
Ummi Ezra sudah kembali ke kastel, dia terlihat sudah mulai membaik.
"Zahwa. Hari ini kamu sibuk?" Tanya Mita mertuanya.
"Tidak Mi, ada apa?" Tanya Zahwa sambil mendekati Mertuanya.
"Kita belanja yuk! bukankah kemaren waktu di lamar kami nggak beli in apa-apa buat kamu, sekarang kamu boleh milih apaaaa pun yang kamu inginkan."
Ucap Mita.
"Nggak perlu Mi, ini sudah cukup, kemaren juga udah di kasih cincin ini dari Ummi, sangat cantik." Ucapnya.
Mita menatap cincin pinky itu yang ada di jari manis Zahwa, tak terasa air matanya menetes haru.
"Cantik." Gumam Miya.
"Kenapa Ummi menangis," Zahwa bingung melihat mertuanya yang tiba-tiba terlihat sedih.
"Oh Nggak, kamu sangat cocok memakai itu, aku nggak nyangka, akhirnya aku dapet menantu idamanku hi hi." Puji Mita.
"Ah Ummi berlebihan, aku yang sangat beruntung dapetin Mertua kayak Ummi, juga suami kayak Bang Ezra." Balas Pujian Zahwa membuat Mita semakin terharu.
"Sini!"
Mita merentangkan tangannya. Zahwa pun mendekat.
Hap
Mereka berpelukan.
"Sayang, kalau nanti Ummi udah nggak ada, tolong jaga Ezra buat Ummi, dia satu-satunya anak yang terlahir dari rahim ini, lelaki yang dulu cengeng dan tak pernah merasakan kasih sayang ayahnya sejak kecil."
"Iya Mi, mudahan Zahwa bisa, Zahwa yang banyak kekurangan ini akan berusaha untuk itu."
"Ummi, Hwa? Ada apa? Kenapa kalian terlihat sedih gitu?" Tiba-tiba Ezra nongol.
"Nggak kok. Oh iya, kami hari ini mau belanja, apa kamu ingin nitip sesuatu? kamu kan hari ini mulai kerja?" Ucap Mita.
"Nggak Mi, biar aku antar, nanti pulangnya biar sopir yang jemput, hari ini ada rapat Mi, jadi aki,nggak bisa nemenin kalian belanja." Ucap Ezra.
"Iya Z'ra."
"Oh iya, Hwa, ini kartu kredit buat belanja, kamu bisa belanja apa saja yang ingin kamu beli ya?"
__ADS_1
Black card.
Mata Zahwa sedikit melotot menatap kartu itu, walau pun dia juga keluarga yang kaya, namun hanya Ibunya yang memiliki kartu itu, pemberian dari Fathir sang Ayah.
"Tidak perlu Bang, aku minta uang Cash saja, ada?" Ucapnya polos.
Dret dret dret
Hp Zahwa berdering.
[Kakak, maaf, bagaimana xengan Linda? Audah 2 minggu di di kos itu, dia bilang sangat bosan] telepon dari Rangga
[Astagfirullah, kakak lupa]
"Ada apa Hwa?" Ezra jadi khawatir dan penasaran.
"Nanti aku jelaskan Bang.
[Rangga, kita ketemuan di sana hari ini ya, jam 3 siang, bisa?]
[Baik kak,]
Telepon terputus.
" Zzzzzzzz xxxxx zzzz."
Zahwa bercerita masalah yang terjadi, Rangga menelpon karena masalah Linda. Dan Zahwa punya rencana untuk itu.
"Kurang ajar sekali Bima. Jadi Linda juga hamil?" Tanya Ezra.
"Iya Bang, maaf aku juga lupa masalah ini, karena nikah dadakan kita kemaren." Ucap Zahwa merasa bersalah karena melupakan Linda dan tak memberitahukan suaminya.
"Nggak papa kok Hwa. Ayo siap-siap."
Mereka lun bersiap untuk berangkat berbelanja ke pasar.
...
...
...
"Aku harus berhasil meluluhkan hati Zahwa, bagaimana bisa jodohku di tukar dengan wanita mur*han seperti Yola, benar-benar tak bisa di biarkan."
__ADS_1
Gumam Bima, sambil terus menyisir rambutnya.
Ceklek
"Mas mau kemana?"
Tanya Yola yang baru masuk kamar.
"Pergi."
Jawabnya singkat. Bima bergegas pergi tanpa pamitan pada Yola. Yola hanya terdiam dan merasa sakit, namun tidak ada yang bisa dia lakukan.
Bima terus melaju di jalanan yang lumayan ramai.
"Ha! bukankah itu Ezra?" Bima pun memicing-micingkan matanya untuk mengintip siapa saja yang ada di dalam mobil.
"Mertua dan menantu, hah... Ha ha ha."
Bima pun mengikuti mobil mereka dengan jarak yang lumayan.
Setelah berapa lama, Ezra pun menurunkan Ummi dan juga istrinya di depan Mall.
"Maaf Mi, Hwa, aku tak bisa nemenin kalian, ada rapat hari ini, nanti biar pa Sopir yang jemput ya?" Ucap Ezra.
"Iya Bang Ez."
Setelah bersalaman, Ezra lun kembali masuk ke dalam mobil dan melaju pergi.
"Hmmmm, kebetulan sekali ini ah."
Ucap Bima
Bima pun turun dan meminta security memarkirkan mobilnya. Sementara Bima mengikuti Zahwa dari jarak yang lumayan jauh.
Setelah mengikuti ke sana kemari akhirnya...
"Aku mau ke toilet dulu ya! Kamu pilih dulu perhiasan yang kamu inginkan." Ucap Mita sambil pergi mencari Toilet.
"Baik Mi."
Bima pun mendekati Zahwa dengan senyum kemenangan.
BERSAMBUNG....
__ADS_1