Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Di Ancam


__ADS_3

"Jangan bergerak! jangan berteriak! diam!"


Gertak Bima pada Zahwa. Zahwa pun diam dan merasa takut, ketika dia merasa ada sebuah pisau menancap di pinggangnya.


"Bi-Bima?"


Ketika sudah berada di pojokan mall.


"Zahwa, tolong, kembalilah padaku! ayo kita perbaiki hubungan kita, aku merasa tidak bisa melupakanmu Zahwa!" Bujuk Bima.


"Bima, kita sudah punya pasangan masing-masing, dan aku tidak mungkin mengambil mu dari Yola adikku sendiri!" Ucap Zahwa merasa takut, karena dia mengira Bima sedang membawa senjata t*jam.


"Yola saja tega merebut ku dari mu, mengapa kau memperdulikannya?" Ucap Bima lagi.


"Bima, jangan konyol! kau akan menjadi seorang ayah, kau harus pikirkan bayi yang ada di kandungan Yola, kita sudah punya jalan masing masing Bima!" Ucap Zahwa lagi.


"Aku akan menceraikannya secepatnya, dan kau juga harus bercerai dari Ezra!" Bentaknya dengan mata melotot walau dengan suara pelan.


Cling


Tiba-tiba Zahwa punya rencana.


"Baiklah, aku perlu berpikir, nanti aku akan menghubungimu lagi, kita akan bicarakan ini." Ucap Zahwa.


"Janji!" Bima menjulurkan tangannya.


"Janji." Zahwa hanya menyatukan Kedua tangannya di dada.


"Aku tau kau orang yang tidak mungkin berbohong." Ucap Bima, sambil melepaskan tangan Zahwa.


Zahwa lun lergi meninggalkan Bima xengan hati lega.


"Zahwa! Dsri mana?"


"Oh i-iya, tadi ada teman Mi, jadi aku ke sana."


Zahwa terpaksa berbohong, dia takut Bima Masih ada di sana dan sedang mengintainya.


Maaf Mi..nanti aku akan menceritakannya, tapi tidak sekarang.


Bathin Zahwa.

__ADS_1


"Oooh...baiklah, ayo pilih barang yang ingin kau beli."


Zahwa pun memilih perhiasan sebuah cincin sederhana bermata kecil.


"Mbak, tolong lihat yang itu." Ucap Zahwa.


Karyawan toko itu pun mendekat.


"Yang ini?"


"Bukan yang itu."


Zahwa menunjuk cincin yang dia sukai.


"Yang ini?" Tanya karyawan.


"Iya." Ucap Zahwa.


"tunggu mbak."


Karyawan itu pun berbisik pada seseorang yang kelihatannya lebih modis. Mungkin saja itu Bos di toko itu.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Wanita itu.


Seketika Wanita itu menatap Zahwa dan juga Mita, Mita yang memang menggunakan baju, kerudung dan cadar hitam pun balas menatap wanita itu.


"Maaf Mbak, ini mu gkin sedikit mahal, karena ini asli." Ucapnya.


"Berapa?" Tanya Mita.


Wanita itu kembali menatap Mita.


"200 juta Mba." Sahutnya.


"Ooh, yang lain saja, bagaimana kalau yang itu?"


Zahwa pun menunjuk sebuah cincin yang lainnya.


"Maaf, Mbak, bukankah cincin Mbak ini Limited edition?"


Tiba tiba wanita itu menunjuk jari manis Zahwa yang menggunakan cincin pink mahar yang di berikan Mita waktu iti.

__ADS_1


"Ha?" Zahwa pun,menatap wanita itu, kemudian menatap cincinnya, kemudian menatap wajah Mita bingung.


"Ini...cincin mahar pemberian Ummi." Jawab Zahwa.


Wanita itu pun menatap Mita.


"Aku mau cincin yang tadi buat menantuku, cepat bungkus! Zahwa, apa kau ingin yang lainnya?" Ucap Mita


Sebenarnya Mita sangat kesal dengan tatapan wanita itu pertama kali tadi.


"Oh iya, dan ya, itu cincin menantuku memang Limited edition seharga 2 M. Oh iya, ini kartunya."


Mita menyerahkan black card miliknya.


"Ha, 2 M?"


Zahwa malah terbelalak tak percaya.


"Hmmm." Sahut Mita sambil mengangguk.


"Mi, tidsk usah Mi, aku tidak perlu beli yang baru, cukup ini saja."


"Hey, sayang, kau itu menantuku, menantu idaman. Apa pun yang kau inginkan, pasti akan ku berikan ayo!"


Terpaksa Zahwa pun mau.


Setelah di bungkus rapi, dengan hadiah sebuah tas cantik, Zahwa dan Mita pun pergi meninggalkan toko emas.


"Aku penasaran siapa mereka?"


Ucap pemilik toko.


Dia pun membrosing siapa saja pembeli yang membeli cincin pink itu, sebagai Bos emas, tentu saja dia sangat tau kwalitas emas dan berlian.


Dan dia mulai membaca nama nama pemilik cincin.


"Apakah dia istri Izzam Adinata? Hanya lelaki ini yang berasal dari kota ini."


Dia pun kembali membrosing istri Izzam, namun tak menemukan satu Foto pun.


Dia sibuk mengurusi orang, sampai sampai dia garuk garuk kepala sendiri karena pusing.

__ADS_1


Enak nggak ya, urusin yang bukan urusan lho😃


BERSAMBUNG...


__ADS_2