
Huda masih berjalan mondar mandir di dalam rumahnya, kemudian menelepon Yola, namun tidak aktif, Zahwa maupun Ezra juga tidak aktif.
"Ke mana mereka ini ya?" gumamnya terlihat gusar.
Kemudian dia masuk ke kamar dan berbaring.
"Sayang, ayo kita menikah!" ajakan Rina terus terngiang di telinganya. Dia pun tersenyum dan memeluk guling.
"Aku akan menikahi mu Rina, tapi aku harus merencanakan sesuatu dulu, untuk membeli rumah itu harus mempunyai uang yang banyak, tapi bagaimana aku bisa menyembunyikannya dari mereka," gumamnya lagi.
***
Ezra dan keluarga sudah sampai di Amerika, mereka pun menuju penginapan yang sudah di pesan.
"Bang, hari ini kita mulai jalan-jalan ke mana?" tanya Zahwa, dia tampak menggendong Arsy, sedang Arsya di gendong Ezra.
"Kita istirahat dulu, lagian Yola mungkin butuh istirahat," ucap Ezra.
Jadilah hari ini mereka hanya bersantai di Hotel.
"Hei, kalian! Sudah berapa lama bekerja di keluarga Ezra," tanya Sasa pada 3 Aunty pembantu Mita.
"Sudah 7 sampai 10 tahun," jawab salah seorang dari mereka.
"Kalian belum menikah?" tanya Sasa lagi.
"Ada yang udah dan ada yang belum, kenapa emangnya?" tanya Aunty.
__ADS_1
"Kalian nggak bosen, jadi pembantu terus?" tanyanya lagi.
"Mana bisa bosen, kami ini layaknya keluarga mereka sendiri, fasilitas kami lengkap. Bahkan ada tuh yang bekerja sejak Den Ezra baru lahir, sampai sekarang masih bekerja. Suami dan anak anaknya juga diam di lingkungan Kastel," ucap Aunty.
"Oooh, oh iya, aku mau lihat-lihat balkon dulu ya!" Sasa pun berjalan keluar Hotel dan menaiki balkon hotel.
"Hello, kau di mana? Bagaimana rencana kita selanjutnya?" Sasa sedang menelepon seseorang.
"Kau share look saja, kami segera meluncur, akan ada seseorang yang akan ke sana," jawaban telepon Sasa.
"Baiklah,"
"Aku sudah bosan bekerja jadi jongos mereka, kali ini tidak boleh gagal lagi," gumamnya.
Sasa pun turun sambil senyum senyum sendiri.
***
"Hemmm, anak Aba udah wangi, hari ini kita jalan-jalan ya! Sama Aunty yang sholehah sholehah, ucap Ezra sambil memandang ke dua anaknya yang sedang di dandani Aunty.
"Udah siap? Sekalian kita makan!" ajak Zahwa yang sudah rapi. Dengan baju syar'i warna biru malam.
Ezra menatap istrinya itu mesra.
"Aunty, itu di pintu ada apaan kok gerak gerak?"
Emch
__ADS_1
Seketika ke 2 Aunty itu berpaling Ezra pun mencium pipi istrinya.
"Ish Abang, kagetin aja," ucap Zahwa.
Aunty yang baru sadar di kerjai Ezra pun hanya bisa menaham senyum.
Akhirnya mereka pun pergi menuju Lifh. Sasa dan satu Aunty yang ada di kamar pun di panggil dan mereka pergi bersama.
"Wooow, sangat indah Bang,"
Ezra dan Zahwa sedang menaiki kereta udara, mereka tak henti-hentinya saling berpelukan menatap indahnya dunia di bawah sana.
"Lho, kok Aunty telepon sih?"
Ezra mengambil Hpnya.
"Hello?" ucapnya.
"Tuan, Tuan cepat kembali, gawat Tuan, cepat," suara panik Aunty di bawah sana langsung membuat Zahwa memasang telinganya di Hp Ezra.
"Ada apa Ty? Kami lagi di atas, bagaimana kami turun, kalau belum sampai.
"Den Arsya hilang Nya, biks hiks hiks," Aunty sangat panik dan berteriak-teriak.
"Apa? Bang, ayo kita turun! Bang, Arsya Bang!" Zahwa pun seperti ingin membuka Pintu, padahal mereka masih berada di atas. Arsya dan Arsy tidak naik karena takut terjadi sesuatu, jadilah mereka di tinggal dengan ke 3 Aunty dan Sasa.
BERSAMBUNG...
__ADS_1