
Linda pun di bawa ke kota oleh Rangga dan Zahwa, entah apa yang akan di lakukan Zahwa dengan tindakannya ini, Rangga pun belum di beritahukan tentang rencana ini.
"Nah, kau boleh tinggal di sini, semua keperluan mu selama berada di sini, akan menjadi jaminan kami."
Ucap Zahwa.
"Apa yang kalian rencanakan?"
"Kalian? aku tak tau soal rencana apa pun, ini semua rencana kak Zahwa, dan aku pun belum di beritahukan nya." Sahut Rangga protes.
"Kau jangan ke mana mana, nanti kalau semuanya sudah beres aku, akan datang menjemputmu, ingat itu ya!"
"Baiklah, selama aku di beri makan, aku akan menurut."
"Kalau begitu, kami pamit, assalamualaikum." "Wa alaikum salam."
Rangga dan Zahwa pun pamit.
Di perjalanan.
"Kak, sebenarnya apa yang kakak rencanakan?"
Rangga sangat penasaran.
"Bima harus bertanggung jawab atas semua yang telah dia lakukan."
"Maksud kakak? kakak akan menikahkannya dengan Bima? lalu bagaimana dengan kakak, juga Yola?"
"Ah kamu ini, jangan di pikirkan, nanti malah kepalamu yang akan pecah, laki-laki 'kan boleh memiliki 4 istri, ini juga baru tiga, itu pun baru calon kan? hi hi."
Zahwa mencoba menghibur diri dengan sedikit tertawa kecil.
"Kakaaaaaak."
Rangga menatap sekilas manik mata kaka nya, ada sebutir air yang hampir jatuh di sana. Rangga tau, betapa putih dan bersih hati kakaknya itu.
***
__ADS_1
"Kamu sudah siapkan semua keperluan mu selama di London?" tanya Mita.
"Sudah Mi, cuma satu yang belum." ucap Ezra serius.
"Apaan? biar Ummi yang beresin."
Ummi nya penasaran.
"Ya... Ummiii ha ha ha."
Ternyata Ezra becanda doang.
"iiih, anak ini, ayo cepet nanti terlambat! Aisya mana? kok belum datang?"
"Emang kenapa Aisya Mi? apa mau ngantar ke bandara juga?" Ezra malah bingung, karena sebelumnya nggak ada ngomong apa apa.
"Aisya 'kan ikut ke London sama kamu! kok kamu nggak tau?" Mita heran.
"Hah? ikut? kapan bilangnya?"
"Kamu ikut? tiket kamu?"
"Udah ini...."
Aisya Anak Zila dan Hanan tampak memperlihatkan tiket pesawatnya.
"Haduuuuh, kok nggak bilang mau ikut." Protes Ezra.
"Udah ah, dia juga bukan anak kecil lagi, ayo sana!"
"Iya Mi."
Mereka pun keluar menuju garasi mobil.
Bruk set set.
Semua barang sudah masuk mobil.
__ADS_1
"Jadi kamu yakin minggu depan tak bisa hadir di pernikahannya Zahwa anak tante Shaina?"
"Iya Mi, aku kan masih di London sama teman teman, titip salam aja buat mereka."
"Tapi kok kamu kayak nggak ikhlas gitu sih?" selidik Mita.
"Masa Mi? nggak laaah, wong dia bukan siapa siapa juga." Ezra tak berani menatap wajah Ummi nya, dia hanya pura-pura sibuk sendiri.
"Ayo!"
Mereka pun melaju menuju bandara, Aisya tampak sangat gembira.
"Kak, emang udah dapat penginapan nggak?"
"Ya sudahlah, kamu?"
Ezra menggoda adik sepupunya.
"Aku kan ikut kakak," jawabnya santai.
"Ha? nggak mungkin kan kita tidur sekamar? aneh kamu, kamu udah pesan kamar nggak? masa cuma pesan tiket doang, emang kamu mau tidur di bawang kolong jembatan?"
"Aku kan mengiringi kak Ezra, ke mana pun Kakak pergi."
"Jadi benar kamu belum pesan kamar? haduuuuh, kamu ini gadis macam apa?"
"Udah la Z'ra, kamu aja yang ngalah tidur di halaman kamar hotel ha ha."
Mita malah membela Aisya yang terlihat cemberut.
"Mana bisa begitu Mi! Aisya ni... ikut nggak bilang-bilang, malah sampai di sana juga nggak perhatiin mau tidur di mana, yang kayak kampung bapaknya aja."
"Kakak kok gitu sih, aku kan gadis, mana boleh di tel*ntarkan begitu saja."
Aisya cemberut dan menekuk mukanya hingga menjadi beberapa kali lipatan.
BERSAMBUNG....
__ADS_1