
Ceklek
Tampak Aisya keluar dari pintu dan menuju kamar Ezra.
Tok tok tok
"Kak! laper." Teriak kecilnya.
Ceklek.
Zahwa yang membukakan pintu.
"Masuk!" Ajak Zahwa.
Aisya pun masuk.
"Ada apa? kenapa kau mengganggu kami?"
Canda Ezra.
"Laper kak, ayo makan! siang tadi juga belum makan, hanya makan roti. Oh iya, apa kalian suka kamarnya?" Tanya Aisya dengan wajah berbinar.
"Kamar apaan ini? berantakan." Ucap Ezra sengaja menggoda adik sepupunya itu.
Terlihat ranjangnya sudah acak adul.
Hmmmm, mereka pasti sudah melakukannya.
Bathin Aisya 😃
"Ngapa senyum-senyum heh? pasti otaknya lagi pikir macem-macem kan? kami belum ngapa-ngapain."
Seakan Ezra mengerti apa yang ada di otak Aisya.
"Aku nggak bilang apa-apa kok! hi hi."
"Tapi kelihatan dari tatapan matamu itu."
"Aku laper, ayo makan!" ajak Aisya lagi mengalihkan perhatian.
Akhirnya mereka pun turun. mereka tidak bisa makan di Hotel karena mencari lambang halal. Dan syukurlah tak jauh dari Hotel itu ada kantin berlambang Halal.
"Bro....ayo makan! nanti kekurangan tenaga loe!" Ejek Rizal yang sudah duluan nangkring di kantin bersama teman-temannya.
"Nggak bekalan kekurangan, kan ada Zahwa asupan vitamin ku sekarang."
Ezra malah menggoda istrinya, membuat Zahwa menatap wajah Ezra dengan wajah bersemu merah.
"Waaaah benarkah? apa harus di makan 3 kali sehari juga? ha ha ha." Difan ikut menggoda.
"Sudah ah, jangan banyak becanda, aku laper, pesankan makan yang banyak kak, ayo sana!" Ucap Aisya, yang merasa tidak tega, kakak iparnya kena goda.
Ezra pun melambaikan tangan ke arah pelayan, dan meminta menu. Dan ternyata penjualnya orang Indonesia. Tak berapa lama pesanan pun datang. Nasi lauk ayam opor kesukaan Aisya.
"Pasti rasanya enak nih, hup hem hem hem."
Aisya makan dengan lahap walau masih terlihat pelan dan sopan.
"Ayam di sini di sembelih sendiri, jadi pasti halal karena mengucap basmalah, itu kata pelayan tadi."
Ezra menjelaskan.
__ADS_1
"Oooh, untung masih dekat dengan hotel."
Jawab Zahwa.
Zahwa pun memakan walau tak sebanyak Aisya.
"Zahwa, makan yang banyak, nanti kau akan kurus kalau Ezra menyedot nutrisi mu." Ucap Faris sambil sedikit tersenyum.
"Aku tidak akan menyedot, malah memberi nutrisi tau!" Sahut Ezra.
Akhirnya mereka selesai makan malam.
Mereka kembali ke kamarnya masing-masing.
"Kak Zahwa tidur sama aku saja ya! tadi malam aku takut tidur sendirian di kamar yang besar, hiiiiiii." Bulu roma Aisya bergidik.
"Aisya...nggak sekalian aja kamu tidur di tengah-tengah penganten baru biar sekalian jadi obat nyamuk, ha ha ha." Faris mengejek Aisya yang merengek minta tidur bareng Zahwa.
"Ih apaan sih kak Faris, ikut nyahut terus dari tadi,"
Aisya jadi kesal.
"Trus ngapain kamu ngajak Zahwa tidur bareng kamu? kasian Ezra! mereka kan penganten baru." Sahut Rizal yang juga gemes dengan ulah Aisya.
"Bang Ez, boleh nggak kalau malam ini aku tidur sama Aisya?"
Zahwa malah minta izin, sebenarnya dia memang merasa belum siap tidur sama Ezra.
"Terserah kau saja."
Suara Ezra tampak biasa.
Bathin Ezra kesal.
Akhirnya Ezra mengalah dan masuk kamar dengan wajah cemberut.
Isya telah lewat Ezra tak berkata sepatah kata pun. Setelah sholat berjamaah.
"Bang, aku ke kamar Aisya ya?" Izin Zahwa.
"Iya." Sahutnya tak perduli, sambil memainkan HP nya.
Zahwa salaman dan pergi begitu saja.
"Hups..." Zahwa menghempaskan nafasnya lega.
Aku benar-benar takut dengan yang namanya malam pertama ini.
Bathinnya
Ceklek
Zahwa memasuki kamar Aisya.
"Kakak, terimakasih, maaf menganggu malam pengantin kakak, tapi aku benar benar takut tidur sendirian kak." Ucapnya manja.
"Nggak papa, ayo tidur, besok kita harus bangun pagi biar bisa jalan-jalan."
Akhirnya mereka terlelap.
Dret dret dret.
__ADS_1
Hp Aisya bergetar.
"Uaaaah(menggeliat) siapa sih?"
[Aisya, kamu ya... kok bisa-bisanya nyuruh Zahwa tidur sama kamu, kamu malah memisahkan penganten baru, besok kamu pulang saja ke Indonesia ya, titik]
Pesan dari,Ummi nya Zila.
"Ha, gawat! bisa gagal nih liburan, pasti gara-gara kak Ezra ngadu."
Gumamnya.
"Mana kak Zahwa udah yidur, baiklah, biar Ku yang tidur di kamar kakak."
Tap tap
Aisya keluar kamar dan mengetuk kamar Ezra.
Ceklek.
"Ada apa?" Tanya Ezra.
"Udah ah, Aisya mau tidur sini, kak Ezra tidur sana!"
Ucap Aisya sambil menarik tangan Ezra mengeluarkannya dari kamar itu, dan dia masuk ke kamar Ezra.
Bruk
Menutup pintu dan menguncinya.
"Aneh, apa Tante Zila yang nyuruh ya? ah sudahlah."
Ezra pun berjalan mendekati kamar Yang sedang di tiduri Zahwa.
Ceklek.
"Dia sudah tidur?"
Tampak Zahwa sedang memeluk guling dan tertidur pulas.
Ezra pun menatap wajah cantik wanita yang halal dia sentuh itu, dadanya bergemuruh menahan gej*lak.
"Ups, kenapa aku nggak karuan gini ya?"
Akhirnya Ezra mengambil bantal dan tidur di sofa. Dia pun terlelap
Bruk
"Au."
Entah sudah berapa lama Ezra tidur, namun dia terbangun saat merasakan tubuhnya melayang. Dan ternyata dia terjatuh ke lantai.
"Apa aku tidur di samping Zahwa saja ya?"
Dia pun berjalan mendekati ranjang.
Deg
Darahnya berdesir saat melihat sesuatu yang membuatnya kaget.
BERSAMBUNG....
__ADS_1