Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Duka


__ADS_3

Terlihat Mita sedang sholat dzuhur, Ezra pun menunggu Uminya itu selesai, namun sudah lebih dari 10 menit Uminya belum bangun juga dari sujud terakhirnya. Ezra merasa aneh dengan itu.


"Zahwa... Mengapa ummi belum bangun juga ya?" tanya Ezra.


"Benarkah? coba aku lihat," ucap Zahwa yang ada di ruang tamu.


Zahwa pun kemudian berjalan menuju kamar mertuanya, dia menatap Ummi sejenak, kemudian mendekati Ummi sedikit menengok ke bawah, saat melihat sujud nya tidak seperti biasa, namun terlihat seperti orang tersungkur.


"Ummi..." panggil lembut Zahwa sangat pelan.


Kemudian Zahwa memasukkan tangannya ke bawah wajah sang mertua, untuk memeriksa nafas mertua, namun Zahwa sangat terkejut, saat dia tidak merasakan nafas itu.


Dia pun berdiri dan berjalan ke arah pintu.


"Bang ke mari sebentar!" panggil Zahwa.


Ezra yang sedang memainkan hp-nya pun berjalan mendekati Zahwa,.


"Ada apa?" tanyanya merasa tidak enak.


"Coba kau dekati Ummi, aku takut dia terjadi sesuatu," ucapnya.


Ezra pun mendekati umuminya mencoba untuk mendengar helaan nafas Uminya. namun tidak bisa terdengar.


"Bagaimana ini?" tanya Ezra mulai panik..


"Biar aku saja," ucap Zahwa.


Kemudian Zahwa pun mendekati mertuanya, mencolek pundak sang mertua.


"Ummi baik-baik saja?"


Masih tidak ada reaksi. Kemudian Zahwa memanggil sekali lagi, namun sama tidak ada reaksi.

__ADS_1


"Bang... ayo kita baringkan!" ajak Zahwa.


Kemudian Ezra mendekat mengambil bantal dan mengangkat kepala ibunya. Benar saja, ibunya sudah tidak bernafas.


"Zahwa, Ummi, Zahwa... apa yang terjadi dengan Ummi? Ummi bangun!" teriak histris Ezra.


"Bang, Tunggu! aku akan menelpon dokter," ucap Zahwa.


Zahwa pun mengambil hp-nya dan menghubungi dokter.


"Apa yang terjadi dengan Ummi?" tanya Ezra.


"Aku juga tidak tahu, aku sudah menelpon dokter. Sebwntar lagi dia akan datang," ucal Zahwa.


Sembari mengelus kepala suaminya.tak berapa lama dokter pun datang, dia memeriksa Mita, seorang dokter perempuan yang biasa mereka panggil ke rumah, selesai memeriksa, dokter penduduk dan menghadap Ezra.


"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un," ucap dokter.


"Tolong periksa lagi, Bagaimana mungkin mendadak begini, pagi tadi baik-baik saja," ucap Ezra merasa tidak menerima kenyataan itu.


"Sayang... Ummi pasti belum pergi kan? ini hanya mimpi. Tolong cubit aku Sayang!" titah Ezra.


"Sekarang kita persiapkan segalanya, aku akan menelpon Rangga, agar dia bisa mengurus semuanya," ucap Zahwa.


Ezra tampak berjalan gontai, dan mengambil yasin, dia pun membacakannya.


Sementara dokter karena dia ada urusan lain, pergi meninggalkan Kastel.


Dengan berderai air mata, Zahwa pun berjalan menuju dapur dan menemui Bibi.


"Tolong kumpulkan semua Aunty di ruang keluarga," tirah Zahwa.


"Ada apa nyonya Muda? kok tergesak gesak?" tanya Bibi heran.

__ADS_1


"Tolong cepat ya Bi! ada yang perlu ku sampaikan," ucapnya lagi.


Bibi pun keluar memanggil semua Aunty dan berkumpul di ruang keluarga.


"Sebelumnya aku mewakili keluarga besar kami, mohon maaf yang sebesar-besarnya, kalau selama kalian bekerja di sini, banyak yang salah pada kalian, hari ini mewakili Ummi, aku mohon kalian bisa merelakan, mengikhlaskan, memaafkan kesalahan Ummi, kalau selama hidupnya, beliau mempunyai salah pada kalian," ucap Zahwa.


"Emangnya apa yang terjadi Nyonya Muda? Mengapa Nyonya berkata seperti ini?" tanya Bini.


Zahwa mulai tidak bisa membendung air matanya, mertua yang sangat baik seperti orang tuanya sendiri, telah pergi meninggalkannya dan Aunty semua hari ini,


"Ummi ... telah kembali ke hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala."


Tangis Zahwa meledak.


"Apa maksudnya? Apa yang Nyonya Muda katakan?" tanya Aunty.


"Pagi tadi Nyonya besar baik baik saja, Bukankah pagi tadi Dia juga menyiram bunga di halaman?" ucap Aunty yang masih tidak percaya.


"Takdir kematian tidak ada yang tau, hari ini bernyanyi-nyanyi, namun besok belum tentu kita bisa menghirup udara segar lagi kan?"


"Nyonya, sebenarnya apakah ini nyata atau hanya mimpi? tolong yang jelas," ucap Aunty lagi.


"Ummi telah meninggal, di sujud terakhirnya siang ini," ucap Zahwa.


Zahwa Pun Menangis dia tidak bisa lagi mengeluarkan suaranya kemudian Zahwa berpaling dan pergi meninggalkan semua pembantunya, dengan air mata berderai tak terbendung.


"Ayo kita lihat! apakah ini benar atau mimpi!" ajak Bibi.


Mereka pun berbondong-bondong menuju kamar Ummi dan menengok dari depan pintu,


mereka juga tidak bisa membendung air mata dan saling isak bersahutan.


"Jangan biarkan Ummi berjalan di bawah air hujan kalian," ucap Zahwa.

__ADS_1


Rangga pun sudah datang bersama Diba dan juga Yola.


Bersnung...


__ADS_2