Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Pertemuan Zahwa dan Arsya


__ADS_3

Sementara di rumah sakit, Pasha sudah menyewa seseorang untuk menjaga Bram sampai siuman, setelah seharian pingsan akhirnya Bram pun terbangun.


"Zaira... kau di mana?" tanyanya.Saat terbangun dari pingsannya.


"Tuan...Tuan sudah bangun?" tanya seseorang yang dibayar Pasha untuk menjaga Bram.


"Kau siapa?" tanya Bram.


"Aku seseorang yang disuruh untuk menjaga Tuan, Apakah Tuhan perlu sesuatu?" tanya orang itu.


"Tidak, aku hanya mencari istriku, di mana dia sekarang?" tanya Bram.


"Maafkan... ini ada surat dari Tuan Pasha dan Tuhan Ezra, yang mengantar t Tuan kemari," ucap wanita itu.


"Benarkah? terima kasih," Ucap Bram.


Perempuan itu menyerahkan secarik kertas pada Bram. surat itu isinya...


Assalamualaikum... Tuan Bram. Maaf aku tidak sempat menunggumu ciuman, karena aku terburu-buru untuk menjemput anakku, Arsya. Aku sangat berterima kasih banyak karena kau telah banyak membantu kami, sebelum kau kehilangan ingatanmu, kau pun pernah ingin membantu kami, mempertemukan aku dengan anakku Arsya. Namun karena saat itu ternyata Zaira mengetahui rencana kita, Dia pun memberimu obat, hingga kau sakit, aku sangat berterima kasih, dan sekarang mungkin saat surat ini ada di tanganmu, kami sudah kembali ke Indonesia. Terima kasih banyak, selama ini kau telah berusaha membantu kami, kalau kau sudah sehat, kembali datanglah ke Indonesia, saham mu sudah naik dan uang yang kau hasilkan pun sudah cukup banyak, kami belum sempat untuk mengirimnya padamu, karena kami tidak tahu nomor rekening mu, nomor telepon mu pun tidak aktif. Salam hangat dari Ezra


"Ezra... jadi dia adalah Ezra? Apakah aku boleh pulang sekarang?" tanyanya pada wanita itu


"Iya Tuan, semua biaya pengobatan sudah di tanggung oleh Tuan Ezra. Dan kalau Anda mau pulang, saya akan mengantarkan Tuan ke Apartemen Tuan," ucap wanita itu.


"Baiklah, aku mau pulang, tolong antarkan aku sekarang," ucapnya.


Wanita itu pun mengantarkan Bram ke Apartemen lamanya. Sesampainya di Apartemen, Bram pun masih mencari Zaira.


"Maaf Nona, sebenarnya di mana istriku sekarang?" tanya Bram.


"Maaf Tuan, sebenarnya istri anda sudah di jeboskan Tuan Ezra ke penjara, dan sekarang mereka ada di penjara, karena tuduhan penculikan bersama ibunya," ucap wanita itu.


"Jadi ibunya Zaira juga sudah tertangkap?" tanya Bram.


"Iya Tuan, kemarin mereka berdua sudah tertangkap," sahutnya lagi.


"Baiklah... terima kasih banyak, aku akan menghubungi Ezra," ucap Bram.


"Baik, Tuan, kalau begitu aku permisi, akan ada orang lain yang akan menjaga Tuan malam ini," ucap wanita itu.


"Baik, terima kasih," ucap Bram lagi.


Wanita itu berlalu pergi meninggalkan Apartemen. Bram kemudian menelpon Ezra.


"Hello... assalamualaikum, Ezra, kau di mana?" tanya Bram.


"Bram... Apa kau sudah sadar?" tanya Ezra.


"Iya, aku sekarang sudah sadar, dan sekarang aku sudah berada di Apartemen," ucapnya.


"Benarkah? syukurlah, maaf kami tidak menunggumu untuk ciuman, karena aku tergesa-gesa membawa Arsya kembali ke Indonesia, dan sekarang aku sudah berada di bandara, aku sudah berada di dalam taksi untuk menuju pulang ke rumah, nanti aku hubungi lagi ya?" ucal Ezra.


"Oh... baiklah. Tapi sebelumnya, aku ingin menanyakan sesuatu tentang Zaira,- ucap Bram.


"Oh iya, Masalah Zaira, nanti aku akan menelpon polisi, untuk membebaskannya. Aku hanya ingin memberinya pelajaran," ucap Ezra.

__ADS_1


"Oh begitu kah? Baiklah kalau begitu, terima kasih banyak, karena sekarang istriku sedang hamil, mohon di pertimbangkan lagi," ucapnya.


"Iya, aku juga tahu," jawab Ezra.


"Kalau begitu, udah dulu ya? Mungkin besok aku akan menelpon Zaira, tapi kau jangan memberitahunya dulu ya?" pinta Ezra.


"Baiklah," sahutBram.


"Oh iya... aku menitipkan penjaga untukmu, hari ini seorang laki-laki akan menemanimu di dalam Apartemen itu, supaya kau tidak kesepian," kata Ezra.


