
Zahwa dan Shaina sudah berada di atas. Rangga yang berdiri tegak dan tangan kanannya menutupi mata, sedang tangan kirinya menunjuk ke dalam kamar yang terbuka.
"Emang ada apa sih?" tanya Shaina dan menggeser tubuh Rangga yang menghalangi jalan.
"Astagfirullah," Shaina kaget dan langsung berpaling.
"Apaan sih Ma?" Zahwa juga penasaran. Dan menengok ke dalam.
"Astaghfirullah," zahwa juga beristighfar melihat pemandangan yang sungguh tidak mengenakan itu.
"Zahwa. Ayo! Bangunkan adikmu itu, dan suruh pindah kamar, Rangga kamu pura-pura tidak tau saja ya!" titah Shaina.
"Mama, bagaimana bisa mereka memakai kamarku? Apakah mereka tidak malu, mereka punya dua kamar, mereka bisa pilih antara dua itu! Mengapa harus kamarku Ma?" Rangga terlihat sangat kesal, tentu saja di benaknya ada pikiran kotor dan jijik, ketika membayangkan, kamarnya di pakai untuk anuan😁.
"Sudaaah, 'kan bisa di ganti spreinya, ayo kamu keluar dulu, ke warung ke',ke mana ke', sana!" usir Shaina lembut, ingin menjaga agar Huda dan Yola tidak malu.
"Hups, baiklah, aku mau langsung ngantor saja Ma... Bi, tolong kau ganti Sprei dengan warna yang sama, dan baru juga bersih ya! Aku akan pura-pura tidak tau untuk ini," ucap Rangga seraya mencium tangan dan juga pipi Mamanya lembut.
"Baju bagaimana?" tanya Shaina, karena saat ini Rangga hanya memakai kaos oblong yang sudah semaleman dia pakai.
"Gampaaaang, 'kan ada Toko baju Ranggga Ma! assalamualaikum," ucapnya.
"Wa alaikumsalam."
"Ma," sapa Zahwa.
"Ada apa? Sudah kau bangunkan?" tanya Shaina.
"Aku telepon saja Ma! Aku nggak enak nanti mereka malu, aku udah menutup pintunya juga," sahut Zahwa sambil berjalan menuju kamarnya.
"Baik Nak,"
Mereka pun masuk kamar masing-masing.
Zahwa beberapa kali menelepon, namun tak ada jawaban, saat Hp Yola di telepon, malah suaranya ada di samping kamar Zahwa.
"Hp Yola ketinggalan di kamarnya Bang!" ucap Zahwa.
"Lalu bagaimana?" tanya Ezra.
"Terpaksa aku ke kamar mereka, mereka pasti belum sholat 'kan? Biar aku ketok dulu."
Zahwa kembali keluar dan berjalan menaiki tangga. Tiba di depan kamar Rangga.
"Oh iya! Aku ketok kamar Huda saja ya! Mudahan mereka mendengar," gumam Zahwa.
Akhirnya dengan bersikap bodoh, Zahwa pun mengetok pintu Huda berulang-ulang.
"Huda! Dik! Apa sudah bangun?" teriak Zahwa di depan kamar Huda. Tak ada jawaban, Zahwa pun mengetok pintu lebih keras lagi.
"Yolaaaa! Banguuun!"
__ADS_1
"Iya Kaaaaak," Sahut Yola dari dalam.
Zahwa pun akhirnya tersenyum dan menuruni tangga.
"Konyol sekali aku," gumam Zahwa sambil tersenyum-senyum dan masuk ke kamarnya.
"Ada apa sih Hwa? Kok senyum-senyum sendiri sih?" tanya Ezra penasaran.
"Lucu Bang, masa mereka tidur di kamar orang! Dan malam pertama pula, trus aku terpaksa berlaga bego, mengetuk kamar yang jelas-jelas orangnya ada di kamar sebelahnya," ucap Zahwa, sambil mengambil baju ganti di lemari untuk mandi.
"Nggak papa berlaga bego sesekali, demi menjaga aib,saudaranya 'kan?" sahut Ezra.
"Aku,mau mandi dulu, Bang,"
Zahwa memasuki kamar mandi, namun,
"Eee Abang, apaan sih?" tanya Zahwa gugup, saat ingin menutup pintu malah Ezra ikut masuk.
"Pengen ikut mandi ah, biar pun puasa, 'kan boleh dengan cara lain?" goda Ezra pada Zahwa.
