Mendadak Jodoh

Mendadak Jodoh
Pengen tapi Milik Orang


__ADS_3

"Abang sama kak Zahwa aja, pasti cocok." Goda Rangga, dengan mimik wajah serius.


"Pengen siiih, tapi udah milik orang." jawab Ezra juga dengan mimik yang serius.


Sementara Yola tampak menguping di daun pintunya dengan menempelkan telinganya di sana. Bibirnya mun jadi memble karena merasa benci dengan Zahwa.


Rangga menatap wajah Ezra saat mendengar jawaban dari Ezra itu.


"Abang serius?"


Rangga merasa Ezra becanda namun juga curiga bahwa memang Ezra menaruh hati pada Zahwa.


"Ha ha ha... serius amat Loe, ya nggak laaaah, dia kan udah punya calon."


jawabnya, membuat Rangga merasa kecewa.


"Oooh, kiraiiiin?"


Hups


Rangga menarik napas dalam dan menghempaskan nya.


"Aku pamit dulu ya, oh iya, bulan depan aku ada acara liburan bersama teman teman ke luar Negeri, mungkin liburan selama 15 hari, sebelum kami KKN-an. Mau ikut?" ajak Ezra.


"Bulan depan kan kak Zahwa menikah? nanti aja kapan kapan ya Bang."


Ezra pun berdiri dan ingin pamitan.


"Oooh, baiklah, aku pamit dulu. Assalamuaalikum, salam buat Tante Shaina."


"Wa alaikum salam ya. hati hati."


Ezra pun pergi meninggalkan rumah Fathir, menuju ke kediamannya Kastel Izzam.


Sesampainya di halaman dia kaget karena terparkir mobil Zaira di halaman depan.


Hups, males banget aku ketemu dia, apa aku jalan belakang aja ya?


Ezra pun mengendap endap turun dari mobil, halaman yang luas sehingga gerbang dan pintu itu sangat jauh, kemungkinan orang di dalam rumah tidak melihat kedatangannya.


"A Ezraaaaaa."


Ups


Serasa Ezra menahan nafasnya.


Ternyata Zaira yang ingin pulang baru keluar dari pintu rumah melihatnya sedang berjalan lewat samping rumah.

__ADS_1


"Ha? kau ada di sini?"


Ezra pura pura nggak mengenali mobil Zaira yang parkir.


"Aku nggak mau di putusin begitu saja. Aku akan nurutin kemauan A Ezra. Aku janji."


Zaira mengangkat tangannya dan memperlihatkan jari kelingkingnya tanda berjanji.


"Z'ra, bicara di dalam saja!"


Titah Mita sang Ummi yang tiba tiba nongol di belakang Zaira.


"Iya Mi."


Ezra pun masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang tamu, sementara Mita duduk di pojok rumah di dekat jendela.


"Maaf Zaira, aku sudah memikirkannya bulat bulat, dan aku sudah memberimu kesempatan berapa kali,"


Ezra tampak tenang dan terlihat dingin.


Hap


"Tolong beri aku kesempatan, tolong! aku janji, hik hik. Aku tidak akan pergi dari sini, kalau kau tidak menerimaku!" ancam Zaira sambil merengek dan bersimpuh di kaki Ezra.


"Z'ra, baik kau antar Zaira ke rumahnya, mobil nanti biar sopir yang bawakan."


"Baik ma, Ayo Ra!"


Ezra pun berjalan mendahului Zaira dan berjalan menuju mobilnya. Terpaksa Zaira pun mengikutinya.


Bruk


Zaira membanting pintu kasar.


Ezra hanya menatapnya tenang.


Mereka melaju menuju kediaman Zaira.


***


"Assalamualaikum." Ezra mengucapkan salam saat berada di depan pintu. Sedang Zaira langsung nyelonong.


Bruk


Zaira duduk di Sofa dengan wajah cemberut.


"Wa alaikumsalam. Ada apa Ra?"

__ADS_1


Ezra pun duduk di Sofa.


"Maaf tante, anu... Begini___ aku tidak bisa melanjutkan hubungan kami lagi, karena aku merasa banyak ketidak cocokan antara kami." ucap Ezra.


"Ma....hik hik, aku tidak mau Ma, dia harus menikahi ku, aku siap menikah sekarang dan berhenti kuliah." ucap Zaira sambil menangis seperti anak kecil.


"Kau memutuskan Zaira hanya karena ketidak cocokan? atau karena kau sudah menikmati tubuh Zaira heh?" mama Zaira emosi dan melotot menatap Ezra.


"Astagfirullah, Tante, jangankan sampai begitu, menyentuhnya saja aku tidak pernah Tante." kawabnya.


Mama Zaira pun terlihat menatap Zaira.


"Zaira! apakah benar?"


"Bohong! dia telah melakukannya denganku Ma, kami sudah melakukannya." teriak Zaira berbohong.


"Zaira!" bentak Ezra sambil menatap Zaira, dia tidak percaya kalau Zaira berani berbohong.


"Kau harus bertanggung jawab." ucap mama Zaira.


"Maaf tante, aku tidak melakukan apa apa."


"Tidak Ma! dia meninggalkanku karena ada wanita lain, dan karena dia sudah bosan denganku." sahut Zaira lagi.


"Ra! kenapa kau bohong, kalau begini, ayo kita ke bidan, kita periksa kega*isan mu, apa masih utuh?"


Ish, kenapa aku ngomong begitu ya


Bathin Ezra bingung.


"Zaira! jawab jujur!" bentak mamanya lagi.


"Ada apa ma? kok berisik?"


Terlihat Kaka Zaira datang dengan menggandeng gadis baru.


"Kakak, dia memutuskan hubungan kami, tolong kak, aku tidak mau putus dengannya."


"Apa? apa kau memutuskan dia setelah kau menikmati tubuhnya? heh."


"Kami tidak melakukan apa pun."


"Bohong!" sahut Zaira lagi.


Bugh bugh


Kaka Zaira pun mem*kul k*sar wajah Ezra hingga meninggalkan mem*r di pipinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2