Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Kecelakaan


__ADS_3

Zaira terus mengikuti kepergian Zahwa dan Ezra, Tiba di sebuah jembatan yang lumayan tinggi, kini Zaira mulai melaksanakan rencana busuknya.


"Mama, maafkan Zaira, A Ezra...maafkan aku, di kehidupan berikutnya. Aku tidak bisa kehilanganmu, kalau kelak ku di takdir kan hidup kembali, aku akan hijrah dan menuruti semua keinginanmu.


Brem brem brem.


Zaira mulai menekan-nekan Gasnya dalam.


"Bang, maaf ya! Kalau aku banyak kekurangan, aku akan belajar untuk bisa menjadi yang terbaik."


Ucap Zahwa sambil membalas remasan genggaman tangan Ezra yang sambil menyetir.


"Kenapa minta maaf, bagiku kau tidak ada kekurangan kok."


Bruk treng dor bremmmm


Ketika terdengar samping setir Ezra ada yang menabrak sangat kencang, hingga Ezra pun oleng ke kiri dan...


"Allaaaaaaaaaah."


Zahwa dan Ezra berteriak bersama, Ezra sudah tidak bisa mengendalikan setiran nya karena di tabrak dengan sangat kuat dan laju.


Byuuuur


Mobil itu pun melayang jatuh dari jembatan meluncur tajam ke dalam air.


Begitu juga mobil Zaira meluncur jatuh terjun bebas ke sungai yang dalam setelah terlempar ke samping yang berlawanan dengan mobil Ezra.


Semua orang yang melihat pun berhenti dan turun dari mobil mereka masing-masing. Beberapa orang ada yang mengambil HP dan menelepon bantuan.


Sementara Ezra dan Zahwa berusaha membuka pintu masing-masing namun macet. Darah mengucur membuat air bersih itu kini terlihat merah.


Abang...maafkan aku yang tidak bisa menjadi istri yang sempurna.

__ADS_1


Tatapan Mata Zahwa menatap suaminya, dan berkata lirih di hatinya.


Zahwa...maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu di sini, mudahan kelak kita akan bertemu lagi, aku berjanji untuk menjagamu.


Lirih hati Ezra.


Hap


Ezra menangkap tangan Zahwa dan membawanya ke hidungnya. Mereka saling berpandangan. Pandangan tanpa kata. Semakin lama, semakin tajam, nafas mereka semakin mencekik, Zahwa terlihat tenang, mungkin ada zikir-zikir yang sedang dia lantunkan saat ini di dalam hatinya. Sedang Ezra tampak mulai sesak walau tetap mencoba menggenggam tangan istrinya itu.


...***...


"Hiks hiks hiks...Tidaaaak! Ezraaaa."


Walau bagaimana pun Mita coba menahan, namun dia tidak bisa, ketika polisi mendatangi TKP dan mengetahui identitas korban, segera mengabarkan kepada Mita sang ibu.


"Ummi....hiks hiks."


Begitu juga Ayana, dia sangat sedih dan menangis sambil memeluk Ummi nya.


Ketika sebuah mobil datang menjemput mereka.


"Kakak Mita...hiks hiks hiks."


Seorang wanita turun dari mobil dan memeluk Mita yang sedang duduk di teras menunggu jemputan.


"Shaina....hiks hiks hiks."


"Ayo! Kita harus segera ke Rumah sakit, kita berdo'a saja, mudahan mereka bisa melalui kritisnya."


Ajak Fathir sambil menggandeng tubuh Shaina.


Ngapain juga Shaina turun segala, malah lemes jadinya tuh.

__ADS_1


Akhirnya mereka meluncur menuju rumah sakit.


"Kakak...bagaimana kalau Zahwa ku pergi, aku merasa belum siap kak."


Ucap Shaina sambil terus memeluk Mita.


"Apalagi aku, Ezra ku hiks hiks hiks."


Mereka tidak bisa menahan kesedihannya, zikir terus mereka lafadz kan, namun suara isakan tidak bisa di sembunyikan.


Setelah menempuh perjalanan panjang, mereka pun sampai di sebuah Rumah sakit mewah.


"Kakak!"


Ternyata Zila sudah ada di Rumah sakit bersama Hanan dan Aisya.


"Ummi, Kak Ezra Mi, hiks hiks."


Si Bocil malah bikin baper Mita.


Mereka masuk, namun hanya boleh dua orang yang masuk, akhirnya Mita dan Shaina lah yang masuk.dan itu Pun hanya menatap lewat kaca luar. Mereka belum siuman.


Ezra dan Zahwa sedang di operasi, karena terlalu banyak minum air, juga ada luka saat tabrakan itu.


"Kak...aku tidak sanggup melihat ini," Ucap Shaina.


"Ya...aku merasa telah hilang bersamanya, aku,...."


Bruk.


Mita pingsan.


Shaina pun memangku nya dan memanggil suster yang ada di sekitar.

__ADS_1


Mita di bawa ke ruangan kosong yang ada di sekitar situ.


BERSAMBUNG....


__ADS_2