"Malu ah," sahut Zahwa.
"Malu-malu, anak udah dua kok malu," ucap Ezra lagi, seraya menutup pintu kamar mandi. Namun...
"Uweeeek... uweeek... uweeek,"
Bayi mungil mereka terbangun, awalnya cuma satu, namun ketika si Arsy menangis, Arsya pun terbangun dan menangis.
Sementara di kamar atas.
"Mas, bangun! Sudah siang nih kayaknya,"
Yola menggoyang-goyang tubuh Huda yang berbaring di sisinya dengan masih telnj** bulat.
"Uaaaaah,"
Huda hanya menggeliat dan kembali memeluk Yola.
"Mas, ayo! Nanti Rangga datang," ucap Yola lagi, sambil terus menggoyang tubuh Huda.
"Ha? Iya ya! astagfirullah, iya, Ayo!"
Huda tanpa sadar berdiri dan bangun menuju pintu.
"Mas! Baju kamu!" ucap Yola saat melihat Lelakinya itu tidak mengenakan apa-apa.
"Astaga," Huda kembali mengambil bajunya.
"Trus gimana sprei ini? Pasti baunya udah berubah, bagaimana kalau Rangga nanti datang? bau kamarnya terasa aneh begini?" ucap Yola lagi.
"Nanti suruh Bibi ganti Sprei baru," ucap Huda lagi. Dia sudah selesai memasang baju dan celananya.
__ADS_1
"Ayo cepet!" ajak Huda.
Yola pun berdiri dan mengambil bajunya tergesak-gesak. Mereka berjalan keluar dan masuk ke kamar Huda.
"Hups, jam berapa sih?" Huda pun menatap jam dinding yang ada di kamarnya.
"Jam 8?" Huda bergegas masuk kamar mandi dan membersihkan diri. Selesai Huda kini giliran Yola yang membersihkan diri.
Mereka berdua tampak sudah mandi basah. Akhirnya mereka pun turun ke bawah karena merasa lapar, jam sudah menunjukkan jam 9 pagi.
Semua penghuni rumah tampak sepi, kemana mereka? Huda dan Yola tampak terlihat lega, karena mereka tidak ketahuan tadi malam tidur di kamar Rangga, itu siiih yang ada di pikiran mereka.
"Mau makan apa?" tanya Yola sambil mengambilkan nasi untuk suaminya.
"Sembarang aja, aki makan semua, bahkan kalau pun kau keluarkan hatimu, aku pun juga akan makan kok," canda Huda sambil menatap istrinya, mereka sedang bucin akut nih kayaknya.
"Apaan sih Mas," Yola tampak tersipu.
"Kita jalan-jalan yuk!" ajak Huda.
"Aku takut, aku merasa trauma, karena kejadian penculikan kemaren," jawab Yola.
"Oh iya, hari ini aku akan ke kantor polisi memaksa para penjahat itu untuk memaksa mereka mengaku, siapa yang menyuruh mereka melakukan itu pada kita?" ucapnya lagi.
"Aku nggak ikut 'kan Mas? Aku merasa cape," sahut Yola.
"Iya, kamu siapkan diri saja untuk malam ini, malam ini kamar siapa lagi yang mau kita jadikan sarang sementara?" ucap Huda sambil sedikit menurunkan mada bicaranya.n
Shaina yang memang mau ke dapur karena ada sesutu hal pun,berbalik kembali ke kamar sambil tersenyum.
"Mereka itu, heh," komennya sambil tersenyum dan menggeleng-geleng 'kan kepalanya.
"Ada apa Ma?"
"Ya Allah, kagetnya aku, kamu ngapain sih kayak hantu gitu?" ucap Shaina, ketika tiba-tiba Zahwa sudah ada di depannya.
"Mama yang melamun, mana sambil tersenyum senyum lagi," ucap Zahwa lagi.
"Bi... "
Panggilan Huda dari dapur. Shaina lin kembali berbalik.
"Kok balik lagi sih Mi?" tanya Zahwa.
"Mereka memanggil Bibi pasti mereka udah nggak bermesraan," ucap Shaina lagi.
"Oooh,",Zahwa pun paham.
Shain melangkah ke dapur.
"Eeeeh, pengantin baru udah bangun?" tanya Shaina sambil mengambil gelas. Ternyata Shaina kehausan dari tadi dan ingin mengambil air, namun terdiam ketika Huda dan Yola sedang membicarakan sesuatu yang rahasia.
__ADS_1
Bersambung..