
Apakah mereka tamu VIP?
Batin Security.
Dia masih mengikuti langkah Ezra dan Zahwa sambil membawa Ransel mereka.
PRESDIR
Tulisan yang sangat jelas tertera di atas pintu kamar Hotel tersebut.
Ha? apakah dia Presdir?
Bathin Security, saat melihat Ezra mengambil kunci dan membuka pintu.
"Paman, sini tasnya! Tidak usah ikut masuk, sampai sini saja!" Ucap Ezra.
Sexurity pun menyerahkan tas Ezra.
"Ma_maaf, apakah Tuan Pres_presdir?"
Tanya Security gugup. Keringat dingin mengucuri jidadnya.
"Santai saja, ini!" Ezra memberikan 1 lembar kertas berwarna merah.
"Ti_tidak usah Bos, maaf."
Security menunudukkan kepala berulang-ulang.
"Tidak apa-apa, ini."
Ezra meletakkan uang di tangan Paman itu dsn masuk menyusul Zahwa.
Cklek
Ezra menutup pintu, dan berjalan masuk.
"Bang, mana bajuku? Lihat! Apa ini semua Bang?"
Semua isi tas hanya baju kaos oblong Ezra, dan baju sarang burung Zahwa sebanyak 5 lembar.
"Hi hi, maaf, biar aku pesan yang baru, sementara kamu pakai bajuku dulu ya?"
Zahwa tampak menggigil kedinginan.
Ezra pun menelpon karyawan hotel.
...***...
"Ada apa? Kenapa Presdir menelpon?"
"Tolong belikan baju untuk Nyonya presdir, Ukuran S." Titah Resepsionis yang menerima telepon Ezra.
"Baik, tapi mana uangnya?"
__ADS_1
Setelah di beri uang Karyawati itu pun pergi ke butik.
Security yang menemani Ezra naik tadi oun terlihat senyum-senyum.
"Pasti dapat tips besar kan?"
Tanya temannya.
"Aku bingung, deg deg kan, ternyata tadi Presdir Hotel ini, untung saja aku tidak salah bicara, tapi Beliau sangat ramah dan masih sangat muda," Ucapnya.
"Iya emang Beliau sangat baik, sangat dermawan juga. Sudahlah, ayo jaga lagi!"
...***...
"Sayang, gimana? Udah mendingan?" Tanya Ezra.
"Iya, tapi aku laper..."
Ternyata Zahwa merasa lapar setelah dia membersihkan diri.
"Baiklah, kita pesan makanan saja. Kamu sukanya apa?"
"Terserah Abang aja, semua aku suka kok."
Ezra pun menelpon bagian dapur Hotel.
"Maaf ya... Seandainya tadi aku ikut masuk ke dalam, mungkin nggak jadi begini," Ucap Ezra.
Ezra pun memeluk tubuh Zahwa yang di balut selimut tebal.
Dret dret
Hp Ezra tiba-tiba berbunyi.
"Ada apa?" Tanyanya.
"Apa kau ingin tau siapa yang mendorong Zahwa?"
"Ha. Siapa?"
Ezra sangat antusias mendengarkan suara orang di sebrang telepon.
"Siapa lagi kalau bukan mantanmu," Kata krang itu.
"Zaira?" Ezra kahet.
"Iya, tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka, saat berkumpul teman-temannya di kantin."
"Kurang ajar," Ucap Ezra.
"Bang, sudahlah, aku tidak papa kok."
Zahwa mencengkram tangan Ezra yang hendak berdiri.
__ADS_1
"Aku harus memberinya pelajaran Hwa." Ucap Ezra emosi.
"Apakah Abang akan meninggalkanku dalam keadaan seperti ini?"
Zahwa memales.
"Baiklah, sebaiknya kau istirahat dulu!"
Ezra pun menuntun istrinya untuk istirahat.
Tak berapa lama Zahwa tampak tertidur pulas.
Maafkan aku, namun aku tidak rela kalau kau di sakiti.
Ezra mengecup kening istrinya dan pergi meninggalkannya. Apakah Ezra akan ke kampus Zaira lagi?
...***...
"Zaira, kamu di panggil keruangan Pa Bahru tuh!"
"Ha? Ada urusan apa? perasaan aku tidak melakukan sesuatu?" Ucap Zaira merasa tidak bersalah.
"Ayo sana! Nanti Beliau malah marah."
Zaira pun nerjalan menuju ruangan Pa Bahru, semua orang sangat takut pada Pa Bahru, setiap orang yang bersalah maka Beliaulah yang menangani, Dekan yang satu ini sangat sadis, suaranya saja bikin merinding😁
"Assalamualaikum.
Klek
Zaira kaget saat masuk ada Ezra di sana.
"A Ezra?"
"Heh."
Ezra merasa jijik, dan entah mengapa dia sangat benci dengan wanita yang dulu di pujanya itu.
"Duduk!____ apakah benar kau telah mendorong Zahwa dengan sengaja hingga dia tercebur ke kolam?" Tanya Pa Bahru.
"Di mana? aku tidak ada bertemu Zahwa pa! bukankah dia sudah selesai dan hanya menunggu Wisuda?" Jawabnya.
Bruk
"Kau jangan pura-pura, apa kah kau akan mengakui kalau kau melihat CCTV sendiri?"
Deg dor
Zaira sedikit gemetar mendengar suara Ezra yang menggelegar.
Apakah dia se cinta itu sama Zahwa?
Bathinnya
__ADS_1
Zaira meneteskan air mata. Teringat masa lalunya bersama Ezra, dimana, apa pun yang di inginkan Zaira slalu di penuhinya, tali sekarang, dia malah menjadi musuh.
...BERSAMBUNG......