
Ezra sudah selesai berurusan dengan Zaira, Zaira di scors selama satu minggu oleh dekan kampus karena olah nya yang mencelakai orang lain.
Cklek
Ezra memasuki kamarnya pelan, berharap Zahwa tak bangun karena mendengar suara pintu terbuka.
"Abang dari mana?"
Namun tiba-tiba suara Zahwa mengagetkan nya, Zahwa tampak sudah duduk di tepi ranjang dengan wajah datar tanpa senyuman, bahkan Ezra merasa takut dengan tatapan itu.
"Anu, aku dari luar, kau sudah bangun?" Basa-basi Ezra.
"Abang jangan bohong! Abang ke kampuskan menemui Zaira? Mengapa Abang lakukan? Aku sudah memaafkannya, dan aku juga sudah bilang pada Abang, tidak usah memperdulikannya." Ucap Zahwa.
"Zahwa, aku tidak terima kau di sakiti begini, dia harus di beri pelajaran." Sahut Ezra.
Ezra pun mendekat dan duduk di samping Zahwa.
"Bang, mungkin hatinya lebih sakit dari pada yang aku alami sekarang, bukankah Abang memutuskannya sepihak? Dan kemudian Abang menikah denganku mendadak, tentu hatinya sangat sakit, jadi jangan menambah sakit hatinya Bang!" Pinta Zahwa.
"Zahwa, maafkan aku, tapi aku ingin melindungi istriku dari bahaya."
"Terimakasih, tapi semakin Abang begini, Dia akan semakin membenciku Bang."
Zahwa menatap wajah sang suami.
"Sudahlah, tidak usah membahas ini, apa kau lapar? Ayo kita turun dan cari makan!" Ajak Ezra.
"Apalah Abang janji? Jangan menyakitinya lagi, kasian dia Bang."
Zahwa terus memikirkan Zaira.
"Zahwa, seputih apa hatimu? Orang yang telah menyakitimu, namun kau malah mengasihaninya?"
"Bang, berjanjilah!"
Zajwa memohon.
"Yaaa, baiklah."
Zajwa pun tersenyum manis, wajah yang tadi dingin kini manis kembali.
Hap
"Emch. Terimakasih Bang Ez."
Ciuman dadakan itu mendarat di pipi Ezra, Ezra kaget dan spontan menatap wajah manis Istrinya yang tersenyum manis padanya.
Hap
Kini giliran Ezra yang memeluk istrinya, dan menariknya ke pelukannya. Mendekatkan wajahnya dan memandangi bibir yang terlihat seksi itu.
Hap
Menikmati indahnya pagi dengan secangkir kopi, eh salah, seiris bibir yang merona, cukup lama bibir mereka saling terpaut .
"Bang, lapeeer." Rengek Zahwa.
"Mmm, baiklah."
Akhirnya mereka pun turun dari hotel menggunakan lift.
__ADS_1
"Aduh." Zahwa meringis.
"Ada apa?"
"Kayaknya ada benda aneh masuk di tanganku nih."
Zahwa pun meneliti telapak tangannya, benar saja, ada benda hitam di dalam kulitnya.
"Kesusupan kayu Bang."
"Mana?" Ezra dengan sigap meraih tangan Zahwa.
"Kita ke dokter praktek, ini cukup dalam."
"Tidak usah Bang, nanti di ambil sendiri saja."
"Tidak bisa, ini dalam, kita makan dulu, baru periksa itu, masih bisa tahan kan?"
Ezra memegangi tangan istrinya lembut.
"Terserah Abang saja."
Sebenarnya Zahwa merasa senang ketika di perhatikan Zahwa begitu. Akhirnya mereka pun lergi mencari makan.
...***...
"Tolong Bu, istri saya kesusupan!" Ucap Ezra saat di klinik."
"Coba ku lihat!"
Zahwa pun memperlihatkan telapak tangannya.
Tanya Bu Bidannya.
"Tadi pagi Bu,"
"Kasian, pasti sakit, kok bisa?"
Bidan pun mengolesi dengan obat dan mencoba mencari jalan.
"Aduuuh."
Zahwa meringis.
"Jangan di liat, sini!"
Ezra pun duduk di samping Zahwa dan meletakkan kepala Zahwa di dadanya.
Aduuuh bikin ngiri. Zahwa pun membenamkan kepalanya di dada bidang itu.
Bidan dengan hati-hati menyobek sedikit kulit Zahwa dan mengambil kayu kecil itu dengan penjepit.
"Aduuuh, sakiiit." Lirih Zahwa.
Ezra pun menjadi tegang dan hampir menaham nafas karena mendengar rintihan istrinya itu.
Sret.
"Udah, alhamdulillah," ucap Bidan.
Barulah Ezra merasa lega, seakan dia yang kena susupan itu.
__ADS_1
"Terimakasih Bu,"
Selesai operasi kecil itu, mereka lun pulang ke hotel lagi.
"Apa kita pulang ke rumah saja?" Tanya Ezra.
"Tidak papa Bang, kan kita udah bilang mau nginep di Hotel, nanti malah Ummi curiga kenapa nggak jadi kan?"
"Oke, baiklah, kita beli makan aja sekalian buat makan malam ya? Ini udah jam 2 juga."
Mereka pun kembali ke Hotel.
Cklek
Bruk Ezra merebahkan tubuhnya di ranjang King Size kasar. Sementara Zahwa melapskan baju atu-atunya yang di bawakan Ezra untuknya, sedang baju lainnya adalah sarang burung 😃.
Zahwa tersenyum geli saat tangannya meraih baju sarang burung itu.
Sreeet
Dia melirik suaminya yang rebahan, ternyata Ezra sedang istirahat siang dan coba menutup matanya.
Tap tap tap
Zahwa memasuki Kamar mandi untuk mengganti baju.
Cklek
Zahwa keluar sangat pelan, dia takut membangunkan suaminya.
Bruuuk.
Membaringkan tubuhnya di samping sang suami.
Hap
"Au."
Zahwa kaget saat tiba-tiba Ezra bangun dan memeluk Zahwa yang seksi hanya mengenakan sarang burung saja.
"Kau sudah berani menggodaku heh?"
Ucap Ezra dengan menggelitik pelan pinggang istrinya.
"Abaaaaang, geli ah," Zahwa menggeliat karena merasa geli.
"Hemmm,"
Ezra menjulurkan lidahnya dan menyusuri bibirnya menggoda Zahwa, seakan Zahwa adalah makanan empuk siap saji.
"Abang ini gimana sih? Masa semua baju yang abang bawa semua begini? Terus aku harus pakai apa?" Ucap Zahwa merasa sangat malu.
Bussss
Ezra mengambil selimut dan menyelimuti tubuh istrinya.
Brak brak brak
Melepas semua pakaiannya, hingga tak tersisa, dia lun ikut masuk ke dalam selimut 😜.
...BERSAMBUNG......
__ADS_1