Tak terasa, karena merasa lelah Huda pun tertidur. Sementara di dapur, Rina menengok keluar dapur memastikan kalau Huda sudah tidak ada, dia kembali menelepon.


"Kamu ngapain sih chat aku? kalau jam segini suamiku ada di rumah, hampir saja ketahuan," gerutu Rina marah.

__ADS_1


"Maaf sayang... Benarkah? aku lupa tadi, aku asal chat aja, karena aku merasa kangen sama kamu," balas Toto.


"Ingat ya! aku nggak mau lagi kamu salah, kamu harus ingat jam siang, jam malam, kamu nggak boleh chat aku, kecuali aku yang dulu chat, mengerti!" kata Rina lagi.


"Baik sayang, tapi kalau kamu banyak waktu, jangan sampai lupa chat aku ya," ucap Toro.


Telepon pun ditutup, sementara ternyata Kebetulan sekali Bibi saat ini ada di depan pintu dapur, dan bibi sengaja bersembunyi di samping pintu.


"Ternyata benar... Nona Rina selingkuh," gerutu hati Bibi.


Bibi sengaja berdiri agak lama di samping pintu, setelah itu barulah dia ke dapur.


"Dari mana?" tanya Rina.


"Mau ambil pesanan Nyonya muda, tadi Dia pengen beli sayur capcay, mau beli sayur mentah gitu, tapi Paman sayurnya malah kelewatan," ucapnya berbohong.


"Oh... ya udah, aku mau ke atas dulu, Tolong rapikan ini Bi ya!" ucap Rina sambil berlalu meninggalkan Bibi.


Bibi pun merapikan semua makanan yang sudah selesai dimakan di atas meja.


"Keterlaluan Non Rina, tapi mungkin ini juga karma bagi tuan muda, karena dia telah menyakiti hati Nona Yola, batinnya."


Bibi pun segera membereskan semua piring kotor dan mencucinya.


***


Sementara di kantor Rangga, Dia tampak gelisah, dia bangun, duduk, bangun lagi, duduk lagi dari di kursi kerajaannya.


Pintu ruangan dibuka.


"Bos... ini klien kita sudah datang," ucap sekretaris Rangga.


"Suruh dia masuk cepat! aku sudah lama menunggu," ketus Rangga merasa kesal.


Sekretaris itu pun memanggil kliennya.


"Silahkan masuk tuan," ucap Rangga.


Ternyata klien-nya seorang laki-laki yang lumayan tampan, dengan pakaian yang sangat rapi.


"Silakan duduk!" ucap Rangga.


Pria itu pun masuk dan duduk di kursi ruang kerjanya.


"Maaf Pak, saya terlambat, karena ada kemacetan di jalan," ucapnya.


"Ya, tidak apa-apa," ketus Rangga.

__ADS_1


Wajahnya terlihat kesal, walaupun bibirnya berkata tidak apa-apa.


"Pak... ini semua berkas sudah saya bawa," ucap klien.


Rangga pun mengambil berkas itu membaca sebentar, lalu menandatanganinya.


"Baiklah... ini...(menyerahkan berkas) kita sudah bekerja sama," ucap Rangga, seraya menjabat tangan Pria itu.


"Apa sudah di-acc Pak?" tanya klien itu.


"Ya, aku sudah mengakses kerja sama kita, nanti kamu tidak boleh lagi terlambat, aku sekarang ada urusan, jadi aku akan pulang," ucap Rangga.


"Baik Pak, terima kasih," ucap kliennya.


Rangga dan Klien keluar bersamaan. Rangga tergesa-gesa meninggalkan ruangannya, setelah mengambil jaket dan kunci mobilnya.


Dia pun berjalan dan sampai-sampai dia mendahului kliennya tadi berjalan, jalan cepat meninggalkan gedung tersebut. Sekretaris dan Klien yang melihat itu pun heran.


"Emangnya Bos kalian itu mau ke mana?" tanya Klien tersebut pada sekretaris.


"Anu pak, istri beliau sedang hamil, tapi kayaknya, yang ngidam itu dia deh, karena dia tidak bisa jauh dari istrinya yang hamil itu, setiap saat pengen selalu dekat dengan istrinya, itu sih yang mereka bilang," ucap sekretaris.


"Oh... begitu ya,"" sahutnya.


Sementara Rangga di mobilnya. Dia uring-uringan dan nampak kesal.


"Ih begini rasanya bucin, aku ingin berhenti saja jadi bos, aku ingin hiatus saja rasanya, terus aku santai deh sama istriku dan anakku. Tapi kalau aku berhenti kerja? Siapa yang memberi makan mereka?" ucapnya sambil tersenyum sendiri, dia pun mengambil teleponnya.


"Hello Sayang, kamu sedang apa?" tanya Rangga.


"Enggak ngapa-ngapain kok, cuma berjemur di halaman," ucap Diba.


"Ini aku sudah pulang kok, tunggu aku ya! kamu jangan kemana-mana, setelah ini kita jalan-jalan yuk! kita berangkat," ucapnya semangat, saat mendengar,suara istrinya.


"Kamu enggak kerja Ga? kok pulang lagi sih? ini kan baru jam 9.30, Ga," ucap Diba.


"Nggak papa lah, pokoknya aku mau pulang, titik, kamu jangan kemana mana. Tunggu aku!" ucapnya.


Rangga pun meluncur menuju kediamannya. Sementara Diba yang tampak bingung hanya bisa melongo mendengar kelakuan suaminya itu.


"Bi..m emang kalau istri lagi hamil, suami itu memperhatikan kita sangat berlebihan ya?" tanya Diba sama bibi yang sedang membersihkan taman.


"Iya Nona muda, Biasanya kalau istri sedang hamil, suami itu sangat perhatian, Bahkan dia juga sangat bermanja-manja, tapi ada juga sih yang cuek," ucap bibi.


"Oh begitu ya Bi, tapi kok suamiku ini Aneh ya? pengennya deket terus sama aku, kadang aku yang gerah sendiri," ucapnya.


Mobil Rangga pun datang.

__ADS_1


"Hello Sayang..." teriak Rangga, bergegas turun dan berlari mendekati Diba. memeluknya erat sampai Diba pun hampir terhuyung ke belakang.


Bersambung...


__ADS_2