Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Salah Paham Bikin Nyesek


__ADS_3

Huda dan Ezra pun kini menggendong Arsya dan Arsy, mereka tetap rewel walau sudah di timang-timang cantik. Mungkin mereka kehausan.


"Tante bikinin susu dulu ya!"


Yola menyerahkan bayi itu ke tangan kekar Huda, kini Huda tampak duduk dan menggendong dua bayi kembar itu.


"Sayang, kok ke aku semua? Pegel nih," ucap Huda.


"Bentar, bikinin susu dulu!" Yola mengambil 2 dot dan memasukkan susu yang telah Dia bikin.


"Nah ini," ucapnya sambil menyodorkan botol dot pada Huda.


Mereka berdua pun tampak kehausan dan melahap susu yang di berikan Yola, hingga tertidur kembali.


Ceklek


Ternyata Zahwa yang datang. Membawa popok dan belanjaan lainnya untuk keperluan Bayi.


"Eh kalian?" Zahwa kaget saat melihat dua pasangan pengantin baru itu duduk manis di isi ranjang kembar.


"Kakak sudah datang? ini si kembar kehausan, kami baru memberinya susu."


Yola dan Huda pun berdiri bersamaan dan berjalan menuju pintu karena Zahwa sudah datang.


"Terima kasih ya!"


"Sama-sama Kak."


Mereka berdua pun kembali ke kamar mereka, tentu saja untuk melanjutkan percintaan yang tadi tertunda.


"Kalian nangis ya tadi Sayaaang, emch," Zahwa menciumi kedua anaknya itu bergantian dan sangat pelan, agar mereka tak terbangun, namun... Telinganya menangkap suara-suara yang sangat ia pahami.


"Astaghfirullah,"


Zahwa segera berdiri dan terburu-buru meninggalkan kamarnya menuju dapur, mengambil air dan meminumnya untuk menenangkan diri.


"Ada apa Non?" tanya Bibi yang bingung melihat reaksi Zahwa yang terlihat memburu.


"Oh nggak Bi, keburu-buru mau minum, haus soalnya, takut kalau si Kembar bangun lagi," balasnya, padahal ada hal lain yang membuatnya pergi dari kamar.


"Assalamualaikum," ucap Ezra yabg baru datang di teras rumah. Zahwa pun segera berlari dan mendekati suaminya.


"Wa alaikum salam, udah datang Bang," ucap Zahwa sambil menarik tangan suaminya memasuki dapur.


"Kok ke dapur? Aku kangen banget sama Kembar nih, sampai aku percepat meetingnya tadi," ucap Ezra.


"Minum duku Bang, si Kembar kalau mendengar suara di buka, mereka akan bangun, aku sudah berulang kali tadi menidurkannya lagi," sahutnya, padahal itu cuma alasan saja.


"Ooh, baiklah, kalau begitu, aku mau teh hangat saja."


Zahwa pun membuatkan teh hangat dan menyuguhkan biskuit kesukaan Ezra.


"Bentar ya, aku mau ngintip si kembar duku, mungkin saja dia sudah bangun," ucap Zahwa.


Zahwa pun berlari kecil mendekati pintu dan membuka pintu pelan, masuk ke dalam mendekati bayinya. Namun suara gempa malah semakin nyaring.


"Waduh,"

__ADS_1


'lama bener mainnya'


Lirih hatinya, dia pun kembali ke dapur dan menawarkan berbagai macam makanan.


"Ada apa sih Hwa? kamu aneh gini sih? Masa semua makanan di suguhkan ke aku?" tanya Ezra heran. Ezra menangkap sesuatu yang aneh, dari dia tidak boleh masuk kamar, dan Zahwa masuk kamar namun wajahnya terlihat cemas. Ezra pun berdiri.


"Abang mau ke mana?" tanya Zahwa.


"Ke kamar," sahutnya santai.


"Eh, tapi habiskan dulu airnya," ucap Zahwa lagi.


"Kamu kebanyakan bikinnya," ucapnya lagi. Ezra sudah berada di depan pintu dan membuka kamarnya. Memindai kamar dan berpikir tak ada yang aneh dengan kamarnya. Namun.


Ezra segera berlari ke dapur dan mendekati Zahwa, Zahwa hanya tersenyum geli.


"Kau ini, ngomong ke' dari tadi, napa?" ucap Ezra merasa malu sendiri.


"Abang juga, harusnya 'kan paham sendiri laaah," jawab Zahwa.


"Emang apaan sih Non? kalian ini aneh deh?" tanya Bibi yang menyaksikan perilaku pasangan suami istri yang baru punya anak ini.


"Mmmm, nggak Bi__ ayo Bang! Di makan lagi cemilannya?" ucap Zahwa.


