Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Menikah


__ADS_3

Rumah Shaina tampak ramai, orang-orang tampak terlihat sibuk, ada beberapa juru masak sengaja di undang untuk menyajikan makanan di halaman teras. Semua serba dadakan.


"Ma, kok ramai begini sih? cukup nikahan aja udah cukup kok, kenapa sesibuk ini?" tanya Yola. Dia juga sudah berpakaian Abaya cantik.


"Ini pernikahan pertama Huda, aku ingin Papa mu melihatnya, bahwa aku perduli juga sama anak-anaknya, ini hanya pernikahan, tapi nanti waktu resepsi, kita akan menyewa gedung kok," tambah Shaina lagi.


"Aaaah, nggak usah Ma, ini udah cukup kok," sahut Yola sambil memegang tangan Shaina.


"Eh mana boleh? kamu adalah anak aku, dan Huda adalah anak suamiku, masa nggak ada resepsi sih, aku malah yang merasa sedih," sahut Shaina sambil menyambut tangan anak angkatnya itu.


"Ya udah, terserah Mama aja, tapi Mama jangan cape-cape, 'kan ada mereka! Mama cukup duduk santai jaga tamu aja, ya?" tambah Yola.


"Iya Sayang, kamu makan dulu sana! Mama udah makan kok tadi," titah Shaina pada Yola.


Yola pun masuk ke dalam untuk sedikit makan malam sebelum acara di mulai.


"Mana cucuku yang imut-imut nih?"


Tiba-tiba Mita dan keluarga lainnya datang, dan langsung memcari kedua cucu kembarnya.


"Di kamar Mi, lgi ngASI sama Ummanya,"


Tanpa babibu, Mita pun berjalan cepat menuju kamar Zahwa.


"Assalamualaikum... helo Sayangkuuu,"


Set


Mita pun melepas cadarnya, mengoles tangannya dengan antiseptik dan menggendong Arsya, karena Arsy sedang ASI.


"Ummi, kapan datang?" tanya Zahwa, sedikit menutup payu**ranya karena malu, sedang menyusui anaknya.


"Hemmm, bau bayi enak sekali ini ah... baru saja datang, pasti Nenek langsung ke sini 'kan, hemmm, wangi kali kau, gemes." ucap Mita dengan terus menciumi cucunya.


"Sana kamu siap-siap! biar anak-anak aku yang jagain, aku di kamar saja ya," kamu silahkan ke luar kalau mau sesuatu atau menemui tamu," titah Mita lagi, sambil duduk di sisi ranjang bayi.


"Baik Mi, nanti kalau mereka nangis, telepon saja Zahwa Mi ya!" ucap Zahwa lagi sambil membuka lemari dan mengambil baju yang bagus untuk menyaksikan pernikahan Yola yang ke dua.


"Iya Sayang,"


Zahwa pun berdandan sederhana, tanpa merias wajahnya, hanya menggunakan sedikit bedak dan lipstik pink muda.


"Ummi, aku ke luar duku ya!" ucap Zahwa pamit sama mertuanya.


"Iya, Hpnya jangan lupa di bawa Nak, kalau nanti Mereka pada rewel biar aku telepon kamu," ucap Mita.


"Oh iya ya," Zahwa pun mengambil HP dan segera membuka pintu, namun baru saja Zahwa ingin melangkah ke luar, Arsya menangis kejar, tanpa sebab.


"Lho, ada apa Nak? Mau mimi lagi?" tanya Mita seraya menggendong bayi itu, barulah Arsya diam, namun malah Arsy yang menangis, seakan tidak rela kalau cuma Arsya yang di gendong.

__ADS_1


"Lho, ada apa sih kalian, tadi kan Arsy bobo? kok terbangun?" ucap Zahwa seraya menggendong juga Arsy.


Akhirnya Arsya dan Arsy,tertidur di pelukan Mita dan Zahwa.


"Sekarang mungkin bisa di tinggal, letakin saja di ayunan sana!" titah Mita.


Zahwa lun meletakkan Arsya di ayunan, dan kemudian keluar untuk menyaksikan resepsi pernikahan adiknya Huda.


Acara dimulai, tampak Ezra dan Zahwa duduk berdampingan dengan memakai pakaian yang senada.


"Hwa, kita kapan melaksanakan acara resepsi lagi?" tanya Ezra menggoda Zahwa sambil berbisik.


"Ij, apaan sih Bang maksudnya? Apa Abang ingin menikah lagi?" tanya Zahwa hanya becanda maksudnya.


