Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Lamaran di tolak?


__ADS_3

"Rangga, ayo cepat! aku tidak akan melewatkan semua ini, aku tidak akan membiarkan Zahwa terluka."


Ternyata Ezra sudah sampai di bandara dan di jemput oleh Rangga adik Zahwa.


"Kau ini Bang, kenapa tidak dari kemaren kemaren saja?"


"Kau yang tidak memberitahukan ku tentang semua ini dari awal."


Protes Ezra.


KEMBALI TADI MALAM JAM 10 Malam Indonesia.


Dreettt drett drettt


[Bang Ezra. Apa sudah sampai?]


[Iya, ada apa?]


[Kak Zahwa besok tidak jadi menikah,]


[Kenapa?]


[Yola hamil, kak Zahwa memutuskan untuk menikahkan Yola dengan Bima lelaki brengs*k itu ]


[Apa? jadi Yola kakak tiri mu itu ada main sama Bima?]


[Iya, kak Zahwa sudah tau sejak lama, aku benar benar bingung Bang]


[Keterlaluan Bima]


[Seandainya Kak Zahwa bukanlah kakak ku, aku bersedia untuk menikahinya besok, aku sangat sakit, ketika melihat kakakku di sakiti ]


[Kenapa kau baru memberitahukannya padaku? sejak kapan kau mengetahui? kalau Zahwa akan menikahkan Bima dengan Yola?]


[Sejak 2 hari lalu, dia merencanakannya dengan matang. Baiklah Bang, maaf mengganggu, selamat berlibur assalamualaikum.]


[Wa alaikumsalam.]


SEKIAN.


"Kita sudah sampai."


Ceklek

__ADS_1


Bruk


Ezra membuka pintu dan menutup kasar sambil berlari menuju gedung.


"Ezra? kok dia ada di sini?"


Mita yang melihat kedatangan putra semata wayangnya itu heran, bukankah dia sedang berlibur?


"Ummi, di mana Zahwa?"


"Z'ra? Ada apa? Zahwa tuh di panggung."


"Bukan Mi, ruangan rias di mana?"


"Hadirin hadirat, pernikahan akan di mulai."


Terdengar suara pembawa acara akan memulai proses pernikahan Bima Broto.


Set Set set


Sampai ke acara inti.


"Saya nikahkan Yolandari Bin Fathir bla bla bla."


"Ha? Yolandari? kenapa namnya beda pak?" Protes Bima.


Bima terbelalak.


"Kalau kau tidak bersedia, maka aku akan memutuskan hubungan kita, dan membiarkan perusahaan ayahmu bangkrut," tambahnya lagi.


Bima gemetar, kalau pernikahan batal, perusahaan Fathir akan membatalkan kerja sama, tentu saja Broto akan menjadi gelandangan terlilit hutang.


"Ba... baik Pa."


Akhirnya, mereka pun melanjutkan acara yang sempat tertunda.


Sementara keluarga Broto baru saja di beritahukan oleh Shaina tentang masalah yang terjadi.


Acara selesai ijab kabul.


"Silahkan kalian menikmati hidangan yang tersedia.


"Tunggu!"

__ADS_1


Suara yang tidak asing di telinga Mita tiba tiba terdengar menaiki panggung. Seorang lelaki tampan bak pangeran, dan wanita tercantik bak tuan putri berdiri di sisi panggung.


"Pak penghulu, tolong nikahkan kami juga!" ucap sang lelaki.


Sang wanita menatap wajah lelaki yang sekarang memegangi tangannya. Dia bahkan tidak berdaya melepas cengkraman lelaki itu dari tangannya.


"Zahwa!"


Fathir dan Shaina terkejut, saat melihat putrinya itu kini sedang berdiri bersama lelaki yang juga mereka sangat mengenalnya.


"Ummi, beri aku mahar untuk meminang Zahwa."


Ezra menatap mata Umminya dan meminta sesuatu.


"Mahar?____tunggu!" Walau dalam keadaan bingung, namun Mita akhirnya memegang sesuatu di tangannya.


Tap tap tap


Mita berjalan mendekati panggung.


"Ini."


Sebuah cincin Berlian berbentuk kotak berwarna Pink, yang di lepaskan Mita dari jari manisnya. Ezra pun mengambilnya.


"Zahwa,"


Ezra menarik tangan Zahwa dan membawanya ke tangah panggung.


"Maukah kau menikah denganku?"


Ezra menatap wajah Zahwa. Sementara Zahwa hanya menunduk. Dia bingung mau bilang apa.


"Ayo___ ayo___ ayo...."


Sorak berawal dari suara Rangga dan Mita orang yang sangat mendukung Zahwa dan Ezra.


Dan undangan pun ikut berteriak sambil bertepuk tangan.


"Zahwa, aku bertanya sekali lagi, apakah kau meu menikah denganku?"


Namun Zahwa masih terpaku, dia memainkan jemarinya berulang ulang.


Akhirnya Ezra berdiri dan menyerah.

__ADS_1


"Kau menolak ku?"


BERSAMBUNG....


__ADS_2