"Sekali lagi, terima kasih banyak."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


***


Indonesia jam 11.00. Ezra sudah memasuki sebuah taksi menuju kastil Nizam tampak Arsya masih malas-malas bangun dia sesekali membuka matanya namun tertidur kembali karena pengaruh obat sepanjang jalan harus Ezra terus menatap wajah anaknya dan sesekali mencuiumi wajah tampan itu.


"Sayang... Akhirnya aku menemukan mu, Ummimu pasti sangat senang, Arsy juga pasti sangat merindukanmu, "ucap Ezra.


"Azra, apa yang akan kau lakukan selanjutnya pada Zaira, dan juga Mamanya?" tanya Pasha.


"Aku akan memberinya pelajaran, mungkin akan aku biarkan mereka dua hari mendekam di penjara, barulah aku akan mengeluarkan mereka," ucap Ezra tampak marah.


"Apa tidak kau biarkan satu bulan saja agar mereka benar-benar Jera?" ucap Pasha.


"Nanti akan aku bicarakan lagi dengan Zahwa, mungkin dia lebih tahu,- ixap Ezra.


Yak berapa lama, mobil pun sampai ke halaman Castle kerajaan Izzam, tampak di sana sudah berjajar anggota keluarga dan semua pembantu pun ada di halaman itu, sedang menunggu kedatangan Arsya.


Ketika mendengar deru mobil yang datang. spontan Zahwa berlari mendatangi arah suara.


"Arsyaku... Arsyaa..."


Bruk


Zahwa terjerembab terjatuh ke tanah, saat tak sengaja Dia menginjak baju Syar'inya, sehingga Zahwa pun mendarat sempurna dan wajahnya lun mencium tanah.


"Sayang..." Ezra yang masih di dalam mobil pun terkejut dan berteriak memanggil Istrinya, sementara para pelayan pun mendekati Zahwa dan membantunya bangun.


"Nyonya muda, telapak tangan anda berdarah, kita obati dulu yuk!" ucap beberapa pembantu.


"Tidak, aku mau bertemu Arsya ku," ucap Zahwa.


Kemudian Dia berjalan mendatangi taksi yang baru berhenti di depan pagar, Ezra pun sudah membuka pintu.


Zahwa berjalan cepat, sambil menyapu air matanya yang menghalangi pandangannya, tanpa Zahwa sadari, kini wajahnya berdarah, karena darah goresan di telapak tangannya kini berpindah ke wajahnya.


"Sayang, kau berdarah," ucap Ezra panik.


Ezra segera membawa Arsya yang tampak tertidur di pelukannya mendatangi Zahwa.


"Arsyaku... "

__ADS_1


Hap


Zahwa memeluk Arsya dan menciuminya namun.


Bruk


Zahwa kemudian terjatuh pingsan, karena memang Zahwa sering pisang kalau terlalu terharu atau pun terlalu sedih.


"Sayang... " pekik Ezra.


Ezra pun menyerahkan Arsya pada Pasha yang ada di sampingnya dan menggendong Zahwa masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamarnya.


"Ya Allah cucuku, kau sangat tampan, terima kasih ya Allah," ucap Mita dengan derai air mata.


Arsya terbangun dari tidurnya, menggeliat menggemaskan hingga membuat wajahnya memerah.


Arsya pun di letakkan di samping Zahwa yang sedang pingsan di atas kasur lebar di lantai kamar.


Zahwa di beri minyak kayu putih agar cepat siuman. Tak berapa lama Zahwa lun terbangun.


"Arsya... "


Zahwa langsung duduk dan menatal pintu kamar.


"Sayang, kau sudah bangun? tuh Arsya kita telah kembali," ucap Ezra seraya menunjuk sosok bayi mungil yang imut di samping Zahwa.


"Arsya... "


Zahwa pun menciumi wajah yang sangat di rindunya itu. Arsya yang merasa terganggu tidurnya pun terbangun.


Namun aneh, Arsya hanya menatap wajah Zahwa terpana, tak menangis seperti kemaren saat di gendong Ezra.


"Cilubbaa..." goda Zahwa.


Bayi itu malah sedikit tersenyum. Sesaat kemudian tampak Arsya menjulurkan tangannya seperti ingin meraih wajah Zahwa. Zahwa pun mendekat.


P*lak


Ternyata Arsya seperti mencakar wajah umminya itu pelan.


"Hei... Kau memukul Ummi? Maaf Sayang Ummi tidak bisa menemukanmu lebih cepat," ucap Zahwa seraya meneteskan air matanya kembali.


Arsya kembali menjulurkan tangannya, Zahwa pun kembali mendekatkan wajahnya. Arsya menyentuh hidung Zahwa.


Ummi...


Terima kasih telah menungguku selama ini.


Terima kasih telah mencariku sesulit ini.


Kasihmu tidak terkira sepanjang masa


Bersambung...


Buat kalian yang punya ibu. Sayangilah mereka, jangan seujung jari pun kalian sakiti hatinya.

__ADS_1


__ADS_2