"Kalau kamu izinin sih, yaaa mau aja?"


Zahwa pun mendaratkan cubitannya di pinggang Ezra.


"Aduuuh," Ezra meringis kesakitan, dan dia berteriak nyaring tanpa sadar sekarang dia berada di sekitar orang-orang yang hadir untuk menyaksikan pernikahan Huda dan Yola. Semua mata memandang ke arah dua pasangan yang dulu mendadak menikah itu heran. Zahwa pura-pura tak tau menau dan memalingkan wajahnya menyaksikan Huda yang terlihat tegang.


"Kamu sih Yank, pakai cubit segala," ucapnya.


Acara yang sangat sakral pun di mulai. Semua tamu undangan tampak khusuk menyaksikan pernikahan Huda dan Yola. Sementara di pojokan Sasa tampak Chat dengan seseorang.


"Gimana Sa? apa sekarang bisa masuk?"


"tTrus gimana dong, aku udah bawa anaknya nih!"


"Aku pantau dulu ya,"


"Cepetan, aku udah pegel nih, mana dia cerewet mau guling-guling di kasur."


"Iya sebentar,"


Sasa pun menyimpan Hpnya dan masuk ke dalam rumah. Dia menuju kamar Zahwa dan berdiam sesaat di depan pintu dan menempelkan telinganya seakan ingin mendengar pergerakan di dalam. Remang-remang Sasa mendengar suara Mita sedang menimang-nimang cucunya.


"Berarti ada mertua Zahwa di dalam," lirihnya.


Sasa kembali mengambil Hpnya dan menghubungi seseorang lewat chat.


"Masih ada neneknya, gimana ini?"


"Kau bikin sesuatu aja, berisik gitu, biar neneknya keluar,"


"Baiklah, akan ku coba, Hp nggak ku matikan ya, kamu dengar, tapi jgn bersuara,"


Sasa kembali menyimpan Hpnya.


"Apa yang harus aku lakukan ya?"

__ADS_1


Akhirnya Sasa pun tersenyum.


Bruk


"Aaaaau," Sasa sengaja menjerit nyaring di depan kamar Zahwa, membuat kegaduahan memancing Mita keluar dari kamar itu.


Ceklek


Suara pintu di buka.


"Ada apa? kamu? kenapa jatuh? aduuuh kamu basah kuyup begini,"


Sasa sengaja membawa teh anget dan menumpahkannya di tubuhnya dan sengaja menghempaskan gelasnya ke lantai hingga pecah.


"Sakit Nyonya, aduuuh," ucapnya.


Sasa juga berpura-pura kesakitan dan tidak bisa bangun.


"Ayo, aku antar ke kamarmu, di mana kamarmu?" Mita pun menggandeng Sasa meninggalkan kamar Zahwa, meninggalkan ke dua cucunya, Mita tidak menyadari bahaya yang sedang mengincar ke dua cucunya.


"Di belakang dekat dapur Nyonya,"


Sasa pun berdiri di bantu Mita dan pura-pura pincang aat berjalan menuju dapurnya.


"Aduuuh, Nyonya, aku tidak bisa berjalan ini, kaki saya sakit banget," ucapnya.


"Iya, ini aku gandeng, biar nggak terlalu sakit ayo!" ajak Mita.


"Jadi Nyonya akan mengantar saya ke kamar? saya merasa tidak enak Nyonya," ucapnya lagi.


Dia sengaja berucap demikian, agar orang yang akan masuk ke kamar Kembar bisa mendengar, kalau sekarang kamar itu sedang tidak ada penjaga.


"Tidak apa-apa, ayo pelan-pelan!"


Akhirnya Mita dan Sasa pun mulai menjauh meninggalkan kamar Zahwa.


Perlahan seseorang membuka kamar Zahwa dan mendekati dua bayi lucu yang sedang tertidur pulas. Namun tiba-tiba Arsy terbangun dan menangis.


"Hust hust hust," orang itu pun membujuk menggendong dan menimang-nimang anak itu hingga Arsya pun kembali tertidur.


Dia berjalan membawa Arsya ke luar dari kamar. Dan berjalan keluar lewat pintu samping rumah.


Mita sudah kembali ke kamar bayi kembar, alangkah kaget dia saat menyadari Arsy tidak ada di tempatnya.


Akan ada kejutan tanggal 31 oktober, ikuti saya ya, nanti akan saya chat. Yang terpilih yang paling banyak dukungannya.


😍


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2