Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Kaget


__ADS_3

Yola masih menatap pemuda yang bertamu untuknya. Rasa penasaran di hatinya sangat besar.


"Siapa kau?" sapa Yola akhirnya.


Sreeeet


Pemuda itu berpaling dan menatap Yola.


"Kenalkan, aku Huda," ucap pemuda itu.


"Ka__kau siapa? Aku tidak mengenalmu."


Walau Yola kaget melihat wajah yang sangat dia kenal, namun dia tidak pernah bertemu orang ini sebelumnya.


"Bukan siapa-siapa, aku hanya berkunjung saja, karena kebetulan aku kenal dengan ipar ku Ezra. Oke... Jaga diri baik-baik, mungkin nanti kita bisa bertemu lagi," ucap Huda enteng.


"Ta__pi, kau?" Yola ingin mengatakan sesuatu, namun pemuda itu sudah pergi meninggalkannya.


Yola kembali ke dalam sel.


"Ayahmu?" tanya Zaira.


"Mirip," jawabnya.


"Mirip? Apa maksudmu?" Zaira penasaran.


"Dia sangat mirip dengan Papa, tapi dia masih muda, mungkin sekitar usia 20 ke atas," sahutnya.


"Mai, ada keluargamu!"


Zaira juga di panggil karena ada tamu untuknya. Ya, Zaira sudah menghubungi orangtuanya perihal dirinya sekarang ada di penjara. Zaira pun bergegas menuju ruang tamu khusus di penjara.


"Mamah hiks hiks hiks."


Zaira menangis, namun yang di panggil mama malah bingung dan melongo.


"Kau siapa? Siapa Mamamu?" tanyanya.


"Ma, ini aku Zaira, aku Oplas Ma," ucap Zaira.


"Zaira oplas?" Mama Zaira pun mendekati gadis yang mengaku Zaira. Dia pandangi wajah anaknya dan membuka baju Zaira bagian depan, ternyata di sana ada tanda lahir zaira berupa tai lalat.


"Kau? Kau benar Zaira?" Mama Zaira pun menautkan ke dua tangannya di tangan Zaira sambil menatap gadis itu lekat.

__ADS_1


"Ya Ma, aku begini karena ingin balas dendam, namun mereka mengetahui penyamaran ku," ucapnya sambil menangis.


"Anakku," mereka pun berpelukan.


Zaira menceritakan semua kisah tentang hidupnya selama berbulan-bulan ini.


***


Seminggu telah berlalu. Huda, Fathir dan keluarga lainnya pun kini berangkat ke Rumah sakit untuk mengambil hasil tes mereka dan juga sekalian kontrol kandungan Zahwa.


"Sayang, apa kau merasa mual?" tanya Ezra yang mengendarai mobilnya sendiri, bersama istri dan juga Umminya.


"Nggak kok Bang, aku baik-baik saja."


Usia kandungan Zahwa kini sudah 4 bulan, dan ini adalah pertama kalinya Zahwa ingin melakukan USG.


"Mi, aku penasaran, apa mungkin Huda itu anak Papa yang tertukar ya, masa iya Yola bukan anak Papa?" Ezra merasa bingung dan penasaran.


"Mungkin saja Z'ra, kita'kan belum tau pastinya."


Tak berapa lama, mereka sudah sampai di Rumah sakit.


"Maaf ya, kami terlambat," sapa Mita lebih dulu.


Mereka berjalan beriringan memasuki Rumah sakit yang besar itu.


"Ma, kami ke ruang kandungan duluan ya, mama ikut mana?" tanya Zahwa.


"Nanti aku nyusul ya, aku penasaran soalnya, masalah Huda dan Yola. sahutnya.


Mereka pun berpisah di persimpangan jalan.


***


"Nona Zahwa, bagaimana perasaanmu?" tanya dokter kandungan, seorang dokter wanita berhijab.


"Alhamdulillah baik dok. aku mau USG hari ini," ucapnya.


"Ayo timbang dulu."


Asisten dokter pun menimbang juga menensi darah Zahwa.


"Nona boleh berbaring di sini."

__ADS_1


Zahwa pun berbaring tepat di hadapan dokter yang akan meng-USGnya.


"Subhanallah," ucap dokter tiba-tiba.


"Ada apa dok?" Ezra jadi penasaran.


"Selamat anak Nona dan Mas kembar, lihat ini!"


Ezra terkejut dan mengucap syukur. Dia pun mencoba melihat layar monitor, namun dia tak menemukan apa pun.


"Aku tidak bisa melihatnya dok," protes Ezra akhirnya.


"ini memang masih sangat kecil, selamat ya, dapat dua sekaligus," ucap dokter lagi.


"Alhamdulillah. Terimakasih dok, bagaimana dengan kondisi lainnya?" tanya Mita.


"Semua baik, sehat, Nona Zahwa masih mual?" tanya dokter.


"Sudah kurang kok."


"Baiklah, sekarang aku beri Vitamin saja ya."


Setelah dokter meresepkan obat, mereka kembali ke parkiran menuju mobil.


Ezra pun menelpon Rangga untuk memberitahukan mereka sudah di parkiran.


***


"Fathir dan Huda."


Panggilan perawat.


"Iya... "


Mereka pun masuk menemui dokternya untuk membacakan hasil tes Lab.


"Begini pa, dari hasil tes 90% tes DNA kalian cocok."


"Allahu akbar," ucap Shaina spontan.


"Alhamdulillah," ucap Fathir.


Sementara Rangga dan Huda, hanya saling menatap.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2