Setelah 30 menit mereka di dapur, dan untung si bayi pun nggak ada yang bangun, tampak Huda dan Yola datang ke dapur.


"Kak Zahwa, si kembar belum bangun?" tanya Yola.


"Belum, oh iya, aku mau ke kamar, mau lihat si kembar dulu," ucap Zahwa.


"Aku juga, gemes banget ama dua bayi itu," ucap Ezra, dalam hatinya dia sangat geli dan ingin tertawa, tapi takut ketahuan.


"Hey," Ezra menggoda Zahwa yang sedang berbaring di sisi si kembar.


"Kenapa Bang?" tanya Zahwa terlihat lugu.


"Kamu tadi dengerin apa?" tanya Ezra iseng dan pelan, hampir berbisik.


"Au ah," Zahwa merasa malu.


Ezra pun mendekati si kembar dan menciuminya, sementara wajah Zahwa tampak cemberut.


"Kenapa?" tanya Ezra.


"Kayaknya Abang malah sering menciumi mereka daripada ke aku," ucap Zahwa.


"Ha! Kamu cemburu?" tanya Ezra tak percaya, karena selama ini Zahwa malah sering bersama mereka dari pada bersama dengannya.


"Ha ha ha, cuma bercanda," ucap Zahwa. Dia tertawa lepas saat melihat reaksi suaminya.


"Elllleh kamu ya, mulai berani ngerjain aku," Ezra pun mendekati sang istri dan memeluk tubuh mungil itu lalu menggendongnya.


Namu...


"Uweees... Uweeeek."


Arsy terbangun dan menangis, seakan mereka merasa, kalau ibunya sedang dalam bahaya.

__ADS_1


"Haduuuuh, kamu ya, slalu saja mengganggu kalau Aba lagi sama Umma hem," Ezra terpaksa melepaskan pelukannya, dan membiarkan Zahwa mendekati sang buah hati.


"Aku mau mandi dulu," ucap Ezra.


Ezra pun mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.


Ting tong.


Hp Ezra berbunyi saat Wa masuk, Zahwa pun menengok.


"Mas, terima kasih untuk hari ini, alhamdulillah, sangat memuaskan,"


Dooor


Kini perasaan Zahwa tak karuan.


"Memuaskan? Siapa dia? Ada apa dengan mereka?"


Tertulis di sana nama Klien.


Zahwa hanya melihat Wa itu di depan layar tanpa membuka Wa tersebut. Setelah 5 menit.


Dret... Dret... Dret


Tertulis nama yang sama dengan yang mengirim pesan.


HP Ezra bergetar, nomor seseorang masuk, mau tak mau, Zahwa pun mengangkatnya.


"Assalamualaikum, Helo, Mas, terima kasih ya.... "


"Wa alaikumsalam Maaf ini siapa?" Zahwa yang memang sudah emosi langsung menjawab tanpa menunggu orang di seberang selesai bicara.


"Oh maaf, ini mbak Zahwa, aku Humairo Mbak," sahutnya.


"Oooh, iya nanti aku sampaikan, maaf, aku lagi momong bayi, assalamualaikum," ucap Zahwa, walau dengan nada lembut, namun sangat jelas bahwa Zahwa sedang cemburu buta.


Hati Zahwa terasa panas, jiwanya tak karuan, berulang kali istighfar, namun masih tak bisa mengendalikan iblis yang lagi merasuki jiwanya.


Ceklek


Ketika pintu kamar mandi terbuka, tampak Ezra muncul dengan menggunakan handuk di bawah pusatnya, Zahwa menatap tajam, dengan pikiran yang traveling.


"Apakah mereka habis melakukan sesuatu? 'terima kasih, sangat memuaskan' memuaskan apa? apakah mereka bermain di belakangku?


Berbagai macam pikiran kotor kini hinggap di benaknya, apalagi melihat Ezra baru mandi basah.


"Aku akan menunggu dia yang mengatakannya langsung," ucap batinnya mencoba tenang dan diam.


"Bang, tuh ada Wa, tadi juga ad Humairo telepon, katanya, terimakasih untuk hari ini," ucap Zahwa dengan nada sinis dan menusuk jantung yang melihat matanya.


Ezra yang merasa tidak ngapa-ngapain pun santai dan mengambil Hpnya. Ezra menerima pesan dari kepala pemborong yang mengerjakan Toko sambil tersenyum


"Pak, bangunan sudah selesai, dan bisa di serahkan kepada istri Bapak 3 hari lagi,"


Ezra tersenyum dan membalas pesan tersebut.


Sementara Zahwa, hatinya kini benar-benar terbakar api cemburu.

__ADS_1


BERSMBUNG...


__ADS_2